Oleh: kristenberea | Oktober 10, 2012

“Calvinisme, Arminianisme, Apakah itu?”

“Calvinisme, Arminianisme, Apakah itu?”

Oleh Greg Gibson – JesusSaidFollowMe.org

 

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Anda seorang Kristen, tetapi teman Anda  tidak? Mengapa Anda menerima Kristus, tetapi teman Anda menolak Dia? Apakah Anda mendengar dari penginjil yang lebih baik? Atau, apakah Anda lebih pintar dari teman Anda? Atau, apakah Tuhan membuat Anda berbeda? (Dan, bagaimana Calvinisme dan Arminianisme membantu Anda memahami jawabannya?)

Di dalam  masing-masing   kolom di bawah ini, ada beberapa ayat.  Ayat yang benar ada  di sebelah kiri, atau yang di sebelah kanan?  Karena Alkitab adalah benar  (” tidak mungkin-salah,”) kita harus dapat  menafsirkan kedua kelompok ayat-ayat yang “tampaknya bertentangan”. Bagaimana kita menyelaraskan kedua kelompok ayat sehingga mereka berdua benar pada waktu yang sama?

Apakah orang berdosa dapat atau Tidak dapat Datang kepada Kristus?

Tanggung Jawab Manusia untuk Datang kepada Kristus

1.  “pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah “.

(Yosua 24:15)

2. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. ”

(Matius 11:28)

3. Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.

(Yoh. 07:17)

4.  “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!”

(Yoh. 07:37)

5. Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis ” (Kis 2:38)

6. “Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan

     (Kis 3:19)

7. Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan kamu akan diselamatkan ”

(Kis 16:31)

8. “maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.”

(Kis 17:30)

9. “Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma”

(Wahyu 22:17)

Ketidakmampuan manusia untuk Datang kepada Kristus

  1. ” Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya? (tidak!) Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?

1.(Yer. 13:23)

  1. ” Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati”(Matius 12:34)
  2. ” Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. “(Matius 7:18)
  1.  “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

4.” (Matius 19:25-26)

  1. ” jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”” (Yoh. 3:3)

6. ” Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Ak Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku”(Yoh. 06:44)

7. ” Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.”

(Yoh. 6:65)

8. ” Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku”. “(Yoh. 08:43)

9. ” Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga:  “Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.”

( Yoh. 12:39-40)

10. ” Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah” (Rm. 5:6)

11. ” Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. (Roma 8:07)

12. ” Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah” (Rm. 8:08)

13. “Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani ”

(1 Kor. 2:14)

Di sebelah kiri, adalah 9 ayat yang mengundang atau memerintahkan orang-orang berdosa untuk bertobat, percaya, dan datang kepada Kristus. Ayat-ayat ini membuat orang-orang berdosa bertanggung jawab untuk datang kepada Kristus. Perhatikan, jumlah ayat yang jelas –jelas menyatakan orang-orang berdosa  dapat datang kepada Kristus adalah 0 atau tidak ada sama sekali.

Di sebelah kanan, ada 13 ayat yang jelas-jelas menyatakan orang-orang berdosa tidak dapat datang kepada Kristus. (Selain itu, di  Alkitab ada  tiga  ayat yang jelas menunjukkan ketidakmampuan orang Kristen untuk melakukan sesuatu bagi Kristus tanpa kuasa-Nya: Yoh. 15:5, 1 Kor ; 12:3,  Ibr. 11:6. Jika orang Kristen tidak dapat melakukan apa pun tanpa kuasa Allah, maka berapa banyak orang berdosa yang belum lahir baru dapat melakukannya?)

Ayat-ayat mana yang benar? Ayat-ayat di sebelah kiri yang menyatakan orang berdosa harus datang kepada Kristus, atau ayat-ayat yang menyatakan tentang orang-orang berdosa yang tidak dapat datang kepada Kristus? Karena Firman Tuhan tidak mungkin-salah, mereka semua adalah benar. Lalu, bagaimana kita menyelaraskan kedua pasang ayat-ayat yang “tampaknya bertentangan” sehingga mereka sama-sama benar pada waktu yang sama?

Tiga Pandangan berbeda tentang Tanggung Jawab manusia Vs

 Ketidakmampuan untuk Percaya

Ada tiga pandangan  populer untuk mencoba  menafsirkan ayat-ayat di atas: Arminianisme, Hyper-Calvinisme, dan Calvinisme. Dari ketiganya, Arminianisme dan Hyper-Calvinisme adalah dua pandangan yang  ekstrem da Calvinisme adalah pandangan tengah.

1. Kemampuan Manusia vs Tanpa Interpretasi (Beberapa Arminians)

Banyak Arminians menafsirkan ayat-ayat di sebelah kiri berlabel “ Kemampuan Respon Manusia” dengan mengorbankan ayat-ayat di kanan berlabel “Ketidakmampuan Manusia.” Sebagian besar tidak memiliki interpretasi terhadap  13 ayat yang secara eksplisit menyatakan orang berdosa tidak bisa, atau tidak dapat datang kepada Kristus. Mereka menafsirkan bahwa ayat-ayat disebelah kiri berbicara tentang tanggung jawab manusia dimana manusia seolah-olah mempunyai kemampuan untuk dapat datang kepada Kristus.

Berikut ini kekeliruan logika / cara berpikir mereka:

Kesalahan Logika Beberapa ArminiansPremise pertama :

Allah memerintahkan orang-orang berdosa untuk bertobat, percaya & datang kepada Kristus.

Premise kedua   :

Allah tidak akan memerintah apa yang  tidak dapat kita lakukan.

Kesimpulan          :

Oleh karena itu, orang berdosa dapat bertobat, percaya dan datang kepada Kristus.

Tidak ada bukti Alkitabiah untuk  premis kedua.  Dengan asumsi apa   untuk membuktikannya? Dan lagi, jika kita bisa menemukan hanya satu contoh dalam Alkitab di mana Allah memerintahkan sesuatu yang kita tidak dapat / mampu melakukannya, maka sudah cukup untuk menyangkal asumsi tersebut!

6 Contoh Dimana Tuhan Memerintahkan yang Mustahil

Di bawah ini, adalah 6 contoh di mana Allah memerintahkan manusia untuk melakukan sesuatu dimana mereka tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya. Dalam 4 ayat pertama, Allah memerintahkan mayat  ( secara fisik) untuk hidup. Jelas bahwa mereka tidak mempunyai keinginan atau kemampuan untuk merespon, sampai Allah  memberi mereka hidup baru, dengan keinginan baru dan kemampuan untuk dapat merespon. (Demikian juga, kita akan lihat nanti bahwa Dia memerintah orang-orang yang mari secara rohani  untuk hidup, kemudian memberikan mereka hidup baru (kelahiran kembali), keinginan, dan kemampuan.)

1. “Lalu firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN“!”(Yehezkiel 37:4 )

Perhatikan, tulang-tulang mati tidak memiliki kemampuan untuk mendengar firman Tuhan., sebelum mereka memiliki kemampuan untuk mendengar firman Tuhan, pertama-tama Allah harus memberi mereka kerangka kehidupan.

2. “Sambil menghampiri usungan (keranda) itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” (Luk. 7:14 )

Orang yang  mati tidak bisa mendengar, sampai Kristus  memberi kuasa ajaib-Nya kepadanya.

3. “Anakmu sudah mati … Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: “Hai anak bangunlah! ” (Luk. 8:49-55)

Gadis mati tidak memiliki kekuatan untuk bangun sampai Kristus memberikan kekuatan kepada-nya.

4. “Lazarus, marilah ke luar “! (Yoh. 11:43,)

Lazarus yang sudah mati itu tidak memiliki kemampuan untuk bangkit dan berjalan keluar.  Pertama-tama Allah harus membuat dia hidup sebelum dia memiliki kemampuan untuk berjalan keluar dari kuburan.

5. “Karena itu haruslah kamu sempurna (utuh, tak bercacat) sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.. ” (Matius 5:48)

6. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (Markus 12:30)

Sama seperti  mukjizat supernatural diperlukan untuk membangkitkan kematian  fisik sebelum mereka bisa menjawab panggilan Tuhan, demikian juga diperlukan keajaiban supernatural untuk membangkitkan(kelahiran kembali) kematian  rohani sebelum mereka bisa merespons.

Sama seperti  mukjizat supernatural diperlukan untuk membangkitkan kematian  fisik sebelum mereka bisa menjawab panggilan Tuhan, demikian jiga diperlukan keajaiban supernatural untuk membangkitkan (kelahiran kembali) kematian  rohani sebelum mereka bisa merespons.

 2. Tidak Interpretasi vs Ketidakmampuan Manusia (Beberapa Hyper-Calvinis)

Banyak Hyper-Calvinis menafsirkan ayat-ayat di sebelah kanan yang berlabel “Ketidakmampuan Manusia” dengan mengorbankan ayat-ayat di sebelah kiri yang berlabel “Kemampuan Manusia.” Mereka tidak memerintahkan atau mengundang semua orang untuk bertobat, percaya, dan datang kepada Kristus. Mereka tidak mewartakan Injil kepada semua orang berdosa. Mereka memberitakan Injil secara selektif hanya kepada mereka yang menurutnya adalah orang-orang terpilih.

Kesalahan Logika Hyper – Calvinis Premise pertama :

Orang yang berdosa tidak dapat bertobat, percaya dan datang kepada Kristus.

 Premise Kedua    :

Allah tidak akan memerintah apa yang  tidak dapat kita lakukan.

Kesimpulan         :

Oleh karena itu, jangan minta orang-orang berdosa untuk bertobat, percaya dan datang kepada Kristus.

Perhatikan, Hyper-Calvinisme dan Arminianisme berbagi asumsi premis  yang sama persis: ” Allah tidak akan memerintah apa yang  tidak dapat kita lakukan.” Arminianisme dan Hyper-Calvinisme  meninggikan alasan / pikiran manusia di atas wahyu Ilahi. Mereka sama-sama jatuh pada humanisme-rasionalisme.

3. Ketidakmampuan vs Tanggung Jawab Manusia Manusia (Calvinisme)

Orang berdosa bertanggung jawab untuk bertobat, percaya, dan datang kepada Kristus. Namun, pada saat yang sama, mereka tidak dapat bertobat, percaya, dan datang kepada Kristus. Ini adalah satu-satunya solusi yang dapat menyelaraskan kedua kelompok ayat-ayat yang  “tampaknya bertentangan”  sebagai benar secara bersamaan.

(Jika bagi Anda tampaknya tidak adil  bahwa Allah meminta pemberontak untuk bertanggung jawab atas apa yang mereka tidak dapat lakukan, maka silakan ingat satu saja yaitu apakah  keselamatan  pantas untuk orang berdosa? Benar. Keadilan Allah akan memyebabkan semua manusia ada di neraka karena dosa, bukan? Jadi, jika Allah memutuskan untuk memberikan kepada beberapa manusia keinginan dan kemampuan untuk datang kepada Kristus, maka itulah kasih karunia yang tidak layak!)

Tapi, mengapa Allah kemudian melakukan perintah dan mengundang orang-orang berdosa untuk percaya, jika mereka tidak mampu? Mungkin, Dia menggunakan perintah / undangan untuk datang kepada Kristus, sebagai “cara terakhir.”

Dengan kata lain, mungkin Dia menggunakan perintah untuk bertobat, sebagai sarana untuk memberikan pertobatan. Dan, Dia menggunakan perintah untuk percaya, sebagai sarana untuk memberikan karunia iman. Dan, Dia menggunakan undangan untuk datang kepada Kristus, sebagai sarana untuk memberikan keinginan dan kemampuan untuk datang.

Gagasan bahwa Tuhan menggunakan perintah sebagai alat untuk mencapai tujuan juga ditunjukkan dalam bagaimana Dia menjaga kita dalam keselamatan. Karena, Dia benar-benar memperingatkan orang Kristen sejati dari hukuman kekal dalam Yoh. 15:02, 6; Rom. 11:20-22; 1 Kor. 9:25, 27; Rev 22:19, dll, dan pada saat yang sama, Dia menjanjikan kita keamanan yang kekal. Lalu bagaimana kita mendamaikan  dua kebenaran yang “tampaknya bertentangan” ini? Ini sederhana …

Dia menggunakan peringatan kehilangan keselamatan kita sebagai sarana untuk mempertahankan kita dalam keselamatan kekal yang dijanjikan-Nya. Peringatan-Nya tentang kehilangan keselamatan merupakan sarana yang digunakan agar kita tetap tekun sampai akhir.

Berikut adalah contoh yang jelas di mana Tuhan menggunakan peringatan sebagai sarana untuk mencapai tujuan memenuhi janji-Nya.

Keamanan janji-janji Ilahi:
”  tidak seorang pun di antara kamu yang akan binasa,  …” (Kis 27:22)
” semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau .. akan selamat “ (Kis 27:24)
” Tidak seorang pun .. akan kehilangan sehelai pun dari rambut kepalanya.”(Kis 27:34)
Peringatan Tanggung Jawab Manusia:
“Jika mereka tidak tinggal di kapal, kamu tidak mungkin selamat.”  (Kis 27:31)

Sekarang, bagaimanakah  mungkin  Allah memperingatkan para pelaut akan kehilangan nyawa mereka, dan pada saat yang sama Ia berjanji bahwa mereka tidak akan kehilangan nyawa mereka? Sederhana saja… Allah menggunakan peringatan akan  kematian dengan meminta mereka tetap di kapal dengan tujuan untuk menjaga mereka dari kematian.

Demikian pula, Dia menggunakan perintah untuk bertobat, sebagai sarana untuk memberikan pertobatan.  Dia menggunakan perintah untuk percaya, sebagai sarana untuk memberikan karunia iman. Dan, Dia menggunakan undangan untuk datang kepada Kristus, sebagai cara untuk menarik orang berdosa kepada Kristus. Untuk memahami bagaimana Allah menyelamatkan Anda, teruslah membaca …

 Ada dua pandangan populer tentang bagaimana Allah menyelamatkan orang berdosa:

1. Beberapa percaya bahwa semua orang berdosa dilahirkan dengan keinginan dan kemampuan untuk bekerja sama dengan Roh Kudus, dan menggunakan “kehendak bebas” mereka sendiri untuk memilih Kristus. (Arminianisme)

 2. Beberapa percaya bahwa karena kejatuhan, semua orang berdosa kehilangan keinginan dan kemampuan untuk datang kepada Kristus. Jadi, Allah dengan kasih memberikan  baik keinginan dan kemampuan kepada  beberapa orang berdosa untuk secara bebas (bukan paksaan) memilih Kristus.(Calvinisme)

Jadi, sebelum kita meneliti apa yang  telah Allah firmankan di  dalam Alkitab tentang siapa yang mendapatkan anugerah keselamatan, mari kita mempertimbangkan beberapa pemiikiran …

Pertanyaannya akan terselesaikan jika kita dapat menemukan satu saja ayat yang jelas menyatakan:

Orang berdosa dapat datang kepada Kristus. Atau

Orang-orang berdosa dapat datang kepada Kristus. Atau

adalah mungkin bagi orang berdosa untuk datang kepada Kristus.

Logika atau alasan manusia  tidak  pernah dapat  menjelaskan  pernyataan bahwa orang-orang berdosa mempunyai ‘ kemampuan untuk datang kepada Kristus.

Atau, pertanyaan tersebut terselesaikan jika kita dapat menemukan hanya satu ayat yang jelas menyatakan:

Orang yang berdosa tidak dapat datang kepada Kristus. Atau

Orang-orang berdosa tidak dapat datang kepada Kristus. Atau

Adalah mustahil bagi orang berdosa untuk datang kepada Kristus.

Sekali lagi, logika atau alasan manusia tidak pernah bisa menjelaskan pernyataan yang jelas bahwa orang-orang berdosa tidak mampu untuk datang kepada Kristus.

Kesalahan Doktrinal banyak disebabkan karena menekankan satu ayat dan mengabaikan banyak ayat yang lain

Kesalahan interpretasi ini umum dibuat oleh penganut sekte rahasia  Kristen. Saksi Yehuwa adalah contoh yang baik. Anda mengutip ayat tentang keilahian Kristus. Kemudian, mereka menjawab dengan mengatakan, “Tapi, bagaimana dengan ayat yang lain?” (Seolah-olah mereka membuat ayat ayat Anda palsu ). Bila Anda mendengar jawaban, “Tapi, bagaimana dengan ayat ini,” ini mungkin merupakan tanda menafsirkan Alkitab menurut dirinya sendiri.

Alih-alih mengharmonisasikan kedua ayat yang sama-sama benar, Saksi Yehuwa menafsirkan satu ayat dengan mengorbankan ayat yang lainnya. Akibatnya, satu ayat benar, sedangkan ayat lainnya adalah palsu, atau tidak diinterpretasikan sama sekali. Mereka menafsirkan Kitab Suci sebagai “baik / atau,”  atau sebagai “baik / dan.”

Jika Anda  memiliki interpretasi untuk ayat atau sekumpulan ayat-ayat yang tidak cocok dengan tafsiran ayat-ayat yang lain ( tidak bisa diharmoniskan), hal ini merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang salah dengan sistem teologi Anda. Ketika suatu ayat tidak dapat masuk ke sistem teologi  anda, saatnya untuk mempertimbangkan kembali sistem teologi yang Anda anut.

“Jika Anda tidak memiliki interpretasi untuk ayat atau sekumpulan ayat-ayat, maka ayat-ayat tersebut akan selalu salah ditafsirkan.

 Bagaimana dengan kehendak bebas?

Ungkapan “kehendak bebas” ditemukan di dalam Alkitab sebanyak 16 kali. Semuanya berarti “sukarela.” Lima belas diantaranya dipakai berkenaan dengan korban sukarela. Tidak satupun dari  keenambelas ayat tadi menyatakan “kehendak bebas” untuk mendapatkan keselamatan. Gagasan bahwa manusia memiliki “kehendak bebas” tidak tergantung dari pemerintahan Allah, mungkin  berasal darin filsafat kafir  Yunani.

“… Gagasan bahwa manusia memiliki ‘kehendak bebas’ tidak tergantung pada pemerintahan Allah, mungkin  berasal dari  filsafat kafir Yunani.”

Mereka yang menggunakan Frasa “Kehendak Bebas” Jarang mendefiniskannya.

“Kehendak bebas” adalah topik yang diterima oleh banyak orang, tapi hanya sedikit yang mendefinisikannya. Jika “kehendak bebas” didefinisikan sebagai kemampuan dan keinginan untuk  menerima Kristus , maka hal itu akan bertentangan dengan 13 ayat-ayat pada kolom kanan di atas. Tetapi, jika “kehendak bebas” didefinisikan sebagai kebebasan untuk membuat pilihan,” maka manusia memiliki “kehendak bebas.”

Kita memiliki kehendak bebas dalam arti kita bebas (secara sukarela) untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan dan kemampuan yang kita miliki. Tuhan akan mempengaruhi kita melalui keadaan, pikiran, dan kekuatan sehingga kita secara sukarela bersedia (mau) untuk melakukan kehendak-Nya. Mungkin kalimat yang lebih baik dari “kehendak bebas” adalah “kehendak sukarela.”

Anda mungkin akan terkejut menemukan fakta bahwa banyak orang Kristen Protestan mempercayai pandangan  tentang “kehendak bebas” milik Katolik khususnya dari Serikat Jesuit. Menurut Gereja Katolik orang-orang berdosa memiliki keinginan dan kemampuan untuk “mempersiapkan diri dan bekerja sama” dengan Roh Kudus untuk memperoleh keselamatan. Mereka tidak memahami bahwa sejak kejatuhan dalam dosa, manusia mati secara rohani, buta, dan tuli, tanpa keinginan atau kemampuan untuk memilih Kristus. Mereka tidak melihat perlunya Allah memberi kelahiran baru, iman, dan pertobatan, sebelum orang berdosa itu  bisa “berkehendak bebas” untuk memilih Kristus.

Banyak Orang Protestan Percaya Pandangan Katolik Roma –Jesuit tentang Kehendak Bebas.

(Konsili Trente Roma Katolik (1563), Sesi Keenam: Pembenaran)

Canon IV. Bila ada orang mengatakan bahwa kehendak bebas manusia, yang dipicu dan digerakkan oleh Allah, tidak menyetujui dan bekerja sama dengan kehendak Allah, selaku sang Pemicu dan Penggerak, agar dapat menyesuiakan dan mempersiapkan dirinya untuk pembenaran; bila selanjutnya ada orang yang menyatakan bahwa kehendak manusia itu tidak aktif, dan semata-mata pasif; maka terkutuklah orang demikian!

Canon V. Bila ada seseorang mengatakan  bahwa semenjak kejatuhan Adam, kehendak manusia itu menjadi terhilang dan padam; atau bahwa kehendak tersebut sekedar merupakan sebuah simbol, sebuah label, tanpa esensi, dan sebuah mitos yang diperkenalkan oleh Iblis kepada Gereja, maka terkutuklah orang demikian!

Sebenarnya, Anda mungkin sudah percaya bahwa  kehendak Tuhan mengatur / mengontrol kehendak manusia, tetapi Anda tidak tahu hal itu …

4 Contoh Bagaimana kehendak Tuhan mengatur kehendak manusia

1. Inspirasi Alkitab
2. Infalibilitas dari nubuatan Alkitab
3. Jaminan keselamatan kekal
4. Surga/  bumi baru

1. Inspirasi Alkitab: Apakah Anda percaya pada inspirasi dan ketidakmungkinsalahan Kitab Suci? Jika demikian, maka Anda percaya Tuhan mengatur pekerjaan para penulis Alkitab. Mereka tidak memiliki “kehendak bebas” untuk menulis kesalahan dalam Alkitab. Syukurlah, Tuhan terus menjaga kehendak mereka dari kesalahan.

” Segala tulisan  diilhamkan Allah ” (2 Tim. 3:16)

2. Kebenaran mutlak Nubuatan Alkitab: Apakah Anda percaya nubuat Alkitab tidak bisa salah? Jika demikian, maka Anda percaya Tuhan mengatur kehendak para nabi. Mereka tidak memiliki “kehendak bebas” untuk bernubuat yang salah. Allah mengilhami para nabi Perjanjian Lama untuk bernubuat secara akurat mengenai kedatangan Mesias. Selama proses inspirasi, Allah  mempengaruhi dan memerintah kehendak para nabi untuk menjaga mereka dari kesalahan:

” nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.  (2 Pet. 1: 20-21)

Itulah sebabnya ujian terhadap nabi yang benar vs nabi palsu adalah ketepatan nubuat mereka (Ul. 18:21-22.) Jika para  nabi  berkarya menurut kehendaknya sendiri, bebas dari kontrol Allah, maka mereka tidak  mungkin  mampu meramalkan kelahiran Kristus dari perawan, kota kelahiran-Nya, penderitaan dan kematian-Nya, kebangkitan-Nya, kedatangan-Nya yang kedua kali, dll.

3. Keamanan Kekal: Apakah Anda percaya pada “keamanan kekal?” Jika demikian, maka Anda percaya bahwa Allah mengatur kehendak orang percaya. Kebanyakan orang Kristen setuju bahwa mereka tidak dapat meningglkan Kristus sampai akhirnya. Orang Kristen tidak memiliki “kehendak bebas” untuk menjadi atheis atau penyembah setan. Syukurlah, Tuhan mempengaruhi kehendak kita untuk menjaga agar kita dapat percaya dan tekun di  dalam Dia sampai akhir.

” Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. ” (Yehezkiel 36:26-27)

” karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya ” (Filipi 2:13)

4. Surga / Bumi Baru: Akhirnya, bahkan jika Anda tidak percaya tentang keamanan kekal di  dalam hidup ini, Anda kemungkinan besar percaya bahwa orang Kristen nantinya tidak dapat meninggalkan surga atau bumi baru. Jika demikian, maka Anda percaya Allah mengatur/ mengontrol kehendak umat-Nya.  Di surga tak seorang pun bebas untuk pergi dan memilih ke neraka. Allah akan membuat mereka rela di surga selamanya.

Jadi, jika Anda percaya pada ketidakmungkinsalahan Alkitab, infalibilitas kenabian, atau keamanan kekal, maka anda sudah percaya bahwa manusia tidak memiliki 100% “kehendak bebas.” Kehendak Allah  mengatur/mengontrol berdaulat atas kehendak kita. Dan, aku senang Dia melakukannya pada diriku, bagaimanakah dengan Anda?

“Jadi, jika Anda percaya pada ketidakmungkinsalahan Alkitab, infalibilitas kenabian, atau keamanan abadi, maka anda sudah percaya bahwa manusia tidak memiliki 100% “kehendak bebas.” Kehendak Allah  mengatur/mengontrol berdaulat atas kehendak kita”

 23 Pertanyaan Untuk Calvinisme vs Arminianisme

Di bawah ini, Anda akan melihat 23 pertanyaan sederhana yang dirancang untuk membantu Anda memahami apa yang telah Allah firmankan di  dalam Alkitab tentang bagaimana kita datang kepada Kristus. Beberapa ayat secara eksplisit menjawab pertanyaan-pertanyaan, sementara yang lain menawarkan prinsip implisit untuk Anda pertimbangkan.

Memang, beberapa  jawaban mungkin tidak lengkap.(Anda dapat melengkapinya dengan sebelumnya  menambahkan di setiap jawaban frase, “menurut ayat ini…. ) Namun, secara keseluruhan, ayat-ayat ini merupakan saksi yang kuat tentang kedaulatan Allah atas keselamatan kita.

Semua orang Kristen percaya bahwa manusia membuat pilihan. Masalahnya adalah bagaimana kita memilih Kristus – oleh faktor yang ada di dalam diri kita yaitu  kemampuan diri dan keinginan, atau faktor dari luar diri kita yaitu  kemampuan dan keinginan yang diberikan oleh Tuhan? Dan, jika Allah memberikan kemampuan dan keinginan-Nya kepada kita, bisakah kita menolak,  ataukah Allah yang menang ?

1. Apakah kehendak Anda bebas dari kontrol setan, ya atau tidak?

” Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, … (Luk. 13:16)

” terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya”

 (2Tim. 2:26)

2. Apakah kehendak Anda  bebas dari kontrol dosa, ya atau tidak?

” Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri “. (Amsal. 5:22)

“Barangsipa  yang berbuat dosa adalah hamba dosa ” (Yoh. 8:34)

” sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan.” (Kis 8:23)

” memang kamu hamba dosa  (Roma 6:17)

” Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci (Tit. 3:3)

” Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, “. (2 Pet. 2:19)

3. Apakah Allah berdaulat & memegang kendali atas kehendak manusia termasuk kehendak Anda, tidak atau ya?

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar (Kej. 50:20)

” Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi”  (Kel.  4:21)

“TUHAN membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu, sehingga memenuhi permintaan mereka. Demikianlah mereka merampasi orang Mesir itu.”  (Kel. 12:36)

Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku “ (Keluaran 14:17)

” Tetapi Sihon, raja Hesybon, tidak mau memberi kita berjalan melalui daerahnya, sebab TUHAN, Allahmu, membuat dia keras kepala dan tegar hati, dengan maksud menyerahkan dia ke dalam tanganmu. “(Ul. 2:30)

Karena TUHAN yang menyebabkan hati orang-orang itu menjadi keras” (Yosua 11:20)

” maka Allah membangkitkan semangat jahat di antara Abimelekh dan warga kota Sikhem, sehingga warga kota Sikhem itu menjadi tidak setia kepada Abimelekh” (Hakim-Hakim. 9:23)

 Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: “Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda.”.  (2 Sam. 24:1)

” Karena itu, sesungguhnya TUHAN telah menaruh roh dusta ke dalam mulut semua nabimu ini”  (1 Raja-raja 22:23)

Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh,” (Ezra 1:1-3)

“Tuhan Ia telah memalingkan hati raja negeri Asyur kepada mereka,“(Ezra 6:22)

” diubah-Nya hati mereka untuk membenci umat-Nya, untuk memperdayakan hamba-hamba-Nya. (Mazmur 105:25)

Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya”. (Amsal 16:9)

” Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini”. (Amsal 21:1)

“Celakalah Celakalah Asyur, yang menjadi cambuk murka-Ku dan yang menjadi tongkat amarah-Ku! Aku akan menyuruhnya …. Aku akan memerintahkannya… tidak demikian maksudnya dan tidak demikian rancangan hatinya, melainkan niat hatinya ialah hendak memunahkan dan hendak melenyapkan tidak sedikit bangsa-bangsa “(Yesaya. 10:5-7)

” TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? Tangan-Nya telah teracung, siapakah yang dapat membuatnya ditarik kembali?”  (Yes. 14:27)

” Akulah yang berkata tentang Koresh: Dia gembala-Ku; segala kehendak-Ku akan digenapinya .. (Yes. 44:28)

” Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah, sehingga mereka takut kepada-Ku sepanjang masa untuk kebaikan mereka dan anak-anak mereka yang datang kemudian. (Yer. 32:39)

” Aku akan menaruh takut kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku”. (Yer. 32:40)

” Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.  Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.” (Yehezkiel 36:26-27)

” karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun.

Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorang pun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: “Apa yang Kaubuat? (Dan 4:34-35)

” Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu (Kis 4: 27-28)

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah “ (Rm. 8:28)

” “Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?” (Roma 9:19)

” Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.“. (1 Kor. 12:11)

” karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. “ (Filipi 2:13)

” “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu..” (Yak. 4:15)

” Sebab Allah telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Allah telah digenapi. “ (Wahyu 17:17)

Apakah Tuhan mengongtrol segala sesuatu, dan berdaulat atas segala sesuatu?

Wow! Dapatkah Allah membuat yang lebih jelas lagi bahwa Dia menguasai dan berdaulat atas kehendak kita? Apa yang kami katakan adalah: Allah yang memegang kendali dalam segala hal, termasuk keselamatan manusia. Dia berdaulat atas segala sesuatu, termasuk dalam hal keselamatan. Kebanyakan orang Kristen mengakui bahwsa  Allah mengontrol segala sesuatu hanya dalam pengertian umum dan samar-samar. Tapi, Dia memberitahu kita bahwa  Dia mengendalikan setiap detail yang ada di alam semesta, bahkan keputusan Anda, dan jumlah rambut di kepala Anda.

Akibat Kejatuhan, Apakah Adam & keturunannya yang terhilang
mempunyai Keinginan dan Kemampuan untuk datang kepada Kristus?

4. Setelah Adam dan Hawa berdosa, mereka mencari Tuhan, atau bersembunyi dari-Nya?

” Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah “(Kejadian 3:8)

5. Apakah Adam yang memulai kontak dengan Tuhan, atau apakah Tuhan yang memulai kontak dengan Adam?

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau? “?” (Kejadian 3:9)

 6. Sebagai orang  yang jatuh dalam dosa, Anda hanya sakit rohani, atau mati secara rohani?

” sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati(Kejadian 2:17)

” Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.. sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -“(Ef. 2:1, 5)

“Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranm …. telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia “(Kolose 2:13)

Orang yang mati secara rohani tidak bisa membangkitkan / menghidupkan dirinya sendiri. Mereka harus dibangkitkan oleh Allah.

7. Bisakah Anda melihat (secara rohani) Injil, atau Anda  buta secara rohani?

Tetapi sampai sekarang ini TUHAN tidak memberi kamu akal budi untuk mengerti atau mata untuk melihat atau telinga untuk mendengar  (Ul. 29:4)

Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.” (Mat 13:13-15)

” supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?”Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga:

 “Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka. “” (Yoh. 12:38-40)

” untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, “(Kis 26:18)

” Tidak ada seorang pun yang berakal budi, (Roma 3:11)

” Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul “. (2 Kor. 3:14)

” Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. (2 Kor. 4:3-4)

Orang buta tidak dapat melihat, sampai Allah memberi mereka penglihatan.

8. Bisakah Anda mendengar (secara rohani) Injil rohani, atau Anda tuli secara rohani?

” Tetapi sampai sekarang ini TUHAN tidak memberi kamu akal budi untuk mengerti atau mata untuk melihat atau telinga untuk mendengar  (Ul. 29:4)

“Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka “ (Mat 13:13-15)

9. Ketika Anda masih mati secara rohani, buta, & tuli, apakah Anda menginginkan dan mencari Tuhan, ya atau tidak?

” Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata“.(Kejadian 6:5)

” manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. “ (Yoh. 3:19)

” barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu,  (Yoh. 3:20)

“Pembenci Allah” (Roma 1:30)

“, tidak ada seorang pun yang mencari Allah“. (Roma 3:11)

“”Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku.” (Rm. 10:20)

10. Apakah mereka yang bukan domba karena  tidak percaya, atau mereka tidak percaya oleh karena mereka bukan domba?

“tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku”.(Yoh. 10:26)

11. Ketika Anda masih mati secara rohani, tuli & buta, apakah Anda dilahirkan kembali oleh kehendak Anda, atau kehendak Allah?

” orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan (kehendak) seorang laki-laki, melainkan dari Allah (Yoh. 1:13)

” Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.” (Rm. 9:16)

” Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita  (melahirbarukan kita) oleh firman kebenaran “(Yak. 1:18)

Berapa banyak bagian dari kehendak Anda di dalam proses pembuahan Anda sendiri secara fisik?  Tidak ada! Orangtua Anda mengandung Anda dengan kehendak mereka sendiri. Seperti halnya dengan kelahiran fisik, demikian juga dalam kelahiran rohani. Anda tidak meminta untuk dilahirkan secara rohani. Bapa-lah yang melahirbarukan Anda.

Lalu, muncul pertanyaan, “Jika orang berdosa yang  mati, tuli, dan buta tidak dapat datang kepada Kristus, lalu bagaimana mereka datang kepada Kristus?” Apakah Tuhan memberikan kelahiran baru karena mereka percaya, atau supaya mereka dapat percaya? Dengan kata lain, apakah iman yang  menyebabkan kelahiran baru, atau kelahiran baru yang  menyebabkan adanya iman?

Untuk percaya bahwa orang yang sudah  jatuh dalam dosa, mati, tuli,  buta bertobat dan percaya untuk dilahirkan kembali adalah seperti mendapatkan kereta sebelum ada kuda. Logikanya,  mereka pasti dilahirkan kembali secara rohani, sebelum mereka bisa bertobat dan percaya di dalam Kristus.

Nah, pertanyaan manakah yang lebih dahulu, iman atau kelahiran baru,  adalah tidak relevan – karena Allah tidak hanya memberikan kelahiran baru, tetapi juga iman dan pertobatan, sehingga Dia mendapatkan semua pujian dan kemuliaan, seperti yang akan Anda lihat di bawah …

12. Apakah Allah menentukan pengangkatan Anda sebagai anak-Nya dan menjadi ahli waris kerjaan sorga  sesuai dengan kehendak Anda, atau kehendak-Nya?

 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan ….  Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya  (Ef. 1:4-5)

” kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya – (Ef. 1:11)

13. Apakah Tuhan memilih Anda karena Anda akan percaya, atau sehingga Anda dapat percaya?

” sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai  (2Tes. 2:13)

14. pilihan siapa yang membuat perbedaan yang pokok / utama, pilihan para rasul atau pilihan Allah?

” Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah“(Yoh. 15:16)

 

15. Yang akan menjadikan Paulus seorang rasul, apakah kehendaknya sendiri, atau kehendak Allah?

“Paulus, yang dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah “ (1 Kor. 1:1)

 16. Apakah Allah memanggil Anda sesuai dengan rencana (kehendak) Anda,  atau rencana-Nya?

” Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara “(Roma 8:28-29)

” Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman “(2 Tim. 1:9)

17. Siapa yang membuka hati Anda, Anda atau Tuhan?

” Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci “. (Luk. 24:45)

Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus“(Kis 16:14)

 18. Berapa banyak orang yang terhilang dipanggil / ditarik oleh Allah, semua atau hanya beberapa?

tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. (Matius 11:27)

” Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku  (Yoh. 6:44)

” Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. “(Roma 8:30)

19. Berapa banyak dari orang-orang yang  dipanggil / ditarik Allah akan menanggapi-Nya, beberapa atau semua?

”  semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya. “ (Kis 13:48)

dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya“(Roma 8:30)

” mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang. Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.(Roma 11:28-29)

20. Siapa yang yang menyebabkan Anda bertobat, Anda sediri atau Tuhan?

” Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. (Kis 5: 31)

“”Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.” (Kis 11:18)

” sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran”(2 Tim. 2:25-26)

21. Siapa yang yang menyebabkan Anda mempunyai iman, Anda atau Tuhan?

“… , orang-orang yang percaya oleh anugerah Allah.. (Kis 18:27 TBR )

” karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah”(Ef. 2:8)

” Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia… “ (Filipi 1:29)

Allah telah memilih kamu dari mulanya untuk diselamatkan… oleh Roh yang menyucikan kamu dan oleh imanmu di dalam kebenaran (2Tes. 2:13 TBR)

” Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang“(Yak. 1:17)

” Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan(Ibrani 12:2)

” mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. “(2 Pet. 1:1)

 22. Siapa yang membuat perbedaan dalam keputusan Anda untuk  Kristus, penginjil atau Allah?

” Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.” (1 Kor. 3:6-7)

23. Siapa yang membuat perbedaan dalam keputusan Anda untuk Kristus, Anda atau Tuhan?

” supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, …. Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan'” (1 Kor. 1:29-31)

 Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya.? (1 Kor 4:7)

” Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang (1 Kor. 15:10)

“Sebab oleh  karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, dan itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri “. (Ef. 2:8-9)

 Jika Anda membuat perbedaan dalam keputusan Anda untuk Kristus, maka Anda akan memiliki alasan untuk bermegah, bukan? Banyak yang memberikan Tuhan  99%  untuk keselamatan, dan untuk diri mereka sendiri 1%  ( yaitu keputusan mereka.) Apakah Anda memberikan SEMUA kemuliaan kepada Allah?

Manusia memberikan dosa,
Tetapi Tuhan memberikan Keselamatan

Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, keturunan mereka mati secara rohani, tuli, dan buta. Dan mereka secara bebas dan sukarela memilih dosa daripada Allah. Jadi, Alkitab selalu membuat orang  bertanggung jawab atas dosanya. Tuhan tidak pernah bertanggung jawab untuk dosa manusia.

Namun, sejak  kejatuhan Adam dan Hawa, Allah (dengan anugerah-Nya) memulai berhubungan dengan beberapa orang berdosa. Dia membuat  mereka lahir baru, memberikan  keinginan dan kemampuan yang baru untuk secara bebas dan sukarela memilih Allah. Jadi,  Alkitab  menyatakan bahwa Allah selalu memberikan anugerah keselamatan. Manusia tidak pernah mendapat anugerah setelah berusaha mencapai keselamatannya.

Anugerah yang tidak layak kita terima

Pujilah Dia, yang telah memilih beberapa orang untuk diselamatkan berdasarkan karena kasih karunia-Nya tidak pantas kita terima. Berdasarkan keadilan-Nya, Allah  bisa saja memilih tidak menyelamatkan seorangpun. Itulah yang Dia lakukan untuk malaikat yang telah jatuh. Mereka tidak memiliki rencana keselamatan Allah, tidak ada kesempatan untuk mendengar Injil dan diselamatkan. Mereka tidak pantas menerimanya, dan sebenarnya kita juga tidak pantas menerimanya!

Dia bisa saja  meninggalkan Adam dan Hawa dan semua  kita akan binasa di neraka. Dia tidak perlu merancang rencana keselamatan. Dia tidak berutang keselamatan kepada siapa pun. Dia bebas memilih untuk menebus orang-orang untuk diri-Nya, untuk memuji rahmat-Nya yang mulia.

Jadi, yang membuat perbedaan dalam hal  Anda menjadi seorang percaya: Penginjil, Anda, atau Allah? Siapa yang bisa mendapatkan pujian dan kemuliaan untuk keputusan Anda untuk menerina Kristus: Penginjil, Anda, atau Allah? Allah-lah yang  membuat perbedaan! Ya, Allah mendapat semua pujian dan semua kemuliaan untuk keselamatan kita!

Saudaraku, jika Dia telah memberi Anda karunia-karunia hidup baru, pertobatan, dan iman, maka sekarang ini tidakkah Anda dengan rendah hati akan tunduk, mengucapkan terima kasih kepada-Nya, dan menyembah Dia!

Jadi sekarang, siapakah yang membuat perbedaan dalam keselamatan Anda?

1. Jika Penginjil yang  membuat perbedaan dalam keselamatan seseorang:

Jika Anda adalah penginjil yang tidak sempurna, ada sedikit harapan Tuhan dapat memakai  Anda. Sebab, jika respon orang berdosa tergantung pada kejelasan dan pendekatan Penginjil dalam menyampaikan berita Injil, maka kita harus berputus asa dari usaha membuat orang menjadi orang percaya. Karena Penginjil yang paling persuasif, logis, dan jelas dalam mengabarkan Injil-pun sering ditolak. Hal ini dapat membuat kita sangat frustasi karena selalu ditolak ketika mengabarkan Injil.

2. Jika si pendengar membuat perbedaan dalam keselamatannya:

Jika Anda menyaksikan orang berdosa yang sangat keras hati, ada sedikit harapan Allah dapat menyelamatkan mereka. Sebab, jika respon orang-orang berdosa tergantung pada kepentingan, kecerdasan, moralitas, keinginan atau kemampuan mereka, maka kita pasti akan  berputus asa menantikan mereka berubah menjadi orang percaya.

Hati orang berdosa begitu mengeras oleh dosa yang ditunjukkan dengan penolakan kebenaran di dalam Kristus. Sering kali, hati mereka mengeras oleh agama palsu, kebanggaan, keserakahan, percabulan, atau beberapa dosa rahasia lainnya. Beberapa bahkan secara terbuka mengkritik Injil dan menolak Allah.

Orang-orang kafir menolak Kristus bukan hanya karena mereka tidak yakin Injil adalah benar. Jika mereka mencoba untuk mengklaim sikap skeptis mereka, sering kali hanya sebagai alasan untuk membenarkan dosa mereka. Mereka menolak Kristus karena mereka mencintai dosa dan membenci Allah. (dan, jika orang-orang kafir membuat perbedaan dalam keselamatan mereka sendiri, lalu bagaimana jika iman mereka tidak sempurna?)

3. Jika Tuhan yang  membuat perbedaan dalam keselamatan seseorang:

Kemudian ya, masih ada harapan Allah  dapat menggunakan bahkan penginjil  yang tidak sempurna, seperti Anda. Dan ya, masih ada harapan bahkan  bagi orang-orang berdosa yang terburuk. Bahkan Allah dengan kuasa-Nya dapat mengubah penyembah berhala yang keras hati seperti Raja Manasye. Dia juga bisa mengubah   penganiaya jemaat seperti Saul. Jika Allah yang  membuat perbedaan, maka dengan percaya diri kita dapat menginjili dalam kuasa-Nya untuk mengubah orang berdosa.

Menjadi saksi dengan percaya pada kuasa Allah

untuk menyelamatkan orang berdosa

Jadi, kita dapat bersaksi dengan percaya diri dalam kuasa Tuhan untuk mengubah orang-orang berdosa karena Dia-lah yang membuat perbedaan – tidak peduli seberapa keras hati para pendengar, dan tidak peduli bagaimana terampilnya  Anda dalam bersaksi. Sekarang, apakah  Anda mengerti Calvinisme, Arminianisme, lalu apa?

Sekarang, pergilah dan membawa kabar baik tentang Kristus yang disalibkan dan dibangkitkan, untuk semua bangsa. Jadikanlah mereka murid, baptislah mereka, dan ajarlah mereka. Sesungguhnya Dia akan selalu menyertai Anda sampai akhir zaman.

Bagaiama pandangan Anda tentang siapa yang membuat perbedaan dalam hal Anda diselamatkan, dan bagaima hal itu akan mempengaruhi sikap hidup Anda?

Apa yang Anda percaya tentang siapa yang membuat Anda diselamatkan akan mempengaruhi bagaimana Anda akan bersikap terhadap Injil, dan juga akan mempengaruhi hidup Anda …

  • Kerendahan hati?

Apakah Anda pernah bergumul dengan godaan akan  kebanggaan diri, memandang rendah orang-orang berdosa, tidak memiliki belas kasihan kepada mereka? Apakah Anda pernah merasa lebih baik dari mereka, karena Anda lebih bermoral atau lebih pintar dari mereka sehingga Anda dapat memilih Kristus dan mereka tidak?

  • Ucapan Syukur?

Apakah Anda kehilangan ucapan syukur yang segar kepada Tuhan atas keajaiban-Nya dalam menyelamatkan Anda?

  • Ibadah?
    Sejauh manakah hati Anda dipenuhi dengan hormat, heran, dan kasih kepada Tuhan atas “keselamatan yang begitu besar” yang ada di dalam diri Anda?
Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: