Oleh: kristenberea | Oktober 10, 2012

Apakah Arminianisme itu?

Arminianisme adalah sebuah ajaran soteriologis (keselamatan) di dalam pemikiran Kristen Protestan  berdasarkan ide-ide teologis dari   teolog Jacobus Arminius (1560-1609) dalam sejarah Reformasi Belanda. Ajaran Jacobus Arminius muncul sebagai akibat dari keyakinannya bahwa ajaran-ajaran Yohanes Calvin sehubungan dengan peran Allah dalam keselamatan, adalah tidak benar. Meskipun dia sebelumnya pernah menjadi pendukung Calvin dan menerima doktrin-doktrin Reformasi Belanda tentang kedaulatan mutlak Allah dalam keselamatan, predestinasi dan foreordination, ia berubah pikiran dan mengajar kepercayaan yang berbeda kepada para siswanya.  Pandangan yang mendasari keyakinannya  adalah gagasan bahwa Allah memilih seseorang berdasarkan kehendak bebas orang tersebut.  Dia percaya bahwa manusia dipengaruhi oleh dosa asal dan tidak dapat memilih Allah dalam kondisi itu, tetapi  Allah memberikan kepada manusia itu suatu anugerah khusus  yang menghilangkan pengaruh dari kejatuhan manusia  dan memungkinkan manusia untuk membuat pilihan mereka berdasarkan kehendak bebasnya.

Teologi Arminian merupakan kelanjutan atau penyempurnaan dari  Pelagianisme, ajaran dari biarawan Katolik  abad ke- 5. Jacobus Arminius  menyangkal bahwa ia adalah pendukung ajaran sesat Pelagian, karena dia tidak mengajar  konsep dosa asal seperti yang dilakukan Pelagius, tapi kenyataan tetap bahwa dua aliran kepercayaan yang sangat mirip dan akhirnya mengarah pada tindakan yang sama oleh orang percaya. Kesalahan doktrinal dalam Arminianisme adalah bahwa tindakan manusia mempunyai  kewenangan yang lebih besar dari kedaulatan Allah dan membuat Allah tunduk kepada tindakan manusia dan bukannya manusia tunduk pada tindakan Allah.  Banyak denominasi  telah mengadopsi teologi Arminian, termasuk John dan Charles Wesley yang mendirikan gereja Metodis, Pentakosta dan kebanyakan gereja karismatik , Sidang Jemaat Allah, Gereja Nazarene, Mennonite,  Advent Hari Ketujuh, Bala Keselamatan, Christian & Missionary Alliance dan banyak kelompok Baptis. Ini akan aman untuk mengatakan bahwa teologi Arminian merupakan unsur dominan dalam kebanyakan gereja Kristen saat ini , dan  pandangan Calvinis telah ditolak atau diabaikan. Ada pertentangan yang intensif  terjadi di dalam gereja atas isu ini, khususnya tentang pusat dari kesalamatan manusia yaitu pada kedaulatan mutlak Allah atau pada kehendak bebas manusia.

Sejarah

Jacobus Arminius adalah seorang pendeta Belanda dan teolog di  awal  abad 16 dan akhir abad 17. Dia pernah berada di bawah didikan   Theodore Beza  pengganti dan orang kepercayaan Jhon Calvin.  Tetapi ia menolak  beberapa  teologi Calvin, salah satunya  bahwa  Allah  tanpa syarat memilih beberapa orang untuk diselamatkan. Sebaliknya Arminius mengusulkan bahwa pemilihan Allah berdasarkan  iman seseorang, sehingga pilihan Allah  tergantung pada iman. Pandangan Arminius ditentang oleh Calvinis Belanda, khususnya Franciscus Gomarus, tetaapi Arminius meninggal sebelum sinode nasional untuk membahas pandangannya tersebut terlaksana.

Pengikut Arminius tidak ingin  mengadopsi nama pemimpin mereka dan  menyebut diri mereka Remonstrants.  Arminius meninggal sebelum ia bisa memenuhi permintaan dari Gereja Belanda  untuk  menguraikan pandangannya.  Sebagai gantinya Remonstrants menjawab dengan  Lima Point bantahan terhadap ajaran Calvin.

Untuk menanggapi Lima Point Armenian tersebut, gereja Reformasi Belanda mengadakan sidang  sinode nasional di Dordrecht pada Tahun 1618-1619. Sidang ini juga dihadiri utusan  gereja-gereja reformasi dari negara lain. Sidang Sinode tersebut memutuskan bahwa Kelima Point Armenian  dinyatakan sebagai ajaran sesat sekaligus mengutuknya. Sidang juga membantah kelima Point Armenianisme dengan Lima Point Calvinisme

Para Remonstrants tidak konsisten dengan pemikiran soteriologis dari Arminius. Beberapa, seperti Philip von Limborch, bergerak ke arah yang terbaik yaitu semi-Pelagianisme  atau ke arah yang terburuk yaitu Socinianism atau rasionalisme.

Di Belanda para Armenian  telah dicoret dari keanggotaan gereja Reformasi, dipenjarakan, dibuang, dan bersumpah untuk tidak melanjutkan ajaran Armenius. Dua belas tahun kemudian Belanda secara resmi memberikan perlindungan kepada  Arminianisme sebagai agama, meskipun permusuhan antara Arminians dan Calvinis terus berlanjut.

Ajaran

Armenianisme telah mengalami perkembangan sedemikian rupa sehingga bukan lagi murni ajaran dari Armenius. Berikut ajaran Armenianisme yang paling umum berkembang di gereja-gereja saat ini.

  • Kehendak Bebas atau kemampuan manusia. 

Meskipun sifat manusia dipengaruhi serius  oleh kejatuhan dalam dosa, rohani manusia tidak ditinggalkan dalam keadaan tak berdaya secara total. Tuhan memberi kemungkinan setiap orang berdosa untuk bertobat dan percaya tanpa mengganggu kebebasan manusia. Setiap orang berdosa memiliki suatu kehendak bebas, dan tujuan kekal bergantung pada bagaimana ia menggunakannya. Kebebasan Manusia mempunyai kemampuan untuk memilih kebaikan atau kejahatan dan dalam hal-hal rohani; kehendak manusia tidak diperbudak oleh sifat dosa. Orang berdosa memiliki kekuatan untuk  bekerja sama dengan Roh Allah untuk dilahirkan kembali atau menolak anugerah Allah dan binasa. Orang berdosa kehilangan pertolongan Roh Kudus, tetapi ia tidak harus dilahirkan kembali oleh Roh sebelum ia dapat percaya, iman adalah  tindakan manusia dan mendahului kelahiran baru. Iman adalah pemberian orang  berdosa kepada Allah, dan kontribusi bagi keselamatan manusia.

  • Pemilihan Bersyarat.

Pilihan Allah untuk menyelamatkan  individu-individu tertentu sebelum dunia dijadikan didasarkan pada pengetahuan sebelum-Nya bahwa mereka akan menanggapi panggilan-Nya. Dia memilih hanya orang-orang yang Dia tahu akan  percaya Injil berdasarkan kehendak bebas mereka. Oleh karena itu pemilihan ditentukan oleh atau disyaratkan pada apa yang manusia akan lakukan. Iman yang akan Allah anugerahkan berdasarkan pilihan-Nya, tidak diberikan kepada orang berdosa oleh Allah (bukan diciptakan oleh kekuatan regenerasi Roh Kudus), tetapi semata-mata dari kehendak bebas manusia. Iman itu akan  diserahkan sepenuhnya kepada manusia yang akan percaya.  Allah memilih orang-orang yang Dia tahu akan memilih Kristus berdasarkan kehendak bebas mereka sendiri. Jadi  penyebab utama keselamatan bukan karena Allah memilih orang berdosa tetapi karena orang berdosa yang  memilih Kristus.

  • Penebusan Universal atau pendamaian umum.

Karya penebusan Kristus  memungkinkan setiap orang untuk diselamatkan tetapi tidak benar-benar menjamin keselamatan siapa pun. Meskipun Kristus mati untuk semua orang dan untuk setiap orang, tetapi hanya mereka yang percaya kepada-Nya akan diselamatkan. Kematian-Nya memungkinkan Allah mengampuni orang berdosa dengan syarat bahwa mereka percaya, tetapi tidak benar-benar menyingkirkan dosa-dosanya siapa pun. Penebusan Kristus menjadi efektif hanya jika manusia memilih untuk menerimanya.

  • Roh Kudus dapat secara efektif ditolak. 

Roh Kudus memanggil manusia untuk diselamatkan melalui undangan Injil. Dia melakukan semua  yang dapat membawa setiap orang berdosa untuk keselamatan. Tetapi karena manusia itu bebas, ia  dapat menolak panggilan Roh Kudus. Roh tidak dapat melahirbarukan orang berdosa sampai ia percaya; iman (yang merupakan kontribusi manusia) mendahului dan memungkinkan kelahiran baru. Dengan demikian, kehendak bebas manusia itu membatasi Roh dalam penerapan  karya Kristus yang menyelamatkan. Roh Kudus hanya dapat menarik  orang-orang kepada Kritus sebatas mereka yang mengijinkan Dia untuk bekerja di dalam kehidupannua. Sampai orang berdosa merespon, Roh Kudus tidak bisa memberikan kehidupan dan  anugerah Allah. Oleh karena itu, pekerjaan Roh Kudus dapat dikalahkan, bisa-dan sering ditolak dan digagalkan oleh manusia.

  • Jatuh dari kasih karunia.

Orang-orang yang beriman dan benar-benar diselamatkan dapat kehilangan keselamatan mereka jika gagal menjaga  iman mereka. Semua Arminian belum disepakati pada point ini, beberapa menganggap bahwa orang percaya selalu aman di dalam Kristus, bahwa orang berdosa yang sudah dilahirbarukan tidak pernah bisa hilang.

Menurut Arminianisme, keselamatan dicapai melalui usaha gabungan dari Allah (yang mengambil inisiatif) dan manusia (yang harus merespons); respons manusia menjadi faktor yang menentukan. Tuhan telah menyediakan keselamatan bagi semua orang, tapi ketentuan-Nya menjadi efektif hanya bagi mereka yang dengan kehendak bebas mereka sendiri memilih untuk bekerja sama dengan Dia dan menerima tawaran anugerah-Nya. Point pentingnya adalah kehendak manusia memegang peranan yang menentukan, sehingga manusia, bukan Tuhan, yang akan menentukan penerima anugerah keselamatan.

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: