Oleh: kristenberea | Februari 13, 2009

Kesalahan dalam menilai mujizat

1. Setiap hamba Tuhan yang dalam pelayanannya banyak terjadi mujizat, pastilah hamba Tuhan yang sejati dan diutus oleh Tuhan.
Dalam berbagai debat yang menyangkut seorang hamba Tuhan, walaupun ajarannya telah benar-benar menyimpang dari Alkitab, tetap saja jemaatnya menyakini bahwa pendeta/pemimpinnya benar-benar utusan Tuhan yang dibuktikan dengan mujizat-mujizat yang terjadi di dalam pelayanannya. Benarkah demikian?
Berita Alkitab:
Memang benar bahwa salah satu cara Tuhan untuk membuktikan bahwa seseorang adalah Rasul-Nya melalui tanda-tanda ajaib / mujizat yang menyertainya.
2 Korintus 12:12
Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.
Ibrani 2:4
Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya. Tetapi harus diingat juga, bahwa pada akhir zaman ini, justru nabi-nabi palsu dan mesias-mesias palsu-lah yang paling banyak membuat mujizat dan tanda-tanda yang dahsyat!
Matius 7:22
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Matius 24:24
Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
2 Tesalonika 2:9 ,10
Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.
Wahyu 16:14
Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa.

Salah satu tanda dari akhir zaman adalah:
1) Banyak nabi palsu dan mesias (yang mengaku diurapi oleh Allah) palsu akan bermunculan dan mengadakan tanda-tanda ajaib dan mujizat-mujizat.
Kalau kita baca perikop Matius 7: 15 – 23 dan Matius 13: 24 – 30, 36 – 43 sudah jelas bahwa nabi-nabi palsu dan orang-orang yang menganggap dirinya diurapi oleh Tuhan ini ada di dalam gereja dan secara kasat mata tidak bisa dibedakan dengan orang Kristen sejati. Sama seperti sulitnya membedakan gandum dan lalang, demikian juga sulit untuk membedakan nabi-nabi palsu dan mesias-mesias palsu dengan nabi dan utusan Tuhan yang sejati. Yang jelas diantara hamba-hamba Tuhan dan orang-orang yang mengaku diurapi khusus oleh Tuhan dan yang saat ini ada di gereja-gereja pasti banyak yang palsu. Yang pasti, kepalsuan mereka akan sangat jelas pada saat penghakiman nanti:
Matius 7: 23
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
So: meskipun mereka melakukan mujizat dan tanda ajaib demi Nama Tuhan Yesus, Tuhan tidak pernah mengenal mereka, apalagi mengutus mereka. Lalu dari mana mujizat dan tanda ajaib yang mereka buat?
Matius 13: 41-43
Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Siapakah yang dijadikan sasaran empuk oleh nabi dan mesias palsu tersebut!

a. Mereka yang suka akan hal-hal yang “supranatural’ dan mudah percaya akan setiap muizat.

b. Mereka yang lebih suka cerita-cerita yang spektakuler dan menggebohkan dari pada pemberitaan yang Alkitabiah ( 2 Tes 2: 10)
Untuk itu, hati-hatilah terhadap “hamba-hamba” Tuhan yang lebih banyak mengobral Mujizat dari pada pemberitaan Firman Tuhan yang Alkitabiah. Hati-hatilah terhadap “hamba-hamba” Tuhan yang lebih banyak menyampaikan kesaksian-kesaksian yang hebat-hebat tetapi sedikit (bahkan tidak pernah) memberitakan kebenaran yang dihasilkan dari penyelidikan Alkitab yang sungguh-sungguh dan mendalam. Waspadalah – waspadalah.


2) Dengan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dahsyat, nabi-nabi dan orang-orang yang mengaku diurapi ini akan berhasil menggaet para pemimpin dan tokoh-tokoh yang penting di banyak negara. (Wahyu 16: 14)
Jadi; jangan heran dan bahkan terkagum-kagum dengan “hamba-hamba” Tuhan yang berhasil medapatkan jemaat dari kalangan orang penting dan berpengaruh di negara ini, karena kemungkinan besar mereka adalah nabi-nabi palsu
Nah, agar Anda terhindar dari tipu daya nabi-nabi palsu dan orang-orang yang mengaku mendapat urapan khusus dari Tuhan caranya mudah:
a. Jangan percaya setiap “hamba Tuhan” yang mengandalkan muzijat dan mengaku dirinya diurapi khusus oleh Tuhan. Ujilah mereka dengan melihat apakah berita yang disampaikan Alkitabiah atau ngacau, cuma comot ayat sana-sini, nah untuk itu;
b. Banyaklah belajar kebenaran Firman Tuhan.


2. Untuk mengalami mujizat harus hidup suci dan punya iman yang hebat!
Ada seseorang yang sedang sakit dan dan dilayani oleh seorang “hamba Tuhan”. Walaupun “hamba Tuhan” itu telah berdoa mati-matian eh, penyakit orang itu tidak juga sembuh-sembuh. Untuk amannya sang “hamba Tuhan” tadi langsung memvonis: Anda pasti masih nyimpen dosa atau kalau tidak, iman Anda belum beres! Enak sekali….. sang “hamba Tuhan” tersebut ngomong ya!
Dalam beberapa kasus yang terjadi di Alkitab memang Tuhan Yesus pernah berkata: “Imanmulah yang meyembuhkan engkau”, tetapi ada beberap kasus lainnya mujizat kesembuhan terjadi justru ketika seseorang masih berdosa dan belum mengenal (apalagi beriman pada) Tuhan Yesus.
Contoh :
a.Kasus penyembuhan orang yang sudah 38 tahun sakit di kolam Betesda (Yoh 5: 1-18)
Pada ayat 13,14 jelas bahwa ketika orang itu sudah sembuh ia belum mengenal Yesus dan dosanya baru diampuni setelah sembuh.
b. Kasus orang buta yang dicelikkan oleh Tuhan Yesus ( Yoh. 9)
Dari ayat 35 – 39 jelas bahwa orang yang disembuhkan tersebut baru percaya kepada Tuhan Yesus setelah sembuh / mengalami mujizat. Dan orang tersebut buta bukan karena dosanya tetapi karena rencana Allah dimana melaluinya Allah akan dimuliakan.
Di sisi lain, ada orang yang beriman dan hidup baik, toh ketika mereka berdoa mohon mujizat kesembuhan, Tuhan juga tidak mau sembuhkan( contoh Paulus dan Timotius). Jadi, mujizat (misalnya kesembuhan) tidak tergantung pada manusia (baik hamba Tuhan maupun yang sakit), tetapi semata-mata tergantung pada otoritas / kedaulatan dan kehendak Tuhan! Inilah mujizat / kesembuhan yang sejati.
Kalau seorang hamba Tuhan memang berada di bawah otoritas dan kedaulatan Tuhan, cukup hanya sekali ucap; “sembuhlah engkau!”, maka orang itu pasti sembuh. Jadi tidak usah berteriak-teriak dan berulang-ulang mengucap ; ‘sembuh!”….. “sembuh!” …. Dan kalau ternyata tidak sembuh-sembuh juga, langsung memvonis : pasti masih ada dosa atau iman Anda nggak beres! Kasihan deh lu yang mengikuti “hamba Tuhan” seperti ini! Waspadalah ….


3. Adanya muzijat dan tanda-tanda yang dahsyat membuat orang mudah percaya pada Tuhan Yesus.
Ada banyak “hamba Tuhan” yang menjadikan mujizat sebagai “program unggulan” untuk mencari jemaat. Program-program siaran rohani di Radio dan Televisi banyak yang menjanjikan “mujizat akan terjadi bagi setiap Anda yang mendengarkan siaran ini atu melihat tayangan ini”. Benarkah dengan menawarkan mujizat lantas banyak orang yang percaya pada Tuhan Yesus? Memang, ada beberapa kasus yang demikian. Mujizat yang dialami oleh orang sakit selama 38 tahun dan orang buta di atas ( point 2a dan 2b) membuat mereka percaya pada Tuhan Yesus, tetapi pada kasus lain tidak demikian.
Matius 11:20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: Yohanes 12:37
Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya,
Dari dua ayat di atas saja sudah cukup membuktikan bahwa banyaknya mujizat yang terjadi (padahal ini mujizat yang sejati) tidak menjamin banyak orang mau percaya kepada Tuhan Yesus. Saat ini yang terjadi justru sebaliknya, mujizat-mujizat yang ditawarkan oleh para “hamba Tuhan” membuat banyak orang:
1) Kecewa kepada Tuhan Yesus!
Begitu banyaknya tawaran dan nubuatan : Tuhan pasti sembuhkan, Tuhan pasti buat mujizat, membuat banyak orang punya kepercayaan ikut Tuhan itu enak lho, sakit tinggal perintah Tuhan Yesus sembuhkan saya, saya pasti sembuh. Kesulitan ekonomi? Tinggal doa dalam nama Tuhan Yesus uang datang…. Eh ada orang kasih uang dsb.
Tapi apa yang terjadi? Justru penderitaan demi penderitaan lah yang dialami, sakit bertahun-tahun tidak sembuh, utang numpuk dimana-mana. Lalu mereka berteriak : Tuhan dimana Engkau? Dimana KuasMu? Mengapa Kau biarkan anak-ku diperkosa, mengapa Kau biarkan anakku terlantar di jalanan, katanya Engkau pasti buat mujizat dan kuasaMu tidak terbatas!

Ingat! Tuhan sudah peringatkan:
Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. (Matius 16:24 )
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. (Roma 8:17 ) Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, (Filipi 1:29) Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. (2 Timotius 2:3 )

Jadi, hati-hatilah terhadap “hamba Tuhan” dan gereja yang hanya memberitakan tentang mujizat tanpa sedikitpun memperingatkan kepada jemaatnya untuk tetap setia dan tekun di dalam penderitaan, karena kemungkinan besar hamba Tuhan tersebut nabi palsu seperti pada zaman Yehezkiel: Oleh karena, ya sungguh karena mereka menyesatkan umat-Ku dengan mengatakan: Damai sejahtera!, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera—mereka itu mendirikan tembok dan lihat, mereka mengapurnya—( Yehezkiel 13:10 )
Oh iya … ya… berita tentang mujizat dan penderitaan bukankah bertentangan! Kalau kita tawarkan penderitaan pada jemaat, bukankah gereja kita tidak laku?
2) Lebih membutuhkan mujizat dan mengagungkan hamba Tuhan-nya dari pada membutuhkan Tuhan Yesus dan memuliakan-Nya!
Waktu Jogja Festival mau dilaksanakan, panitia telah membuat baliho-baliha di perempatan jalan raya, dan memuat iklannya di koran dengan ukuran yang besar. Coba tebak apa yang dituliskan pada baliho dan iklan di koran tersebut? Iya betul…. Tidak ada nama Tuhan Yesus sama sekali. Yang ada nama “hamba Tuhan” dan serangkaian mujizat yang bisa dibuatnya. So, kalau ada orang yang datang ke acara tersebut, mereka butuh Tuhan Yesus atau butuh mujizat? (Tetapi syukurlah acara tersebut dibatalkan karena “kuasa Tuhan” tidak mampu mengatasi kekuatan beberapa orang yang keberatan terhadap acara tersebut! ) Demikian juga sewaktu seorang istri dari salah satu konglomerat Indonesia memberi kesaksian lewat layar kaca TVRI atas mujizat yang terjadi di keluarganya…. Coba tebak lagi nama siapa yang paling banyak disebut dan disanjung …. Yang jelas bukan nama Tuhan Yesus!
3) Menertawakan Kekristenan!
Adanya berita-berita mujizat di kalangan kekristenan akhir-akhir ini justru menjadi bahan tertawaan bagi orang-orang dari agama lain dan aliran kepercayaan lainnya. Metode yang dilakukan oleh “hamba-hamba” Tuhan ini sudah pernah dipakai oleh para Wali Songo pada jaman dulu dan juga oleh suatu aliran kepercayaan ( Tri Tunggal) sampai saat ini. Bahkan kalau mau jujur. Mujizat-mujizat yang dilakukan oleh para Wali Songo dan aliran kepercayaan ‘Tri Tunggal’ jauh lebih dahsyat dari mujizat para ‘hamba Tuhan”. Contoh: Saat ini masih ada siaran langsung “kesembuhan” lewat layar televisi di salah satu TV lokal. Kalau ada orang yang sakit tinggal telepon lalu mengikuti perintah pengisi acara, maka sakitnya akan sembuh. Bahkan iklannya di salah satu media cetak, dalam satu halaman penuh dicantumkan kesaksian dari orang-orang yang disembuhkan lengkap dengan foto dan alamat rumahnya. Bahkan ada penyakit yang ditransfer ke binatang.
Akhirnya Dari semuanya ini bukan berarti saya tidak percaya mujizat. Saya percaya mujizat masih terjadi bahkan saya pernah mendoakan dua orang teman saya yang sakit dan mereka langsung sembuh seketika. Tetapi bagi saya mujizat bukan yang utama dan harus ditonjolkan. Kita harus tetap memprioritaskan kebenaran firman Tuhan di atas segala-galanya. Peringatan Tuhan Yesus tentang banyaknya nabi-nabi palsu dan orang-orang yang mengaku diurapi secara khusus oleh Tuhan dan mereka ini akan melakukan banyak mujizat-mujizat dan tanda-tanda sedemikian rupa dengan tujuan untuk menyesatkan orang-orang pilihan Tuhan, membuat kita harus berhati-hati terhadap berbagai gejala mujizat yang muncul di gereja. Kalau kita belum mampu membedakan mana mujizat dari Tuhan dan mana mujizat dari nabi-nabi palsu dan mesias-mesias palsu, bukankah akan lebih bijaksana bila kita menghindari pertemuan-pertemuan yang mengesploitasi mujizat? Ingat lho! Iblis paling mudah memalsu mujizat dan Tuhan tidak pernah menjamin bahwa Iblis tidak bisa menabur benihnya di dalam gereja-Nya. (Matius 13: 30, 39, 41) Jangan mau ditipu kalau mujizat dilakukan dalam nama Tuhan Yesus pasti berasal dari Tuhan! (Matius 7: 15 – 23).

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: