Oleh: kristenberea | Februari 10, 2009

Mengapa Aliran Kharismatik (masih) Menarik?

Sekalipun pertumbuhan aliran Kharismatik sudah mencapai puncaknya pada tahun 1990-an, namun pertanyaan di atas masih sangat relevan pada saat ini. Sekitar dua tahun yang lalu warga kristiani di kota Y dihebohkan dengan akan adanya “Y Festival” yang akhirnya batal dilaksanakan karena ada ancaman dari ormas tertentu dan juga tidak mendapat ijin dari aparat keamanan setempat. Bahkan sempat keluar fatwa dari ulama setempat bahwa haram hukumnya bagi umat tertentu untuk datang ke kegiatan tersebut.

Saat ini pun umat Kristen di Y dibombardir dengan khotbah-khotbah tentang mujizat, kesembuhan, kemakmuran dan lain-lain melalui pesawat radio. Tidak sedikit orang kristen yang tidak mau ke gereja karena sudah meresa “dikenyangkan” dengan mendengar khotbah melalui radio.

Sementara itu gereja-gereja di tetangga kota Y banyak yang gerah dengan adanya kegiatan dari sebuah gereja kharismatik (yang mengklaim sebagai gereja dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, bahkan di dunia) yang suka antar jemput bagi siapa saja yang mau ikut kebaktian di gerejanya, tidak peduli apakah orang itu adalah anggota dari gereja lain atau bukan. Ya, siapa sih yang tidak mau dimanja? Mau ke gereja aja dijemput pakai bus, dan suasana di gereja begitu mewah, dan diberi sajian musik dan khotbah yang meninabobokan?

Nah, mengapa gerakan kharismatik (masih) menarik ?

Dari pengalaman kurang lebih 20 tahun menjadi pengikut aliran kharismatik, saya menemukan beberapa alasan mengapa orang tertarik dengan aliran ini!

1) Keadaan yang suam-suam di gerejanya.

Inilah hal yang saya rasakan ketika memutuskan untuk mengikuti kegiatan di aliran kharismatik, dan yang mungkin juga dirasakan oleh banyak orang yang lainnya. Banyak gereja arus utama yang kurang peduli terhadap pertumbuhan rohani jemaatnya. Banyak gereja yang mirip dengan organisasi sosial semata. Kristus dan kebenaran Alkitab jarang dan hampir tidak pernah diberitakan di atas mimbar, sebaliknya mimbar lebih banyak dipakai untuk kuliah etika dan bagaimana hidup bermasyarakat yang baik.
Jujur saja, itulah yang saya rasakan di gereja saya dan mungkin juga dirasakan oleh banyak orang di gerejanya masing-masing. Nah, kalau ada warga jemaat yang sungguh-sungguh telah bertobat dan mau mengenal Kristus dan kebenara Alkitab lebih dalam lagi, maka jangan disalahkan ketika mereka lari ke aliran kharismatik yang memang dalam khotbah-khotbahnya selalu menyebut nama Kristus dan menggunakan banyak ayat-ayat Alkitab dalam khotbahnya. Hal seperti inilah yang menyebabkan banyak orang-orang yang aktif di gereja arus utama justru yang lebih duluan “lari’ ke aliran kharismatik!
Saya percaya bahwa sebenarnya gerakan kharismatik dipakai Tuhan untuk menyadarkan pemimpin-pemimpin gereja arus utama untuk sadar dari keadaannya yang suam-suam kuku dan kembali menjadi gereja yang mengutamakan Kristus dan memegang ajaran murni dari Alkitab! Namun apa yang terjadi? Justru banyak pemimpin gereja arus utama yang menyalahkan para pemimpin gerakan kharismatik dan jemaatnya yang “lari” tanpa mau mengakui keadaannya yang suam-suam dan memperbaikinya sehingga tidak heran kalau saat ini banyak gereja arus utama yang mulai “dicuekin” jemaatnya.
Gereja di mana saya berjemaat adalah salah satu gereja yang demikian ini. Waktu yang paling ditunggu-tunggu adalah ketika pengkhotbah berkata “akhirnya ….”, ya, karena khotbah pendeta maupun majelis tidak menarik dan tidak membuat jemaat bisa bertumbuh karena isinya hanya hal-hal etika dan pratik hidup di tengah-tengah masyarakat, sehingga waktu khotbah adalah waktu yang paling menyesakkan ketika mengikuti kebaktian …… ya ampun…..

2) Ajaran-ajaran kharismatik sesuai dengan sifat dasar manusia yang berdosa yaitu suka yang supranatural, maunya dapat banyak dengan cara instan, tanpa kerja keras, dan tetap menjadi manusia yang paling terhormat.

a. Mujizat

Siapa sih yang tidak suka mendapatkan mujizat? Siapa sih tidak suka sembuh dengan mujizat dan gratis dari pada keluar uang sangat banyak di RS? Lihat saja puluhan ribu orang yang antri untuk mendapat kesempatan disembuhan oleh dukun cilik Ponari di Jombang! Sekalipun empat orang telah meninggal karena diinjak-injak pada saat antri beroba.t mereka tidak peduli.
Pada saat resesi ekonomi global seperti saat ini dimana hidup semakin sulit maka tawaran adanya mujizat untuk melepaskan dari kesulitan hidup merupakan berita yang paling ditunggu-tunggu banyak orang. Orang-orang kristen seperti ini sama dengan ribuan orang yang antri di ruman dukun cilik Ponari, sudah tidak mau menggunakan akal sehatnya dan lebih mempercayai sesuatu yang mistik!
Faktanya mujizat memang jadi andalan utama dari gerakan kharsmatik untuk mencari “mangsanya”. Salah satu radio kristen di kota Y  menyiarkan acara “Mujizat setiap hari”. Mereka punya moto “ Alamilah mujizat setiap hari” . Lho, kalau sesuatu hal itu terjadi setiap hari maka hal itu bukan lagi mujizat namanya, tetapi sesuatu yang sudah biasa.

Ketika ada salah satu anggota gereja ini mengalami mujizat karena pelayanan gereja, so pasti dia akan dibawa kemana-mana untuk bersaksi (dengan sedikit / banyak di besar-besarkan) dengan maksud supaya banyak orang datang ke gerejanya dan mengalami mujizat yang sama!

b.

Janji hidup sukses, selalu menang, dan menjadi anak Raja yang terhormat.
Siapa sih yang tidak pingin semua di atas? Kalau ada orang kristen yang pikirannya masih dikuasi hal-hal yang duniawi seperti di atas, maka ajaran kharismatik sangat menarik baginya dan dia pasti mengikutinya, termasuk saya dulu.
Saya berasal dari keluarga miskin, beli Alkitabpun nggak mampu. Nah ketika ada pengkhotbah yang mengajarkan bahwa orang kristen asal percaya dan banyak berdoa maka Tuhan pasti memberkati dengan harta melimpah, selalu berhasil dan sukses, dan menjadi orang terhormat (kepala) maka saya langsung punya mimpi yang indah sebagai orang kaya raya tanpa bekerja keras, cukup dengan banyak berdoa dan puasa. Banyak doa banyak berkat (jasmani), begitu moto saya menirukan salah seorang pengkhotbah terkenal.
Apalagi setelah saya membaca buku-buku dan mendengar khotbah-khotbah dari para pemimpin kharismatik yang sangat terkenal yang semuanya menggambarkan betapa Tuhan memberkati mereka dengan berkat jasmani yang melimpah maka saya semakin semangat mengikuti ajaran kharismatik. Jika bertahun-tahun saya belum mendapatkan mimpi tersebut saya selalu menyalahkan diri bahwa saya belum sungguh-sungguh di dalam berdoa.
Dan orang-orang seperti saya dulu, yang miskin, punya utang banyak, punya masalah keluarga yang berat dan sebagainya adalah sasaran empuk bagi gerakan kharismatik ini dan janji-janji serta mimpi-mimpi seperti di atas adalah umpan yang sangat menggiurkan untuk langsung dimakan tanpa perlu pikir panjang!

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: