Oleh: kristenberea | Agustus 30, 2008

9 Fitnahan terhadap Calvinisme dari Dr. Suhento dan Jawabannya Bag. 6

Fitnah V

Allah Jhon Calvin dan Calvinisme adalah Allah yang sinting!

Fitnah keji di atas muncul karena Dr. Suhento menganggap bahwa tujuan Jhon Calvin dan Calvinis mengabarkan Injil adalah agar orang-orang yang tidak percaya (mayat rohani) memberi respon terhadap kasih Allah yang ditawarkan kepada mereka. TETAPI INI BUKAN TUJUAN PENGINJILAN CALVINIS.

Tujuan memberitakan Injil bukan untuk meminta respon orang yang tidak percaya (mayat rohani), karena mereka tidak akan mungkin memberi respon, tetapi UNTUK MEMBERITAKAN FIRMAN TUHAN YANG DISERTAI karya roh kudus YANG BERKUASA MENGHIDUPKAN KEMBALI mayat-mayat rohani sehinggga orang-orang yang sudah dipilih dan ditentukan SEJAK SEMULA menjadi percaya kepada Injil dan diselamatkan. I

Kisah Para Rasul 13: 47-49

Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.” Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya. Lalu firman Tuhan disiarkan di seluruh daerah itu.

Berdasarkan firman Tuhan di atas, orang yang dapat percaya kepada Tuhan Yesus itu sudah ditentukan terlebih dulu oleh Allah! Untuk mendapatkan hidup kekal yang telah disediakan oleh Allah, orang tersebut harus percaya kepada berita Injil. Untuk dapat percaya mereka perlu dilahirkan kembali. Untuk proses kelahiran kembali mereka harus mendengar firman Tuhan. Untuk dapat mendengar firman Tuhan maka perlu ada orang yang membawa / memberitakannya. INILAH DASAR / ALASAN JHON CALVIN DAN CALVINIS MEMBERITAKAN INJIL.

Roma 10:14

Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

Jadi, Jhon Calvin mengabarkan Injil kepada “mayat-mayat rohani” bukan agar mereka merespon pemberitaan tersebut (jelas tidak mungkin) tetapi agar firman Tuhan dengan karya Roh Kudus tersebut menghidupkan “mayat-mayat” yang telah ditentukan Allah untuk mendapat hidup yang kekal.

1Pe 1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

Jadi, ALLAH YANG MENGUTUS JHON CALVIN DAN CALVINIS BUKAN PRIBADI YANG SINTING TETAPI PRIBADI YANG PENUH KASIH DAN PENUH ANUGERAH KARENA MAU MENGHIDUPKAN KEMBALI ORANG-ORANG YANG PADA DASARNYA TIDAK LAYAK DAN TIDAK PANTAS UNTUK DIHIDUPKAN KEMBALI, DAN ADALAH KEHORMATAN YANG SANGAT BESAR JIKALAU KAMI DIJADIKAN SEBAGAI ALAT UNTUK MEWUJUDKAN KASIH DAN ANUGERAHNYA TERSEBUT!

Lalu, siapa sebenarnya yang sinting?

Fitnah VI

Ajaran bahwa kelahiran baru terjadi mendahului iman dari John Calvin dianggap tidak Alkitabiah!

Sebaliknya Dr. Suhento menyatakan bahwa yang Alkitabiah adalah iman mendahului kelahiran baru!

Mari kita lihat apa kata Alkitab yang sebenarnya!

a) Bantahan atas tafsiran Dr. Suhento

Yohanes 1:

10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

12 (a) Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, (b)yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Mari kita cermati Firman Tuhan di atas!

Ayat 10 dan 11 menyatakan bahwa dunia dan umat kepunyaan-Nya tidak mengenal dan tidak menerima Tuhan. Tetapi mengapa pada ayat 12 tiba-tiba ada orang-orang yang menerima-Tuhan padahal pada ayat-ayat sebelumnya dikatakan bahwa mereka tidak mengenal dan menerima-Nya? Apa yang menyebabkan perubahan ini?

Jawabannya ada pada ayat 12b dan 13. Kalau kita baca berurutan, maka ada sebab akibat dengan urutan yang terbalik yaitu dari belakang ke depan. Orang – orang yang menerima-Nya adalah orang-orang yang percaya dalam nama-Nya, orang-orang yang percaya adalah orang-orang sudah dilahirkan baru dari Allah.

Menerima Kristus ß Percaya ß Lahir baru

Ket. ß dibac a “karena”

Urutan di atas juga sesuai dengan pola kalimat DM (kata / kalimat di bagian belakang menerangkan kata / kalimat yang ada di depannnya)

Jelasnya, pada dasarnya manusia yang sudah berdosa dan dikuasi oleh tabiat dosa pada hakekatnya tidak dapat mengenal dan menerima Allah yang menyelamatkan (walaupun secara kognitif mereka tahu tentang Allah). Allah harus melahirkan baru orang tersebut sehingga dapat mengenal, percaya dan menerima Tuhan yang benar dan menyelamatkannya.

( lihat juga bantahan fitnah IV).

Yehezkiel 36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Tanpa hati dan roh yang baru dari Allah, kita tidak mungkin bisa percaya, menerima dan taat pada Tuhan!

Kalau menurut Dr. Suhento : percaya à menerima Kritus à Lahir baru

Urutan seperti ini jelas merusak pola kalimat dan mengacaukan pola pikir dari Yohanes. Kalau urutan Dr. Suhento yang benar, maka ayat 13 seharusnya diletakkan sebelum ayat 12(a) dan sebaliknya ayat 12(b) diletakkan setelah ayat 13. Tetapi mengapa Yohanes tidak menulis seperti itu? Karena urutan seperti ini sama dengan menyatakan orang buta yang tiba-tiba bisa melihat tanpa disembuhkan terlebih dahulu dari kebutaanya. Bisakah? Mustahil.

Mari kita lihat apa kata Tuhan Yesus:

Yohanes 3:

3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

5. Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

11 Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.

12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?

Ayat 3 dan 5

Tanpa kelahiran kembali, kita bukan hanya tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah, melihat saja-pun tidak dapat. Pertanyaanya adalah bagaimana kita dapat merespon Cahaya Ilahi (Firman Tuhan) jika kita tidak bisa melihat-Nya? Untuk dapat meresponnya mata kita harus dicelikkan terlebih dahulu, kita harus dilahirkan kembali!

Ayat 7 – 12 juga sangat jelas bahwa syarat agar Nikodemus dapat percaya dan menerima kesaksian tentang Kerajaan Allah adalah harus dilahirkan kembali terlebih dahulu!

Sekarang apa kata para rasul?

Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana iman dapat timbul dari firman Kristus / Tuhan?

Rasul Petrus menjawab pertanyaan tersebut:

1Pe 1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

Jadi, proses firman Tuhan yang menimbulkan iman adalah firman Allah (dengan karya Roh Kudus) à melahirkan kembali à iman dan taat.

Dalam perumpaan-perumpaan–Nya, Tuhan Yesus sering mengibaratkan firman dengan benih dan kita tahu bahwa benih merupakan cikal bakal dari adanya tanaman baru sehingga tanaman baru tersebut akan mengasilkan buah!

Satu lagi:

Titus 3:

3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.

4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,

5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

Dari ayat-ayat di atas, jelas bahwa kita diselamatkan oleh kelahiran kembali / diperbaharui oleh Roh Kudus pada saat kita masih dalam keadaan tersesat dan berdosa. Bukan seperti ajaran Dr. Sehento :

Tersesat / berdosa à bertobat à percaya à lahir baru.

Alkitab selalu menyatakan bahwa karya Roh Kudus dalam menyelamatkan terjadi saat kita masih dalam keadaan berdosa, sebab tanpa kelahiran kembali oleh Roh Kudus kita tidak mungkin bisa bertobat dan percaya kepada Tuhan. Inilah anugerah Allah sejati. Kalau iman manusia yang membuat orang lahir baru, maka keselamatan bukan anugerah, tetapi anugerah + respon manusia (perbuatan baik)

Efesus 2:8,9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

b) Bagiamana dengan Efesus 1: 13?

Untuk lebih jelasnya saya tuliskan sampai ayat 14.

13 Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Saya tidak tahu mengapa Dr. Suhento mengaitkan kata dimeteraikan dengan Roh Kudus dengan kelahiran kembali? Padahal dengan melihat kata aslinya (σφραγίζω / sphragizō yang berarti segel, tanda, jaminan keamanan) dan ayat 14 jelas bahwa yang dimaksudkan dengan dimateraikan dengan Roh Kudus adalah bahwa Roh Kudus akan terus berdiam dan bekerja / berkarya dalam hidup kita sehingga keselamatan kita itu benar-benar terjamin dan aman . Ingat, Tuhan Yesus pernah berjanji bahwa Dia akan mengutus Roh Kudus untuk menolong dan menyertai orang percaya selama-lamanya!

Yoh 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.

Jadi urutan keselamatan:

Dipilih à Firman Allah+karya Roh Kudus à Lahir baru à percaya / iman à ditolong / disertai Roh Kudus sampai mencapai kesempurnaan keselamatan.

Kesimpulannya, ketika Roh Kudus melahirkan kembali seseorang Ia terus aktif bekerja dan berkarya dalam orang tersebut sampai selama-lamanya sebagai jamaninan bahwa orang tersebut telah benar-benar menjadi Anak Allah dan diselamatkan.

Roma 8:29, 30 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Perhatikan lima tindakan aktif Allah di dalam menyelamatkan semua orang pilihan-Nya. Adakah unsur dari manusia yang terlibat di dalamnya? Tidak ada. Keselamatan adalah tindakan aktif Allah atas manusia yang berdosa. Inilah anugerah. Tugas kita adalah mengucap syukur dan hidup untuk kemuliaan Allah yang telah menyelamatkan kita. Segala kemuliaan hanya bagi Allah!

Sekali lagi pola keselamatan seseorang selalui didahului dengan firman Allah, firman Allah (dengan karya Roh Kudus) akan melahirkan kembali orang itu sehingga ia bisa percaya / beriman.

Jadi jelaslah, iman timbul pada diri seseorang setelah orang tersebut dilahirkan kembali oleh firman Tuhan dan karya Roh Kudus berdasarkah pilihan kasih karunia Allah pada orang tersebut!

Satu hal lagi, manusia yang berdosa membuat kemampuan rohaninya mati, mereka tidak sanggup mengenal Allah yang benar dan berbuat baik menurut pandangan Allah (lihat bahtahan Fitnah IV). Untuk dapat mengenal Allah dan merespon kasih-Nya, manusia berdosa harus dilahirkan kembali terlebih dahulu

Untuk lebih jelasnya saya kutipkan dari tulisan karya RC Sproul

Demikian pula halnya dengan kelahiran kembali secara rohani. Kelahiran kembali menghasilkan kehidupan yang baru. Kelahiran kembali itu merupakan awal dari kehidupan baru tetapi bukan merupakan keseluruhan dari kehidupan yang baru. Kelahiran baru adalah momen transisi yang penting dari kematian rohani kepada kehidupan rohani. Seseorang tidak pernah dilahirkan kembali secara sebagian. Oleh karena itu, hanya ada satu kemungkinan: orang itu sudah dilahirkan baru atau belum dilahirkan baru.

Pengajaran Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa regenerasi merupakan pekerjaan Allah semata-mata. Kita tidak dapat melahirbarukan diri kita sendiri. Daging tidak dapat menghasilkan roh. Regenerasi merupakan tindakan penciptaan. Allah yang melakukan penciptaan itu.

Dalam teologi ada istilah teknis yang dapat membantu kita untuk lebih mengerti masalah ini, yaitu monergisme, yang berasal dari dua akar kata. Mono artinya “satu”. Monopoli merupakan suatu usaha yang memiliki pasaran untuk dirinya sendiri. “Monoplane” merupakan pesawat terbang dengan single-winged (berbaling-baling satu). Erg menunjuk pada satuan usaha. Dari kata itu kita mendapat kata umum yang selalu dipakai yaitu energi.

Menggabungkan kedua akar kata tersebut, maka kita mendapatkan arti “one-working” (usaha satu pihak). Ketika kita mengatakan bahwa regenerasi adalah monergistik, maksud kita adalah bahwa hanya satu pihak saja yang melakukan pekerjaan itu. Pihak itu adalah Allah Roh Kudus. Dialah yang melahirbarukan kita. Kita tidak mampu untuk melakukannya sendiri, atau membantu-Nya untuk melaksanakan tugas itu.

Seolah-olah kita memperlakukan manusia seperti boneka. Boneka dibuat dari bahan kayu. Boneka tidak dapat memberikan tanggapan. Boneka itu lembam, tanpa kehidupan. Boneka itu digerakkan dengan tali-tali dalam pertunjukan panggung boneka. Tetapi, kita tidak berbicara tentang boneka. Manusia tidak sama dengan boneka. Kita berbicara tentang manusia yang merupakan mayat secara rohani. Manusia ini tidak memiliki hati yang terbuat dari serbuk gergaji, tetapi terbuat dari batu. Manusia ini tidak digerakkan oleh tali-temali. Secara biologis manusia ini masih hidup. Manusia ini dapat bergerak dan bertindak. Manusia ini membuat keputusan-keputusan, tetapi mereka tidak pernah mengambil keputusan bagi Allah.

Setelah Anda melahirbarukan jiwa manusia, yaitu setelah Allah membuat kita hidup kembali secara rohani, kita melakukan pemilihan. Kita percaya. Kita memiliki iman. Kita bersandar kepada Kristus. Perihal kita percaya kepada Kristus itu tidak diputuskan oleh Allah. Allah tidak memutuskan hal percaya itu bagi kita. Tetapi, kita sendirilah yang memutuskan untuk percaya kepada Kristus setelah kita dilahirbarukan oleh Allah. Jadi, iman itu tidak bersifat monergistic (one-working atau usaha satu pihak) seperti kelahiran baru.

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: