Oleh: kristenberea | Agustus 30, 2008

9 Fitnahan terhadap Calvinisme dari Dr. Suhento dan Jawabannya Bag. 5

Fitnah IV

“Mayat “ dapat bawa mobil!

a) Benarkah bahwa John Calvin dan Calvinisme mengajarkan bahwa manusia berdosa kehilangan kemampuan akal budinya sehingga manusia seperti mayat yang dapat membawa mobil dan membangun kota?

b) Apakah doktrin kematian rohani dari Jhon Calvin dan Calvinisme tidak Alkitabiah?

Baca kembali bantahan Fitnah II

Menurut Calvin, pada dasarnya manusia mempunyai karunia alamiah dan karunia rohani. Karunia alamiah menyangkut kemampuan rasio dan kehendak. Kemampuan rasio mencakup pengetahuan akan hal-hal bumi (kehidupan di bumi seperti IPA, matematika, pemerintahan, ekonomi, dsb) dan pengetahuan akan hal-hal surgawi ( pengetahuan akan Allah dan kehendak-Nya, hukum-hukum-Nya, dsb). Pada saat manusia jatuh dalam dosa kemampuan alamiah ini TIDAK HILANG / MATI. Tetapi masih ada dalam diri manusia walaupun sangat terbatas sehingga manusia masih mempunyai rasio untuk berpikir, membangun gedung-gedung pencakar langit, pergi ke ruang angkasa dan sebagainya. Kehendak manusia juga tidak hilang. Ia masih dapat mengingini dan melakukan sesuatu menurut kehendaknya walaupun sudah dikuasai oleh dosa.

Nah, yang hilang / mati adalah karunia rohani manusia. Manusia tidak mampu lagi mengetahui yang baik dan salah menurut standar Allah. Keinginan untuk melakukan hal yang baik menurut standar Allah juga sudah mati.

Marilah kita lihat apa kata Firman Tuhan tentang kondisi rohani manusia yang sudah jatuh dalam dosa (mati rohani).

Roma 3: 9-18

Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, dan jalan damai tidak mereka kenal; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu.”

Inilah keadaan orang berdosa ( mati rohaninya)

1) Tidak ada yang benar

Yesaya 53:6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri,

Titus 3:3 Karena dahulu (sebelum dilahirkan kembali) kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.

Tidak ada manusia yang benar tentu saja bermula dari tidak adanya kemampuan untuk memilih yang benar (kebenaran yang dimaksud disini adalah kebenaran menurut standar Alah bukan menurut standar manusia)

2) Tidak ada yang berakal budi dan mencari Allah

TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah. Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. (Mazmur 14:2,3)

Yang dimaksud akal budi disini bukanlah akal untuk berpikir tentang berbagai ilmu pengetahuan tetapi akal untuk mengetahui tentang Allah yang sebenarnya / sejati. Karena kemampuan untuk tahu saja tidak ada kama konsekuen logisnya mereka tidak akan mencari Allah.

Lalu, bagaimana dengan agama-agama di luar Kristen? Bukankah mereka juga mencari Allah?

Benar, tetapi Allah yang mana? Allah yang mereka cari dan kenal adalah allah menurut konsep, imaginasi dan pengertian mereka sendiri dimana akal dan pikiran mereka sudah tumpul dan tercemar oleh dosa sehingga tidak mampu untuk mengetahui Allah yang benar.

Menurut Firman Tuhan, bukan manusia yang mencari Allah, tetapi justru Allahlah yang mencari manusia.

3) Tidak ada yang berguna dan berbuat baik.

Yesaya 64: 6 Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor,

Menurut pandangan Allah, segala suatu yang dilakukan di luar Kristus adalah sia-sia / tidak berguna. Apa yang dianggap sebagai perbuatan baik (menolong sesama, beribadah, dsb) hanyalah seperti kain kotor (tercemar dan ternoda) yang dalam bahasa aslinya maaf .. seperti caiaran menstruasi .. najis dan menjijikkan!

4) Tidak ada yang mempuyai rasa takut pada Allah!

Apakah yang dapat dibanggakan dari manusia berdosa seperti ini?

cintanya kepada Allah? TIDAK! Mengenal saja tidak bisa, apalagi mencintai-Nya.

Percaya kepada Allah? JUGA TIDAK! Bagaimana bisa percaya, mencari saja tidak!

Jadi, kalau kita bisa mengenal Allah dan Percaya / beriman kepada-Nya, itu semata-mata karena anugerah ( Sola Gratia)

Bagi orang yang berpandangan bahwa percaya / iman mendahului kelahiran kembali, keadaan orang berdosa seperti ini perlu dipertimbangkan baik-baik!

Dari uraian di atas jelaslah bahwa Dr. Suhento salah menilai ajaran John Calvin dan Teologi Reformed. Menurut Dr. Suhento ajaran mati rohani John Calvin adalah mati akal / pikiran dan perasaan / kehendak sehingga ia mengejek dengan “mayat kok bisa menyetir mobil dan membangun kota! Padahal kematian rohani John Calvin dan teologi Reformed sama sekali berbeda!

Perbedaan pokok antara Calvin dan kaum Reformed dengan Dr. Suhento Cs adalah pada penilaian sifat dasar manusia. Calvin dan kaum Reformed berpandangan bahwa pada dasarnya manusia keturunan Adam mempunyai sifat dasar sebagai orang berdosa yang merupakan konsekuensi dari kejatuhan Adam, sehingga sekalipun belum dilahirkan ia sudah dalam keadaan dosa:

Mazmur 54 : 1 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Kejadian 6: 5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

Kej 8:21b “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya

Dapatkah sumber air yang kotor dapat mengeluarkan air yang jernih? TIDAK BISA

Untuk dapat merespon Kasih Allah dan taat kepada Allah manusia yang berdosa ini memerlukan roh yang baru dan hati yang berbeda :

Yehezkiel 11:19 Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat,

Atau dalam Perjanjian Baru dikenal sebagai kelahiran kembali.

Sedangkan menurut Dr. Suhento cs, manusia pada dasarnya baik. Dosa tidak begitu mempengaruhi sifat manusia. Dosa hanya pada permukaan sedangkan bagian yamg paling dalam pada manusia pada dasarnya baik sehingga manusia masih bisa merespon kasih Allah dan taat pada Allah tanpa campur tangan Allah. Ajaran seperti ini cocok dengan pandangan kaum Humanis yang memang menjunjung tinggi manusia lebih tinggi dari sekedar ciptaan Tuhan yang sudah memberontak pada penciptanya.

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: