Oleh: kristenberea | Agustus 30, 2008

9 Fitnahan terhadap Calvinisme dari Dr. Suhento dan Jawabannya Bag. 2

Fitnah I

SL : “John Calvin bikin kesalahan ketika ia berkata bahwa Allahlah yang menyebabkan Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa” ( Pedang Roh 55 halaman 02 kolom 2 baris 3-5)

Bantahan :

Benarkah JC dan Calvinisme mengatakan bahwa Allahlah yang menyebabkan Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa? Apakah ini bukan kesimpulan yang salah dari SL terhadap ajaran Calvin / Calvinisme?

Saya yakin pernyataan di atas adalah kesimpulan yang salah dari SL yang memahami secara salah doktrin Provedensia Calvin. Mungkin dalam pandangan SL , Calvin mengajarkan bahwa karena segala sesuatu yang terjadi sudah ditetapkan Allah sebelumnya dan oleh karena itu manusia tidak mempunyai kemampuan untuk menolak apa yang terjadi padanya (seperti robot), sehingga pada saat manusia berdosa, dosa tersebut disebabkan karena memang Allah mengendakinya, sehingga Allahlah yang menyebabkan Adam dan Hawa berdosa. Jelas ini bukan ajaran Calvin dan Calvinis, bahkan boleh dikatakan sebagai anti Calvinis.

Lalu bagaimana pandangan yang sebenarnya dari John Calvin dan kaum Calvinis tentang tuduhan bahwa “Allah pencipta / penyebab dosa ini?

1. Pernyataan John Calvin yang sebenarnya.

Berkut ini adalah pernyataan John Calvin ketika menafsirkan Kejadian 45: 5 – 8 :

“Orang-orang saleh malu mengakui, bahwa apa yang manusia lakukan tidak bisa tercapai kecuali oleh kehendak Allah; karena mereka takut bahwa lidah-lidah yang tidak dikekang akan segera berteriak, bahwa Allah adalah pencipta dosa, atau bahwa orang jahat tak boleh dituduh karena kejahatannya, mengingat mereka menggenapi rencana Allah. Tetapi sekalipun kemarahan yang tidak senonoh ini tidak bisa dibantah secara efektif, cukuplah kalau kita menganggapnya sebagai sesuatu yang menjijikkan. Sementara itu, adalah benar untuk mempertahankan, apa yang dinyatakan oleh kesaksian yang jelas dari Kitab Suci, bahwa apapun yang manusia usahakan / rencanakan, tetapi ditengah-tengah segala keributan mereka, Allah dari surga menguasai rencana dan usaha mereka, dan, singkatnya, melakukan dengan tangan mereka apa yang Ia sendiri tetapkan”

Dari pernyataan Calvin di atas jelas bahwa pernyataan “Allah pencipta dosa” adalah keluar dari orang-orang yang tidak memahami doktrin “Providence Allah” (pelaksanaan yang tidak mungkin gagal dari Rencana Allah, atau, pemerintahan / pengaturan terhadap segala sesuatu sehingga Rencana Allah terlaksana.)

Bahkan Calvin menyatakan bahwa pernyataan Allah sebagai pencipta dosa merupakan sesuatu yang tidak senonoh dan menjijikkan.

2. Tan2.      Tanggapan dari kalangan Calvinis / Reformed

Ketetapan Allah yang kekal memang memberi peluang kemungkinan masuknya dosa ke dalam dunia, tetapi kenyataan ini tidak boleh ditafsirkan bahwa Allah adalah penyebab dosa dalam arti bahwa Allah adalah pembuat yang bertanggung jawab atas terjadinya dosa itu. Pengertian bahwa Allah adalah pencipta yang bertanggung jawab atas dosa dalam dunia tidak pernah disebutkan dalam Alkitab. “Jauhlah dari pada Allah untuk melakukan kefasikan, dan dari pada Yang Mahakuasa untuk berbuat curang.” (Ayb 34:10). Ia adalah Allah yang kudus (Yes 6:3) dan sama sekali tidak ada ketidakbenaran dalam Dia (Ul 32:4 Mzm 92:16). “Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.” (Yak 1:13). Ketika Allah menciptakan manusia maka Ia menciptakannya dengan baik dan menurut gambar dan rupaNya sendiri. Allah sangat membenci dosa, Ul 25:16; Mzm 5:4; Zakh 8:17, Luk. 16:15, dan di dalam Kristus Ia memberikan jaminan kebebasan manusia dari dosa. Berkenaan dengan semua ini maka jelas merupakan suatu penghujatan jika kita mengatakan bahwa Allah adalah pembuat dosa. Dan atas alasan itulah semua pandangan deterministik yang menganggap bahwa dosa merupakan natur yang harus ada dalam diri manusia harus ditolak. Pandangan deterministik ini pada penerapannya menjadikan Allah sebagai pembuat dosa, dan dengan demikian bertentangan dengan suara hati yang mengakui tanggung jawab manusia.

(Berkhof, Louis. TEOLOGI SISTEMATIKA 2: DOKTRIN MANUSIA. Jakarta: LRII, 1993)

Secara ringkas pernyataan resmi dari kaum Calvinis tentang “Allah penyebab/pencipta dosa adalah sebagai berikut:

“Allah, dari segala kekekalan, bertindak berdasarkan kehendak-Nya yang bijaksana dan kudus, dan tanpa perubahan menentukan segala sesuatu yang akan terjadi. Namun demikian itu sama sekali tidak berarti bahwa Allah adalah penyebab/pencipta dosa, dan penyebab dari kejahatan yang ada alam kehendak ciptaan. Allah tidak mengambil kemerdekaan dari penyebab kedua, malahan meneguhkan-Nya.”

(Sproul, R.C. Kaum Pilihan Allah: Malang: SAAT ,2003)

Perhatikan, Reformed meneguhkan kedaulatan Allah atas segala sesuatu dan menandaskan bahwa Allah tidak berbuat kejahatan dan melanggar kebebasan manusia. Kebebasan manusia dan kejahatan ada di bawah kedaulatan Allah.

Kesimpulan : John Calvin tidak pernah menyatakan bahwa Allah penyebab / pencipta dosa (termasuk dosa Adam dan Hawa), dan bahkan sebaliknya mengatakan bahwa pernyataan seperti tersebut adalan sesuatu yang tidak senonoh, menjijikkan, dan merupakan suatu penghujatan.

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: