<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ruang Penyelidikan</title>
	<atom:link href="http://kristenberea.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kristenberea.wordpress.com</link>
	<description>Dengar -  Selidiki - Terima atau Tolak</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Sep 2009 18:04:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kristenberea.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ruang Penyelidikan</title>
		<link>http://kristenberea.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kristenberea.wordpress.com/osd.xml" title="Ruang Penyelidikan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kristenberea.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengapa keselamatan tidak bisa hilang?</title>
		<link>http://kristenberea.wordpress.com/2009/09/19/mengapa-keselamatan-tidak-bisa-hilang/</link>
		<comments>http://kristenberea.wordpress.com/2009/09/19/mengapa-keselamatan-tidak-bisa-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 18:03:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristenberea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin keselamatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristenberea.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Keselamatan bisa hilang atau tidak telah menjadi perdebatan yang sengit diantara orang-orang Kristen terutama mereka yang menganut Armenianisme dan Calvinisme. Mereka yang percaya  keselamatan dapat hilang pada umumnya mendasarkan pada keyakinan bahwa keselamatan didapat manusia karena kerjasama antara manusia dengan Allah. Allah yang menawarkan keselamatan dan manusia menerima tawaran keselamatan itu dengan iman. Nah, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=140&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keselamatan bisa hilang atau tidak telah menjadi perdebatan yang sengit diantara orang-orang Kristen terutama mereka yang menganut Armenianisme dan Calvinisme. Mereka yang percaya  keselamatan dapat hilang pada umumnya mendasarkan pada keyakinan bahwa keselamatan didapat manusia karena kerjasama antara manusia dengan Allah. Allah yang menawarkan keselamatan dan manusia menerima tawaran keselamatan itu dengan iman. Nah, karena dalam perjalanan hidupnya setelah percaya manusia masih mungkin jatuh di dalam dosa, maka keselamatan itu bisa hilang sekalipun Roh Kudus selalu menyertai orang percaya itu. Jadi jelaslah bahwa orang Kristen yang percaya bahwa keselamatan bisa hilang  adalah mereka yang percaya bahwa keselamatan manusia itu tergantung pada manusia itu sendiri bukannya pada Allah.</p>
<p>Nah, sekarang marilah kita pelajari apakah keselamatan itu tergantung sepenuhnya pada manusia atau secara mutlak tergantung pada Allah.</p>
<p>1. <strong>Keselamatan seseorang sudah direncanakan oleh Allah sebelum dunia dijadikan dan Allah yang berdaulat mutlak akan melaksanakan rencana-Nya secara sempurna dan tidak mungkin gagal</strong>.</p>
<p>Dari Efesus 1: 3 – 23 kita dapat belajar bahwa:</p>
<p>1) Berdasarkan kerelaan kehendak-Nya semata Allah memilih dan menentukan kita untuk menjadi anak-anak-Nya sebelum dunia dijadikan. Jadi keselamatan kita tidak tergantung pada kehendak dan perbuatan kita tetapi sepenuhnya tergantung pada kasih karunia Allah.</p>
<p><em>Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia</em>. (Roma 11:6  ), dan</p>
<p>Dan  kasih karunia yang Allah berikan kepada kita tidak akan berubah, kasih karunia itu akan tetap menjadi milik kita sampai selama-lamanya. Tidak ada sesuatu apapun yang memisahkan kita dari kasih karunia Allah ini. (Roma 8: 35-39)</p>
<p><em>Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya. </em>( Roma 11:29)</p>
<p>2. <strong>Allah tidak hanya merencanakan keselamatan kita, tetapi juga yang mewujudkan rencana-Nya itu dan memeliharanya.</strong></p>
<p>Menurut keputusan kehendak-Nya, kita mendapat penebusan dan pengampunan dosa, dapat mendengar Injil keselamatan, dan dimateraikan dengan Roh Kudus. Roh Kudus yang ada di dalam diri kita bukan hanya Penolong dan Penghibur, tetapi merupakan jaminan   bahwa kita akan memiliki seluruh proses keselamatan sehingga kita pada akhirnya benar-benar menjadi milik Allah.</p>
<p>Bagian ini paralel dengan pernyataan Rasul Paulus :</p>
<p><em>Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.</em></p>
<p><em>Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan,mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. </em>(Roma 8: 29-30)</p>
<p>Nah, kalau Allah yang bekerja di dalam diri kita untuk mewujudkan rencana-Nya, adakah yang dapat menghalangi-Nya? Adakah yang dapat menghentikan-Nya? Dan adakah yang dapat menggagalkan-Nya?</p>
<p>Kita dapat dengan yakin berkata seperti Rasul Paulus : “<em>Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita</em>.” (Roma 8: 31,37).</p>
<p><strong>Keberatan dan jawabannya</strong></p>
<p>Paling tidak ada dua alasan mengapa Banyak orang yang tidak mau menerima pengajaran di atas tetapi percaya bahwa keselamatan dapat hilang.</p>
<p>1) Manusia mempunyai kehendak bebas, ia bebas untuk menerima atau menolak keselamatan, ia bebas untuk meneruskan keselamatan atau meninggalkan keselamatannya.</p>
<p>Benarkah demikian?</p>
<p>Manusia memang bebas untuk memilih, tetapi  pemilihan manusia pasti dipengaruhi oleh faktor-faktor baik dari dalam diri manusia (terutama hatinya) maupun dari luar diri manusia. Dengan kata lain manusia tidak benar-benar bebas untuk melakukan segala sesuatu. Kebebasannya dibatasi oleh hal-hal yang berada di luar kontrolnya. Contoh, adanya gaya gravitasi membuat  manusia tidak bisa melompat dan bergerak sekehendak hatinya. Lompatan dan gerakannya pasti terbatas.</p>
<p>Dalam hal rohani,  hati manusia yang telah dikuasi oleh dosa membuat manusia tidak mau mencari Allah, tidak mau berbuat baik (menurut standar Allah), dan tidak dapat mengerti kebenaran (tidak berakal budi).</p>
<p><em>Seperti ada tertulis: &#8220;Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak</em>. (Roma 3: 10 – 12)</p>
<p>Apakah orang seperti ini bisa merespon keselamatan dari Allah? Tidak mungkin bukan? Mencari Allah saja tidak, apalagi mau merespon Allah!</p>
<p>Tanpa Allah mengubah hati (melahirkan baru)  seseorang, maka orang tersebut tidak dapat merespon Allah dan kebenaran-Nya dan taat kepada kehendak Allah.</p>
<p><em>Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.</em> (Yehezkiel 36: 26-27)</p>
<p>Jadi, tanpa kasih karunia Allah, tidak ada orang yang dapat memilih Kristus. Kalau kita diselamatkan itu semata-mata karena Allah yang lebih dahulu memilih kita, bukan karena pilihan kita. Kita tidak punya andil apapun dalam hal keselamatan. Kalau kita berandil dalam keselamatan, maka keselamatan bukan lagi kasih karunia, tetapi karena perbuatan kita. Kalau kasih karunia harus tanpa perbuatan secuilpun dari kita, kalau karena perbuatan maka tidak ada kasih karunia ikut andil di dalamnya. Kasih karunia plus perbuatan itu tidak ada!</p>
<p>Sekali lagi, dalam soal keselamatan tidak ada kebebasan untuk memilih. Tanpa kasih karunia Allah, manusia   akan binasa sesuai dengan upah dosanya, dan karena kasih karunia manusia yang lainnya dipilih untuk hidup kekal!</p>
<p>Demikian juga ketika manusia sudah diselamatkan, dia tidak bebas memilih untuk murtad, karena  hatinya sudah diubahkan oleh Tuhan. Hatinya yang baru memungkinkan ia untuk taat pada Tuhan dan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya. Kalau hatinya yang lama condong dan cenderung untuk melakukan kejahatan maka hatinya yang baru condong dan cenderung untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Sama seperti orang yang tidak berkehendak untuk  terbang karena ia tahu hal itu mustahil karena ada tarikan gaya gravitasi, demikian juga orang yang sudah selamat tidak berkehendak untuk murtad karena tarikan kasih karunia Allah jauh lebih kuat dari pada keinginan untuk murtad.</p>
<p>2) Kalau manusia tidak punyak kehendak bebas dalam hal keselamatan, maka manusia itu robot dan Allah jadi tukang main paksa.</p>
<p>Sekali lagi, karena hatinya yang dikuasai dosa tidak memungkinkan seseorang untuk berkehendak mencari Allah, apalagi mampu merespon keselamatan dari Allah. Ia sudah nyaman dengan keberdosaannya.  Jadi kalau ia tidak memilih keselamatan bukan karena Allah memaksa ia untuk tidak memilih melainkan karena ia memang nyaman dalam keadaan berdosanya sehingga ia tidak mau mencari Allah yang benar.</p>
<p>Demikian juga dengan orang yang sudah diselamatkan. Hatinya yang baru membuat ia nyaman untuk menjalani kehidupannya yang baru. Sekarang ia menjadi orang yang suka melakukan kehendak Allah dan sebaliknya membenci kehidupan di dalam dosa.</p>
<p>Orang yang beranggapan bahwa tidak adanya pilihan untuk murtad bagi orang yang diselamatkan berarti Allah suka main paksa hanyalah orang yang tidak mengerti dan bahkan mungkin sekali tidak mengalamai apa itu kuasa dari kelahiran baru. Orang seperti ini sama dengan orang yang percaya keselamatan bisa hilang dengan alasan kalau keselamatan tidak bisa hilang maka orang Kristen akan bisa hidup  seenaknya. Mereka ini adalah orang-orang Kristen yang tidak tahu perbedaan antara orang yang belum lahir baru dan orang yang sudah lahir baru, atau orang yang beranggapan bahwa keadaan orang yang belum dan sudah lahir baru itu sama saja, yaitu suka yang jahat dari pada yang baik!</p>
<p>3. <strong>Keselamatan merupakan janji Allah yang bersifat kekal</strong></p>
<p><em>Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang <strong>kekal</strong>. </em>( Yohanes 3:16  )<em> </em></p>
<p><em>Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang <strong>kekal, </strong></em>(Yohanes 3:36  )</p>
<p>Dari kedua ayat di atas sangat jelas bahwa keselamatan yang dijanjikan Allah bersifat kekal, sehingga perjanjian-Nya-pun bersifat kekal.</p>
<p>Perjanjian disebut kekal apabila: 1) yang berjanji juga bersifat kekal dan mempunyai kuasa dan kedaulatan mutlak untuk mewujudkan janji itu. 2) Perwujudan janji sepenuhnya tergantung pada Pemberi janji dalam hal ini adalah Allah. Kalau dalam perwujudan janji itu (keselamatan) tergantung pada manusia yang fana dan tidak berdaya maka janji itu hanya omong kosong belaka. Ini sama saja seorang ayah yang menjanjikan sesuatu kepada anaknya yang berumur 5 tahun jika anak tersebut dapat mengangkat beban 50 kg.</p>
<p>Tetapi ada banyak orang yang membantahnya bahwa dalam janji di atas ada syarat yaitu <strong>jika</strong> percaya, jadi kalau seseorang percaya kemudian suatu saat tidak percaya, maka janji itu tidak berlaku lagi. Untuk keberatan ini  akan saya jawab.</p>
<p>1) Jika perwujudan janji itu tergantung pada manusia, maka seharusnya hidup yang diberikan pada orang percaya bukan bersifat kekal, tetapi bersifat  sementara  yaitu selama orang itu percaya. Tetapi ternyata tidak bukan? Hidup yang diberikan kepada orang percaya adalah hidup yang kekal. Begitu orang percaya kepada Kristus, maka dia sudah memiliki hidup yang kekal, bukan temporer.</p>
<p>2) Sekarang yang menjadi persoalan adalah jenis percaya atau iman yang tercakup dalam perjanjian keselamatan tersebut. Kata percaya yang dipakai di kedua ayat tersebut adalah dari bahasa Yunani <strong><em>pisteuo</em></strong> (kata kerja) yang berasal dari kata benda  <strong><em>pistis</em></strong>. Kata pistis juga dipakai oleh Rasul Paulus di dalam Efesus 2: 8,9  yang diterjemahkan sebagai iman: <em>Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh <strong>iman</strong>; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.</em></p>
<p>Sekarang jelaslah bahwa jenis iman yang menyelamatkan adalah iman pemberian Allah yang tumbuh di dalam hati orang yang sudah dilahirkan baru. Iman seperti ini akan membuat orang yang memilikinya untuk taat dan setia kepada yang memberi iman itu yaitu Allah. Dalam perumpamaan tentang penabur, iman seperti ini adalah buah dari firman Allah yang jatuh di tanah yang subur.</p>
<p>Iman / percaya yang  lahir dari hati orang yang belum lahir baru atau iman / percaya yang timbul dari pikiran semata jelas tidak termasuk dalam janji keselamatan Allah tersebut. Dengan kata lain iman seperti ini adalah iman yang tidak menyelamatkan. Dalam perumpaan tentang seorang penabur  iman seperti ini adalah seumpama benih yang ditaman di tanah yang berbatu. Benih itu belum sempat menghasilkan buah keselamatan, tetapi sudah terlanjur mati.</p>
<p>Sebenarnyalah mereka yang mempercayai keselamatan dapat hilang adalah mereka yang menganggap bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus ( tidak peduli jenis imannya bagaiamana) pasti diselamatkan. Sehingga kalau orang yang imannya tidak menyelamatkan ( karena hanya sekedar percaya di pikiran atau imannya sendiri dan bukannya pemberian Allah) tersebut gugur di dalam perjalanan percayanya pada Tuhan Yesus, orang tersebut dikatakan murtad. Padahal sebenarnya yang terjadi adalah orang tersebut belum diselamatkan sehingga tidak bisa dikatakan sebagai murtad.</p>
<p><strong>Keberatan umum tentang doktrin keselamatan tidak bisa hilang dan jawabannya.</strong></p>
<p><strong>Keberatan pertama.</strong></p>
<p>Dari berbagai forum diskusi keberatan yang sering disampaikan oleh mereka yang tidak menerima doktrin ini adalah jika memang keselamatan tidak bisa hilang mengapa ada peringatan jangan murtad seperti dalam Ibrani 6: 4-6 : 4  <em>Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang <strong>murtad</strong> lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.</em> Adanya peringatan jangan murtad ini menunjukkanadanya kemungkinan  keselamatan  seseorang bisa hilang. Benarkah demikian?<br />
Jawabannya: belum tentu. Adanya suatu peringatan tidak boleh melakukan sesuatu kepada seseorang belum tentu orang tersebut punya potensi untuk melakukan hal yang diperingatkan. Ilustrasi: Di lingkungan tempat kerja saya dimana-mana ada peringatan “Jangan Merokok”. Peringatan ini punya dua tujuan, pertama bagi orang yang  sudah biasa merokok supaya tidak merokok lagi karena merokok itu berbahaya bagi kesehatannya. Kedua bagi orang yang tidak merokok peringatan ini bertujuan supaya ia semakin diteguhkan bahwa pilihannya selama ini benar karena merokok memang berbahaya. Bagi orang yang biasa merokok adanya peringatan ini  memang tidak bisa menjamin ia tidak akan merokok lagi, tetapi bagi orang yang memang tidak merokok, adanya peringatan ini justru semakin membulatkan tekadnya untuk tidak pernah merokok karena ia tahu bahayanya.</p>
<p>Demikian juga dengan peringatan jangan murtad dalam surat Ibrani di atas. Kalau peringatan itu disampaikan kepada orang Kristen KTP / orang Kristen ilalang / orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh Kristen  memang tidak ada jaminan bahwa mereka akan tetap setia kepada Kristus dan diselamatkan. Tetapi kalau disampaikan kepada orang yang benar-benar telah diselamatkan, peringatan tersebut justru semakin mendorong mereka untuk tetap setia kepada Kristus sehingga merteka tidak mungkin akan murtad. Ini dibuktikan dengan pernyataan penulis Ibrani di bagian selanjutnya;  <strong><em>Tetapi,</em></strong><em> hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung <strong>keselamatan</strong></em>. (Ibrani 6: 9). Bahkan untuk menyakinkan bahwa keselamatan mereka merupakan hal yang pasti penulis Ibrani mengingatkan akan perjanjian Allah dengan Abraham dan bahwa Allah pasti menempati janji-Nya. <em>Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.  Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,</em> (Ibarani  6: 17-19)</p>
<p>Pengharapan akan keselamatan seperti ini hanya dimiliki oleh mereka yang percaya bahwa keselamatan tidak mungkin hilang. Bagi mereka yang percaya bahwa keselamatan mungkin hilang, mereka tidak bisa punya pengharapan yang demikian karena mereka tidak bisa menentukan apakah mereka tetap bisa percaya kepada Kristus di masa mendatang. Hal ini wajar karena mereka mengandalkan pengharapan keselamatanya pada iman mereka sendiri, bukan kepada Kristus yang ada surga.</p>
<p>Orang Kristen memang tidak mungkin murtad dalam arti kehilangan keselamatannya, tetapi mereka bisa murtad dalam arti mengalami kemunduran atau tidak setia kepada Tuhan. Untuk mereka yang murtad jenis kedua ini, Allah, berdasarkan kasih karunia-Nya senantiasa memanggil mereka untuk kembali kepada-Nya dan kalau  memang orang pilihan Allah, mereka pasti akan kembali kepada Allah sehingga tidak akan kehilangan keselamatannya.</p>
<p><em>Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu.&#8221; &#8220;Inilah kami, kami datang kepada-Mu, sebab Engkaulah TUHAN, Allah kami</em>. (Yeremia 3:22  )</p>
<p><strong>Keberatan kedua</strong></p>
<p>Alasan lain mengapa mereka tidak percaya keselamatan tidak bisa hilang adalah kalau hal itu benar maka akan meniadakan tanggung jawab manusia sehingga manusia yang telah diselamatkan akan hidup seenaknya.</p>
<p>Pernyataan seperti di atas hanya menunjukkan mereka tidak belajar Alkitab secara sungguh-sungguh. Memang benar bahwa keselamatan yang diperoleh manusia 100% adalah anugerah Allah, tetapi kehidupan orang setelah diselamatan merupakan kerjasama antara Allah dan orang itu. Bagian Allah adalah mengubah hati dan roh  (melahirkan baru) orang yang diselamatkan sehingga memungkinkan orang itu untuk bisa taat pada kehendak Allah, dan bagian orang yang diselamatkan adalah menaati kehendak Allah dengan bimbingan Roh Kudus. Iman yang ditaruh Allah di dalam hati orang yang diselamatan akan bekerja dan menghasil buah-buah pertobatan, ini adalah iman yang disertai dengan perbuatan. Dalam perjalanan keselamatannya orang itu masih mungkin jatuh, tetapi karena kasih karunia Allah ia akan bangkit lagi.</p>
<p><em>Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah</em>. (Mazmur 55:22b)</p>
<p><em>Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana</em>. (Amsal 24:16 )</p>
<p>Jadi, doktrin keselamatan tidak bisa hilang tidak meniadakan tanggung jawab manusia, tetapi justru meneguhkannya karena membuat orang semakin terdorong untuk menjalani keselamatannya dengan rendah hati dan bergantung mutlak pada Allah, serta menjalani kehidupan percayanya dengan penuh sukacita karena tidak ada  kekuatiran keselamatannya akan hilang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristenberea.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristenberea.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristenberea.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristenberea.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristenberea.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristenberea.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristenberea.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristenberea.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristenberea.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristenberea.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristenberea.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristenberea.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristenberea.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristenberea.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=140&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristenberea.wordpress.com/2009/09/19/mengapa-keselamatan-tidak-bisa-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">kristenberea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ORANG PILIHAN (KRISTEN SEJATI) TIDAK MUNGKIN “MURTAD”!</title>
		<link>http://kristenberea.wordpress.com/2009/09/16/orang-pilihan-kristen-sejati-tidak-mungkin-%e2%80%9cmurtad%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://kristenberea.wordpress.com/2009/09/16/orang-pilihan-kristen-sejati-tidak-mungkin-%e2%80%9cmurtad%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 16:18:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristenberea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran keselamatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristenberea.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu hal yang harus dipegang di dalam memahami tulisan dalam Alkitab adalah Tulisan-tulisan di dalam Alkitab tidak mungkin saling bertentangan (kontradiksi) sehingga  bagian yang bersifat implisit tidak boleh bertentangan dengan bagian yang bersifat eksplisit. Berdasarkan patokan di atas saya akan membahas bagian-bagian yang seolah-olah menyatakan orang pilihan Allah bisa murtad. Alkitab sudah memberi kepastian bahwa orang pilihan Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=134&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu hal yang harus dipegang di dalam memahami tulisan dalam Alkitab adalah Tulisan-tulisan di dalam Alkitab tidak mungkin saling bertentangan (kontradiksi) sehingga  bagian yang bersifat implisit tidak boleh bertentangan dengan bagian yang bersifat eksplisit.</p>
<p>Berdasarkan patokan di atas saya akan membahas bagian-bagian yang seolah-olah menyatakan orang pilihan Allah bisa murtad.</p>
<ol>
<li>Alkitab sudah memberi kepastian bahwa orang pilihan Allah tidak mungkin murtad atau orang pilihan pasti bertahan sampai kesudahan:</li>
</ol>
<p>Yohanes 10:28</p>
<p><em>dan Aku <span style="text-decoration:underline;">memberikan hidup yang k</span>ekal kepada mereka dan <strong><span style="text-decoration:underline;">mereka pasti</span></strong><span style="text-decoration:underline;"> <strong>tidak akan binasa sampai selama-lamanya</strong></span> dan <span style="text-decoration:underline;">seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.</span></em></p>
<p>Dari satu ayat ini saja Tuhan Yesus memberi jaminan akan keselamatan orang pilihan sampai  tiga kali:</p>
<ul>
<li>Ia memberi hidup kekal. Apa artinya kekal? ya selama-lamanya, bukan temporer. Kalau orang pilihan bisa murtad dan binasa, maka Tuhan Yesus pasti tidak bilang &#8220;hidup kekal&#8221; tetapi &#8220;hidup sementara&#8221;</li>
<li>Orang pilihan pasti tidak binasa selama-lamanya. Nah, kalau ternyata ada orang pilihan yang murtad dan binasa, itu berarti Tuhan Yesus bohong, hal ini tidak mungkin.</li>
<li>Tidak ada seorangpun (termasuk diri kita sendiri) yang dapat merebut orang pilihan dari tangan Tuhan Yesus.</li>
</ul>
<p>Masakan kita tidak percaya dengan janji Tuhan Yesus yang tanpa syarat ini?</p>
<p>Janji Tuhan Yesus di atas juga diteguhkan oleh Rasul Paulus</p>
<p>Roma 8: 38,39</p>
<p><em>Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun <strong>hidup,</strong> baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, <strong>tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita</strong>.</em></p>
<p>Dari ayat di atas ternyata hidup kita setelah menjadi orang percaya juga tidak bisa memisahkan kita dari kasih Allah di dalam Tuhan Yesus. Jelas, bahwa hidup yang kita jalani inipun tidak bisa membuat kita murtad.</p>
<p><strong>Alkitab juga telah menyatakan bahwa orang yang &#8220;murtad&#8221; memang bukan orang pilihan dan tidak pernah jadi orang pilihan.</strong></p>
<p>I Yoh. 2:19 <em>Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; <strong><span style="text-decoration:underline;">sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita</span>. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.</strong></em></p>
<p>Jadi, pandangan yang menyatakan bahwa kalau ada orang pilihan murtad, itu hanya membuktikan bahwa ia memang bukan orang pilihan, itu bukan hanya pandangan tanpa dasar, tetapi pandangan yang SESUAI dengan ALKITAB, atau ALKITABIAH.</p>
<p>Tuhan Yesus sudah menyatakan bahwa di dalam gereja akan ada dua golongan yaitu Kristen Gandum (Kristen sejati) dan Kristen Ilalang (Kristen tidak sejati). Sebelum hari penghakiman kita tidak bisa membedakan mana orang kristen gandum dan mana yang kristen ilalang. Jadi kalau sebelum hari penghakiman saja sudah murtad, jelas dia adalah kristen ilalang.</p>
<p><strong>Berikut adalah orang-orang Kristen ilalang tetapi dianggap Kristen gandum, dan orang yang tidak murtad dianggap murtad</strong></p>
<p>1)       Saul</p>
<p>Banyak orang menganggap Saul adalah orang pilihan (telah diselamatkan) dengan bukti dia telah mendapat Roh Allah. Tetapi pendapat ini tidak bisa diterima karena tugas Roh Kudus di PL dan PB berbeda. Pada jaman Perjanjian Baru memang orang yang sudah memiliki Roh Kudus pasti adalah orang kristen yang sejati. Tetapi pada jaman Perjanjian Lama Roh Kudus diberikan hanya supaya orang yang bersangkutan bisa melakukan pelayanan / tanggung jawabnya. Bdk. Kel 28:3  Kel 35:30-36:2  Bil 11:17  Bil 11:25-27. Karena Saul diangkat menjadi raja, maka Tuhan memberikan Roh Kudus supaya ia bisa melakukan tanggung jawabnya. Tetapi setelah Saul jatuh ke dalam dosa dan lalu ditolak oleh Tuhan sebagai raja, maka Roh Kudus itupun ditarik kembali. Hal seperti ini (penarikan Roh Kudus) tidak mungkin terjadi dalam jaman Perjanjian Baru, karena adanya janji Tuhan seperti dalam Yoh 14:16  Ibr 13:5.</p>
<p>Bahwa Saul bukanlah raja yang dikehendaki Tuhan, dan diberikan untuk menghajar Israel yang memaksa meminta raja, terlihat dari Hos 13:11 &#8211; <strong>“<span style="text-decoration:underline;">Aku memberikan engkau seorang raja dalam murkaKu</span> dan mengambilnya dalam gemasKu”</strong>.</p>
<p>2)       Yudas Iskariot</p>
<p>Sama seperti Saul, Yudas juga banyak disangka orang sebagai orang pilihan (diselamatkan) dengan alasan ia adalah salah satu dari murid Yesus. Yang perlu diketahui ialah Alkitab secara eksplisit <strong>tidak pernah </strong>menyatakan bahwa Yudas pernah percaya kepada Tuhan Yesus, dan Tuhan Yesus memilih Yudas untuk diselamatkan.</p>
<p>Tetapi sebaliknya, Alkitab justru menggambarkan Yudas tidak percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya, dan bahwa Yudas dipilih sebagai salah satu murid adalah untuk menggenapi rencana Allah yang telah ditetapkan sebelumnya.</p>
<p>Berikut adalah bukti-bukti dari pandangan di atas:</p>
<ul>
<li>Yudas memanggil Yesus hanya dengan sebutan “Rabi”, dan tidak pernah memanggil dengan sebutan Tuhan Jadi Yudas hanya mengganggap Yesus sebagai guru dan pemimpin yang baik, bukan sebagai Tuhan dan Juru Selamat.</li>
<li>Berikut adalah bukti bahwa Yudas dipilih bukan karena beriman tetapi semata-mata untuk menggenapi rencana Allah.</li>
</ul>
<p>Yoh 6:64 &#8211; <strong>“Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.’ Sebab Yesus tahu dari semula, <span style="text-decoration:underline;">siapa yang tidak percaya</span> dan siapa yang akan menyerahkan Dia”.</strong></p>
<p>Yoh 6:70 &#8211; <strong>“Jawab Yesus kepada mereka: ‘Bukankah Aku sendiri yang memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis’”.</strong></p>
<p>Yoh 13:10b-11 &#8211; <strong>“‘Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua’. Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: ‘Tidak semua kamu bersih’”.</strong></p>
<p>Yoh 13:18 &#8211; <strong>“<span style="text-decoration:underline;">Bukan tentang kamu semua Aku berkata</span>. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan rotiKu, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku”</strong>.</p>
<p>Yoh 12:6 yang menunjukkan bahwa pada waktu mengikut Yesus, Yudas adalah seorang pencuri yang sering mencuri uang kas yang ia pegang.</p>
<p>Orang yang bisa mengusir setan dan melakukan mujizat juga bukan jaminan bahwa dia adalah orang pilihan / kristen sejati. Bukankah Alkitab justru memperingatkan kita bahwa pada akhir zaman ini nabi-nabi palsu akan banyak melakukan mijizat yang dahsyat dan mengusir setan? Apakah dengan demikian nabi paslu itu adalah orang kristen? Tidak bukan?</p>
<p>Jadi, Saul dan Yudas adalah orang-orang bukan pilihan Allah yang “dipakai” Allah untuk menggenapi rencana-Nya.</p>
<p>3)       Ananias dan Safira</p>
<p>Informasi tentang Ananias dan Safira hanya dijumpai di Kis 5: 1 -11. Di bagian itupun Alkitab secara eksplisit tidak menyatakan apakah mereka orang pilihan atau bukan, dan apakah mereka murtad atau tidak, sehingga untuk menyimpulkan apakah mereka benar-benar orang pilihan atau apakah mereka benar-benar murtad perlu didukung oleh bagian Alkitab yang lainnya.</p>
<p>Menurut saya ada dua kemungkinan tentang Ananias dan Safira.</p>
<p>1) Mereka adalah orang Kristen KTP / Ilalang</p>
<p>Kesalahan banyak orang adalah ketika mereka mengganggap orang yang ke gereja atau menjadi anggota gereja atau berKTP Kristen PASTI orang Kristen sejati / kristen gandum / orang pilihan. Perbuatan Ananias menjual sebidang tanah bukan didasarkan karena ingin mempersembahkan kepada Tuhan, tetapi semata-mata karena ingin mendapat pujian dan penghargaan dari orang lain, dan juga ikut-ikutan “trend” pada saat itu. Ananias dan Safira setype dengan orang-orang yang bersorak “Hasana Anak Daud” ketika Yesus masuk ke Yerusalem dan akhirya juga ikut-ikutan orang banyak berteriak “Salibkan Dia”.</p>
<p>Mendustai Roh Kudus juga tidak bisa dijadikan indikasi bahwa mereka pernah kepenuhan Roh Kudus, karena “mendustai Roh Kudus” dimaksudkan bahwa mereka bisa saja menipu manusia, tetapi tidak mungkin dapat menipu Allah.</p>
<p>Nah, kalau mereka tidak pernah jadi orang pilihan Allah, maka mereka juga tidak bisa dikatakan murtad.</p>
<p>2). Mereka adalah orang pilihan</p>
<p>Mungkin saja, Ananias dan Safira adalah orang pilihan Allah / Kristen sejati, sekalipun mereka telah melakukan kesalahan dengan mencoba menipu para Rasul dan sekaligus menipu Allah ( saya tidak setuju kalau “mendustai Roh Kudus” disini disamakan dengan “menghujat Roh Kudus”, karena konteksnya jelas sangat jauh berbeda )</p>
<p>Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa yang sudah jadi orang pilihan Allah / orang Kristen sejati pasti tidak pernah lagi berbuat kesalahan atau dosa, dan tidak murkai oleh Allah. Israel adalah bangsa pilihan Allah, tetapi sering memberontak dan dimurkai oleh Allah. Dihajar dan dimurkai Allah bukanlah tanda bahwa orang itu pasti  telah murtad</p>
<p>4)       <strong>Himeneus &amp; Aleksander</strong></p>
<p>Benarkah Himeneus dan Aleksander murtad?</p>
<p>Untuk menyelidikinya dibutuhkan konteks dan keterangan dari bagian lain dalam Alkitab.</p>
<p>Menurut konteksnya Himeneus dan Aleksander adalah contoh orang beriman yang melayani Tuhan bukan dengan hati nurani yang murni. Mungkin mereka melayani Allah dengan motivasi yang salah dan untuk kepentingan diri sendiri. Sebagai akibatnya iman mereka kandas. Kandas iman bukan jangan diartikan sebagai tidak beriman lagi. Itu kesimpulan yang terlalu dini.</p>
<p>Kata “kandas” berasal dari kata Yunani “nauageo” yang berarti “karam (untuk kapal)”. Kata ini hanya dipakai 2X dalam Alkitab yaitu di 1 Tim 1: 29 ini dan di  2 Kor 11: 25. Kapal karam berarti kapal itu tidak lagi bisa berlayar sebagaimana mestinya. Kapal itu masih ada, tidak musnah.  Demikian juga dengan Himeneus dan Aleksander, mereka masih beriman tetapi imannya tidak bertumbuh lagi. Dan lagi, kata kerja yang digunakan oleh Paulus adalah kata kerja kala Aorist yang menunjukkan bahwa perbuatan itu tidak dilakukan terus menerus, jadi masih ada kemungkinan untuk berubah.</p>
<p>Nah, orang-orang seperti mereka perlu didisiplinkan, dan Paulus mendisiplinkan mereka dengan menyerahkan kepada Iblis. <strong>Tujuan menyerahkan kepada Iblis adalah agar roh mereka diselamatkan</strong> walaupun tubuh mereka akan menderita bahkan binasa  (bandingkan dengan 1 Kor 5 : 5)</p>
<p>Jadi, walaupun Himeneus dan Aleksander adalah contoh yang tidak baik bagi orang beriman, mereka tetap diselamatkan.</p>
<p>5)       Salomo</p>
<p>Banyak orang menuduh Salomo murtad hanya berdasarkan catatan dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Salomo telah mendukakan Allah dengan mengikuti dewa-dewa bangsa lain dan tidak setia kepada Tuhan. Tidak ada catatan dalam Alkitab bahwa Salomo pernah bertobat TIDAK BISA dijadikan dasar bahwa Salomo pasti tidak pernah bertobat. Karena dengan jelas Alkitab menyatakan bahwa apa yang ditulis tentang Salomo di dalam Alkitab hanyalah sebagian  dari hikmat dan perbuatan Salomo. Jadi, ada kemungkinan di Kitab Riwayat Salomo ada kisah tentang pertobatan Salomo dan bagaimana Salomo sampai menulis Kitab Amsal, Pengkhotbah dan Kidung Agung.</p>
<p>Dan lagi, hukuman Allah terhadap ketidaksetiaan Salomo adalah terkoyaknya Kerajaan Israel. Allah tidak pernah mengatakan akan menarik kasih karuniaNya pada Salomo.</p>
<p>Bahwa orang beriman itu jatuh dalam dosa bahkan sampai jatuh sedalam-dalamnya TIDAK BOLEH dijadikan dasar bahwa ia telah murtad. Sekali lagi, walaupun seseorang telah dilahirkan kembali dia masih ada kemungkinan untuk berbuat dosa, dan tidak ada satupun orang yang berani mengklaim bahwa ada orang pilihan / yang lahir baru tidak berbuat dosa lagi. Kalau ada orang Kristen yang berkata ia tidak berbuat dosa, pasti ia seorang pendusta.</p>
<p>Salomo pernah menulis “Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali “ Amsal 24:16a</p>
<p>Saya percaya, Salomo termasuh orang yang demikian.</p>
<p>Kesimpulan, tidak ada catatan pertobatan Salomo di dalam Alkitab, tidak bisa dijadikan patokan bahwa Salomo pasti tidak bertobat.  Tulisan-tulisan Salomo di Kitab Amsal dan Pengkhotbah justru dapat dijadikan indikasi bagi pertobatan Salomo.</p>
<p>6)       Orang-orang yang diumpamakan sebagai tanah yang berbatu-batu (Matius 14:14-17 dan yang paralel).</p>
<p>Kata “murtad” dalam bagian ini diambil dari kata Yunani “<strong>skandalizo</strong>”. Dalam Alkitab terdapat 30 X, dan hanya 3 X diterjemahkan dengan “murtad”, yang lainnya diterjemahkan dengan “menjadi kecewa dan menolak”, “tergoncang”, dan sebagainya. Dilihat dari konteksnya, maka dalam bagian ini saya lebih cenderung diterjemahkan sebagai “menjadi kecewa dan menolak”.</p>
<p>Dengan demikian orang-orang yang diumpakan sebagai tanah yang berbatu-batu adalah orang yang pada mulanya senang menerima firman Tuhan ( mungkin karena ada janji kalau sakit pasti sembuh, miskin jadi kaya, ada banyak mujizat dan sebagainya), tetapi karena dalam kehidupan sehari-hari tidak demikian (ada penderitaan, dianiaya, dsb) membuat mereka kecewa dan akhirnya menolak firman Tuhan tersebut. Mereka hanya sekedar tertarik  firman Tuhan dan belum mempercayainya dalam hati ( digambarkan sebagai tidak berakar).</p>
<p>Jadi, bagaimana mereka dapat dikatakan murtad (tidak beriman lagi) kalau mereka sesungguhnya belum pernah beriman?</p>
<p>Ingat dalam Yehezkel 36: 26, orang beriman digambarkan sebagai orang yang menghasilkan buah, dan dalam perumpamaan ini digambarkan sebagai “tanah yang baik”.</p>
<p>7)    I Tim 4: 1,2</p>
<p><em>Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan <strong>murtad</strong> lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan   oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.</em></p>
<p>Ada beberapa kata di dalam bahasa Yunani yang diterjemahkan sebagai <em>murtad </em>di dalam Alkitab Bahasa Indonesia, diantaranya:</p>
<p><em>Scandali</em>ze ( Mat 13: 21), <em>Apostasia</em> ( 2 Tes 2: 3 ), <em>Arneomai</em> ( I Tim 5:8), dan <em><span style="text-decoration:underline;">Aphistemi</span></em> ( I Tim 4: 1). Nah, <strong>aphistemi</strong> ini oleh LAI juga diterjemahkan sebagai <strong>mundur</strong> seperti di:</p>
<p>Lukas 4:13  <em>Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia <span style="text-decoration:underline;">mundur</span> dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.</em></p>
<p>Kisah 22:29  <em>Maka mereka yang harus menyesah dia, segera <span style="text-decoration:underline;">mundur</span>; dan kepala pasukan itu juga takut, setelah ia tahu, bahwa Paulus, yang ia suruh ikat itu, adalah orang Rum.</em></p>
<p>2 Korintus 12:8  <em>Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu <span style="text-decoration:underline;">mundur</span> dari padaku</em>.</p>
<p>Kata-kata <em>mundur</em> pada ketiga ayat di atas berasal dari kata yang sama dengan di I Tim 4: 1  yaitu <em>aphistemi</em>. Jelaslah berdasar ketiga ayat di atas, kata <em><span style="text-decoration:underline;">mundur t</span></em><span style="text-decoration:underline;">idak dapat dikatakan sebagai meninggalkan selamanya</span>. Kata mundur di atas berarti meninggalkan sementara, dan akan kembali lagi.</p>
<p>Dengan demikian kata “murtad” di I Tim 4: 1 juga harus diartikan bahwa pada akhir zaman ini ada orang Kristen sejati akan “mundur” dari imannya kepada Kristus, bahkan mungkin bisa ragu-ragu<strong> </strong>akan keselamatannya. Tetapi semuanya itu hanya sementara. Mereka pasti akan kembali ke imannya karena Tuhan tidak membiarkan orang benar jatuh dan tergeletak:</p>
<p>Mazmur 37:24  <em>apabila ia jatuh, <span style="text-decoration:underline;">tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.</span></em></p>
<p>Dan lagi, bukankah Tuhan Yesus sudah membatasi upaya Iblis untuk menyesatkan orang pilihan-Nya sedemikian rupa sehingga orang pilihan tidak akan tersesat?</p>
<p>Matius 24:24  <em>Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga <span style="text-decoration:underline;">sekiranya mungkin</span>, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.</em></p>
<p>Jelaslah  bahwa pengajar-pengajar sesat tidak mungkin menyesatkan orang pilihannya. Kalau toh nampaknya ada orang Kristen sejati mengikuti ajaran sesat, ia PASTI kembali ke ajaran yang sehat. Tuhan sudah menjaminnya.</p>
<p>Oleh karena itulah, Timotius (dan kita) diberi tugas untuk menentang ajaran-ajaran sesat dan mengingatkan orang Kristen sejati akan adanya banyak ajaran-ajaran sesat yang membahayakan iman Kristen. Saya sendiri sudah 20 tahun jadi orang Kristen, tetapi baru akhir-akhir ini menemukan ajaran yang sehat!.</p>
<p>Jadi, adanya kata murtad pada I Tim 4: 1 tidak menunjukkan adanya orang percaya yang dapat kehilangan keselamatan. Ayat itu hanya  menunjukkan bahwa orang percayapun masih bisa mundur dan mengikuti ajaran sesat, tetapi  hanya untuk sementara dan mereka pasti kembali ke Tuhan dengan cara dan kuasa Tuhan. (contoh  Petrus).</p>
<p><strong> Adanya Peringatan Jangan Murtad</strong></p>
<p>Memberi peringatan kepada seseorang belum tentu karena orang itu punya potensi untuk melakukan pelanggaran seperti yang diperingatkan, tergantung keadaan orang yang diberi peringatan dan tujuan dari peringatan tersebut.</p>
<p>Contoh nyata sebagai ilustrasi.</p>
<p>Saya punya siswa sebanyak tiga kelas. Kelas A adalah kelas unggulan bersisi siswa-siswa yang rajin belajar sehingga nilai mereka baik-baik, kelas B adalah kelas dengan siswa-siswa yang agak rajin belajar, dan kelas C adalah kelas yang siswa-siswanya malas belajar. Begitu mereka menginjak di kelas 3, saya dan teman-teman guru tidak henti-hentinya memperingatkan mereka supaya tidak malas belajar karena  ujian yang akan mereka hadapi lebih berat dari sebelumnya. Apa yang terjadi? Siswa-siswa di kelas C, tetap saja malas belajar, ya ada satu dua yang “bertobat” dan mau belajar. Tetapi di kelas A, adanya peringatan tersebut justru membuat mereka semakin giat belajar karena mereka tahu dan sadar kalau mereka tidak tambah giat belajar mereka bisa tidak lulus.</p>
<p>Amsal 9:9  <strong>berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah</strong>.</p>
<p>Amsal 17:10  Suatu hardikan lebih masuk pada orang berpengertian dari pada seratus pukulan pada orang bebal.</p>
<p>Jadi, adanya peringatan jangan murtad kepada orang benar / beriman, bukan karena orang beriman itu bisa murtad, tetapi justru agar orang beriman tersebut semakin setia dan bertanggung jawab. Karena dengan adanya peringatan tersebut mereka semakin diteguhkan imannya bahwa jalan yang ditempuh selama ini adalah benar dan tentu saja mereka juga rindu agar orang lain juga  mengikuti jalan yang ditempuhnya. INI BUKAN HAL YANG LUCU, tetapi nyata dan ALKITABIAH.</p>
<p><strong>Saya akan menunjukkan bahwa sekalipun Allah memperingatkan umatnya untuk tidak tersesat dan tidak murtad, Allah selalu mengkofirmasikan bahwa umatnya tersebut tidak akan tersesat dan murtad!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>a)     Dalam 2 Tes 2: 3 Rasul Paulus memperingatkan kepada jemaat di Tesalonika supaya jangan disesatkan, karena akan banyak pemurtadan (penolakan terhadap agama) ..</p>
<p>Tetapi, dalam ayat 13,14  Rasul   Paulus mengucap syukur kepada Allah karena sebagai umat pilihan Allah mereka akan tetap selamat dan memperoleh kemuliaan Kristus,  sehingga pada ayat 15, Rasul Paulus meminta mereka untuk tetap berdiri teguh dan berpegang pada ajaran yang benar.</p>
<p>Jadi, jelas bahwa adanya peringatan “jangan disesatkan” dan “banyak pemurtadan” tidak menunjukkan adanya indikasi bahwa jemaat di Tesalonika akan dapat tersesat dan murtad, tetapi sebaliknya mereka tetap aman dalam proses keselamatannya.</p>
<p>b)    Dalam Ibrani 3:12  Penulis kitab ini memperingatkan supaya orang Ibrani jangan ada yang murtad. Pada ayat-ayat berikutnya dinyatakan bahaya-bahaya dari murtad yang sampai puncaknya pada Ibrani 6: 4-7.</p>
<p>Penulis kitab Ibrani memperingatkan “jangan murtad” kepada orang Ibrani bukan karena mereka bisa murtad, tetapi UNTUK MENEGUHKAN PENGHARAPAN MEREKA AKAN KESELAMATAN  YANG SUDAH  PASTI, DAN SUPAYA IMAN MEREKA TERUS BERTUMBUH.</p>
<p>Ibrani 4: 9-12</p>
<p><em> Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa <strong>kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan. </strong>Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. <strong>Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya,</strong> agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.</em></p>
<p>c)     Ibrani 10: 26,35,38<em> </em></p>
<p>Banyak orang begitu yakin dengan adanya ayat-ayat di atas, orang Kristen benar-benar dapat murtad, melepaskan kepercayaanya.</p>
<p>Benarkah demikian?</p>
<p><strong><em> Tetapi kita <span style="text-decoration:underline;">bukanlah</span> orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup. </em></strong>(Ibrani 10: 39)<strong><em> </em></strong></p>
<p>Lihat baik-baik ayat yang saya tebalkan dan besarkan di atas! Firman Tuhan ini menegaskan bahwa adanya peringatan jangan murtad, mengundurkan diri, tidak percaya dan sebagainya, bukan dimaksudkan  karena  kita ada potensi melakukan seperti itu, tetapi untuk meneguhkan kita bahwa kita sudah ada pada posisi yang benar. Dengan mengingatkan bahwa orang-orang yang  tidak berada pada posisi seperti kita  akan binasa, maka penulis Ibrani bermaksud supaya kita lebih banyak mengucapsyukur pada Tuhan,  semakin mengasihi Tuhan, dan semakin memperkuat iman kita.</p>
<ol>
<li>Alasan lainnya:</li>
</ol>
<p>Pada suatu sidang peremtoir (ujian calon pendeta) ada seorang peserta bertanya kepada calon pendeta apakah keselamatan yang diterima oleh orang percaya adalah keselamatan yang sudah pasti dan sempurna. Si calon pendeta tersebut menjawab bahwa keselamatan itu belum pasti dan sempurna karena kalau sudah pasti dan sempurna maka orang Kristen bisa hidup seenaknya. Jawaban si calon pendeta ini dibenarkan oleh tim penguji maupun semua yang hadir dalam sidang klasis tersebut!</p>
<p>Benarkah jawaban dari si calon pendeta tadi?</p>
<p>Sama seperti si calon pendeta, banyak orang Kristen juga mempercayai bahwa natur orang yang sudah jadi Kristen (yang sudah dilahirkan kembali) masih sama dengan natur orang yang belum Kristen (belum lahir baru) yang hatinya masih dikuasi / diperbudak oleh dosa. <strong>Pendapat ini jelas tidak Alkitabiah!!</strong></p>
<p>Orang yang sudah jadi Kristen sejati ia pasti sudah dilahirkan kembali, sudah diciptakan baru. Allah sudah mengganti hati yang keras menjadi hati yang taat (Yeh 11: 19,20). Sekarang ia mempunyai kesukaan yang baru yaitu merenungkan firman Tuhan dan menaatinya. Kecenderungannya berubah 180<sup>0</sup> dengan sebelum ia lahir baru. Kalau dia hidup dengan semau gue maka Allah PASTI akan menegor dan menghajarnya sedemikian rupa sehingg ia dapat taat kepada Tuhan (Ibrani 12: 6, Wahyu 3: 19)</p>
<p>Mendengar jawaban dari si calon pendeta tadi dan juga yang dibenarkan oleh para pendeta dan jemaat yang hadir pada saat itu, timbul pertanyaan di hati saya, apakah mereka sudah dilahirkan kembali atau belum? Sebab kalau mereka sudah dilahirkan kembali pasti akan merasakan perubahan hidup, dan tahu bahwa orang yang sudah lahir baru pasti tidak punya keinginan untuk hidup seenaknya dan hidup menurut kehendaknya sendiri. Ia pasti rindu untuk menyenangkan hati Tuhan dengan menaati-Nya.</p>
<p>Satu hal lagi, Augustinus, John Calvin, Spurgeon, R.A Torrey dan tokoh-tokoh Kristen besar lainya adalah orang-orang mempercayai doktrin ini dan mengajarkannya. Apakah mereka hidup dengan seenaknya?</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kesimpulan:</strong></p>
<ol>
<li>Kalau kita percaya bahwa orang Kristen sejati bisa murtad atau kehilangan keselamatan atau tidak lagi mempunyai hidup kekal, maka kita telah membuat Tuhan Yesus sebagai pembohong besar dan janji-janji-Nya tidak bisa dipercaya. Ada banyak bagian Alkitab yang menjamin bahwa orang kristen sejati / orang pilihan Allah akan dijaga dan dipelihara sampai  selama-lamanya di dalam kasih Tuhan.</li>
<li>Kalau orang Kristen (sejati) bisa kehilangan kesalamatan maka kesalamatan / hidup kekal bukan lagi sebagai anugerah, tetapi sebagai usaha orang percaya yaitu usaha untuk hidup sedemikian rupa sampai mereka tidak murtad. INI bertentangan dengan Alkitab yang menyatakan bahwa hidup kekal dan keselamatan seseorang adalah semata-mata anugerah, tidak ada andil dari orang percaya sedikitpun. Kalau ada orang percaya bisa bertahan itu juga karena anugerah Allah.  Sekali lagi kalau bukan karena anugerah Allah, tidak ada seorangpun yang selamat, apalagi mempertahankan keselamatan tersebut.</li>
<li>Pelajarilah semua kata “murtad” dalam Alkitab dan lihat arti dari  bahasa aslinya dan pelajarilah konteks di mana kata itu berada, maka TIDAK ADA SATUPUN YANG MENGINDIKASIKAN BAHWA ORANG PILIHAN ALLAH BISA KEHILANGAN KESELAMATANNYA.</li>
<li><strong>Sekali selamat tetap selamat? Yes!</strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristenberea.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristenberea.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristenberea.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristenberea.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristenberea.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristenberea.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristenberea.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristenberea.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristenberea.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristenberea.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristenberea.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristenberea.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristenberea.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristenberea.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=134&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristenberea.wordpress.com/2009/09/16/orang-pilihan-kristen-sejati-tidak-mungkin-%e2%80%9cmurtad%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">kristenberea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah Allah Punya Rencana Cadangan?</title>
		<link>http://kristenberea.wordpress.com/2009/09/13/benarkah-allah-punya-rencana-cadangan/</link>
		<comments>http://kristenberea.wordpress.com/2009/09/13/benarkah-allah-punya-rencana-cadangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 16:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristenberea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin Pedang Roh / Dr. Suhento]]></category>
		<category><![CDATA[Teropong Kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen Fundamentalis]]></category>
		<category><![CDATA[Rencana Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristenberea.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Sebetulnya saya malas untuk mengutarakan kesalahan orang lain, namun kali ini saya merasa perlu untuk melakukannya. Ada dua alasan, yang pertama orang yang akan saya tunjukkan kesalahan ini telah mengklaim ajarannya yang paling Alkitabiah dan dengan semena-mena beliau menyatakan ajaran dari gereja dan para hamba Tuhan lainya sebagai tidak Alkitabiah dan sesat. Yang kedua, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=131&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Sebetulnya saya malas untuk mengutarakan kesalahan orang lain, namun kali ini saya merasa perlu untuk melakukannya. Ada dua alasan, yang pertama orang yang akan saya tunjukkan kesalahan ini telah mengklaim ajarannya yang paling Alkitabiah dan dengan semena-mena beliau menyatakan ajaran dari gereja dan para hamba Tuhan lainya sebagai tidak Alkitabiah dan sesat. Yang kedua, apa yang telah beliau lakukan itu telah disebarkan luaskan secara luar biasa baik melalui buletin, buku-buku, dan terutama internet  yaitu melalui  salah satu anak buahnya yang setia, sehingga kalau dibiarkan terus-menerus  dan tidak diingatkan, beliau akan semakin merasa dirinya paling benar!</p>
<p><strong>Menurut  Dr. Suhento  Liauw, Allah mempunyai dua rencana</strong></p>
<p>Berikut cuplikan bukunya  “Apakah Baptisan &amp; Pengurapan Roh Kudus itu?” hal 21 paragraf kedua:</p>
<p>Orang pasti bertanya, “mungkinkah ada dua rencana bagi Allah yang maha tahu? Kalau bangsa Israel menyambut, maka segera didirikan Kerajaan Daud, dan kalau Israel menolak maka kesempatan bangsa lain dibuka?” Jawabannya, ya! Silakan pelajari Roma  pasal 11.</p>
<p>Sebelum membahas Roma 11 yang menurut beliau  ada dua rencana  keselamatan Allah, saya akan membahas ketidakmungkinan Allah  yang  sejati punya rencana cadangan.</p>
<p>Kalau manusia membuat rencana cadangan itu wajar, karena manusia tidak bisa memastikan apapun terjadi sesuai dengan rencananya sehingga kalau rencana utamanya gagal dia perlu rencana kedua yaitu untuk mengantisipasi  kegagalan tersebut. Manusia tidak bisa melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendaknya karena kehendak manusia itu sekalipun bebas tetapi sangat terbatas.  Untuk mewujudkan rencananya, manusia sangat tergatung pada keadaan sekitar, manusia yang lainnya, dan tentu saja  sangat tergantung pada ketentuan Tuhan.</p>
<p>Ams 16:9  <em>Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.</em></p>
<p>Yer 10:23  <em>Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.</em></p>
<p>Nah, apakah Allah sama dengan manusia sehingga  Ia perlu rencana cadangan?</p>
<p>Apakah untuk mewujudkan rencana-Nya, Allah tergantung pada  manusia?</p>
<p>Apakah manusia bisa megagalkan  rencana Allah?</p>
<p>Siapakah manusia itu yang adalah debu tanah mampu menggagalkan rencana Allah, Penciptanya?</p>
<p>Adakah tanah liat bisa  menggagalkan sang penjunan?</p>
<p>Kalau ada satupun rencana Allah yang gagal, maka “Allah” yang demikian sesungguhnya bukan Allah, karena tidak ada jaminan rencananya yang lain bisa terlaksana, kalau demikian masihkah kita percaya pada “Allah” yang demikian?</p>
<p>Tetapi untunglah, Allah yang aku kenal bukan Allah yang seperti itu. Tidak ada satupun rencana-Nya yang gagal, dan tidak ada sesuatu apapun yang mampu menghalangi kehendak dan rencana-Nya.  Setiap rencana-Nya pasti berhasil  karena segala sesuatu ada di dalam kuasa dan kontrol-Nya.</p>
<p>Ayb 42:2  &#8220;<em>Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.</em></p>
<p>Mzm 33:11  <em>tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.</em></p>
<p>Yes 14:27  <em>TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? Tangan-Nya telah teracung, siapakah yang dapat membuatnya ditarik kembali?</em></p>
<p><strong>Menurut Roma 11, Rencana Allah tidak ada yang gagal sehingga tidak perlu rencana cadangan</strong>.</p>
<p>Allah tidak gagal menyelamatkan orang Israel sesuai dengan rencana-Nya semula, dan kalau keselamatan tersebut sampai ke bangsa-bangsa lain itu juga sesuai dengan rencana semula Allah.</p>
<p>Menurut Dr. Suhento, Allah punya dua rencana, rencana pertama  keselamatan Allah hanya untuk orang Israel, Rencana kedua (rencana cadangan) kalau Israel menolak (Umat Israel menggagalkan rencana pertama) maka keselamatan itu diberikan kepada bangsa lain.</p>
<p>Tetapi ternyata tidak demikian.</p>
<p>Sejak semula Allah hanya punya  rencana yaitu menyelamatan orang-orang pilihan-Nya, baik dari bangsa Israel maupun dari bangsa-bangsa lain.</p>
<p>Yoh 10:16  <em>Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan.</em></p>
<p>Efesus 1: 3- 5 <em>Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,</em></p>
<p>Sekarang mari kita lihat, apakah rencana-Nya itu gagal?</p>
<p>Menurut Dr. Suhento, umat Israel yang masuk dalam rencana keselamatan Allah adalah semua orang Israel, sehingga beliaunya menyimpulkan  bahwa karena sebagian besar orang Israel menolak Tuhan Yesus, maka rencana Allah menyelamatkan umat Israel gagal. Benarkah demikian?</p>
<p>Ternyata pandangan beliau sama persis dengan sebagian orang Roma yang merasa diri mereka lebih baik dan lebih pandai dari orang Israel, karena ternyata orang Israel menolak Allah dan ditolak oleh Allah. Dan untuk meluruskan anggapan yang keliru tersebut Rasul Paulus perlu mengingatkan orang Roma  akan Nabi Elia yang merasa bahwa hanya dirinya  adalah satu-satunya nabi yang masih hidup  sehingga tidak ada umat Allah yang lainnya selain dirinya. Tetapi ternyata tanpa sepengatuhan Elia, Allah masih menjaga tujuh ribu orang yang setia kepada-Nya. Demikian juga dengan orang Israel , walaupun banyak orang menyangka mereka menolak Tuhan, namun Allah tetap menjaga orang-orang Israel  yang sejak semula dipilih untuk selamat, tetap setia memenuhi panggilan keselamatan dari Tuhan.</p>
<p>Sebelumnya Rasul Paulus menegaskan:</p>
<p>Rm 9:6  <em>Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel.</em></p>
<p><em>Roma 9: 27, 28  Dan Yesaya berseru tentang Israel: &#8220;Sekalipun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan diselamatkan.  Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera.&#8221;</em></p>
<p>Jadi jelaslah bahwa orang Israel  yang menolak Tuhan Yesus adalah mereka yang memang tidak masuk dalam rencana keselamatan Allah sehingga rencana Allah untuk menyelamatkan umat Israel pada waktu itu tidak gagal, karena yang masuk dalam rencana keselamatan Allah adalah sisa Israel menurut pilihan kasih karunia Allah ( Roma 11: 5,6)</p>
<p>Nah, penolakan orang Israel yang tidak masuk dalam rencana keselamatan Allah ini dipakai sebagai <em>lantaran</em> untuk keselamatan bagi bangsa-bangsa lain. Setelah jumlah orang-orang pilihan Allah dari bangsa-bangsa lain sudah genap dalam rencana keselamatan Allah, baru seluruh Israel di selamatkan ( Roma 11: 25)</p>
<p>Jadi rencana keselamatan Allah untuk Israel tidak pernah gagal, tetapi hanya bertahap. Tahap awal untuk orang Israel  berdasarkan pilihan kasih karunia (sisa Israel)  dan tahap akhir untuk seluruh Israel (yang juga termasuk orang pilihan) setelah semua orang pilihan dari bangsa-bangsa lain telah genap diselamatkan.</p>
<p>Bukti bahwa kehendak dan rencana Allah tidak gagal adalah pernyataan Paulus “sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya” (Roma 11: 29)</p>
<p>Akhirnya, mengetahui bahwa begitu dalam dan sempurnanya rencana Allah, Paulus menaikkan pujian:</p>
<p><em>O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah!</em></p>
<p><em> Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan?</em></p>
<p><em> Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?</em></p>
<p><em>Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?</em></p>
<p><em>Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!</em></p>
<p>(Roma 11: 33 – 36)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristenberea.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristenberea.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristenberea.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristenberea.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristenberea.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristenberea.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristenberea.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristenberea.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristenberea.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristenberea.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristenberea.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristenberea.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristenberea.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristenberea.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=131&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristenberea.wordpress.com/2009/09/13/benarkah-allah-punya-rencana-cadangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">kristenberea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesalahan dalam menilai mujizat</title>
		<link>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/13/kesalahan-dalam-menilai-mujizat/</link>
		<comments>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/13/kesalahan-dalam-menilai-mujizat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 10:03:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristenberea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kharismatik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristenberea.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[1. Setiap hamba Tuhan yang dalam pelayanannya banyak terjadi mujizat, pastilah hamba Tuhan yang sejati dan diutus oleh Tuhan. Dalam berbagai debat yang menyangkut seorang hamba Tuhan, walaupun ajarannya telah benar-benar menyimpang dari Alkitab, tetap saja jemaatnya menyakini bahwa pendeta/pemimpinnya benar-benar utusan Tuhan yang dibuktikan dengan mujizat-mujizat yang terjadi di dalam pelayanannya. Benarkah demikian? Berita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=120&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">1. <strong>Setiap hamba Tuhan yang dalam pelayanannya banyak terjadi mujizat, pastilah hamba Tuhan yang sejati dan diutus oleh Tuhan</strong>.<br />
Dalam berbagai debat yang menyangkut seorang hamba Tuhan, walaupun ajarannya telah benar-benar menyimpang dari Alkitab, tetap saja jemaatnya menyakini bahwa pendeta/pemimpinnya benar-benar utusan Tuhan yang dibuktikan dengan mujizat-mujizat yang terjadi di dalam pelayanannya. Benarkah demikian?<br />
Berita Alkitab:<br />
Memang benar bahwa salah satu cara Tuhan untuk membuktikan bahwa seseorang adalah Rasul-Nya melalui tanda-tanda ajaib / mujizat yang menyertainya.<br />
2 Korintus 12:12<br />
</span><span style="font-family:Verdana;color:#000080;font-size:x-small;">Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.<br />
</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Ibrani 2:4<br />
</span><span style="font-family:Verdana;color:#000040;font-size:x-small;">Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya. Tetapi harus diingat juga, bahwa pada akhir zaman ini, justru nabi-nabi palsu dan mesias-mesias palsu-lah yang paling banyak membuat mujizat dan tanda-tanda yang dahsyat!<br />
</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Matius 7:22<br />
</span><span style="font-family:Verdana;color:#000080;font-size:x-small;">Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?<br />
</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Matius 24:24<br />
</span><span style="font-family:Verdana;color:#000080;font-size:x-small;">Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.<br />
</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">2 Tesalonika 2:9 ,10<br />
</span><span style="font-family:Verdana;color:#000080;font-size:x-small;">Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.<br />
</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Wahyu 16:14<br />
</span><span style="font-family:Verdana;color:#000080;font-size:x-small;">Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Salah satu tanda dari akhir zaman adalah:<br />
1<span style="text-decoration:underline;">) Banyak nabi palsu dan mesias (yang mengaku diurapi oleh Allah) palsu akan bermunculan dan mengadakan tanda-tanda ajaib dan mujizat-mujizat.<br />
</span>Kalau kita baca perikop Matius 7: 15 – 23 dan Matius 13: 24 – 30, 36 – 43 sudah jelas bahwa nabi-nabi palsu dan orang-orang yang menganggap dirinya diurapi oleh Tuhan ini ada di dalam gereja dan secara kasat mata tidak bisa dibedakan dengan orang Kristen sejati. Sama seperti sulitnya membedakan gandum dan lalang, demikian juga sulit untuk membedakan nabi-nabi palsu dan mesias-mesias palsu dengan nabi dan utusan Tuhan yang sejati. Yang jelas diantara hamba-hamba Tuhan dan orang-orang yang mengaku diurapi khusus oleh Tuhan dan yang saat ini ada di gereja-gereja pasti banyak yang palsu. Yang pasti, kepalsuan mereka akan sangat jelas pada saat penghakiman nanti:<br />
Matius 7: 23<br />
</span><span style="font-family:Verdana;color:#000080;font-size:x-small;">Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!&#8221;</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><br />
So: meskipun mereka melakukan mujizat dan tanda ajaib demi Nama Tuhan Yesus, Tuhan tidak pernah mengenal mereka, apalagi mengutus mereka. Lalu dari mana mujizat dan tanda ajaib yang mereka buat?<br />
Matius 13: 41-43<br />
</span><span style="font-family:Verdana;color:#000080;font-size:x-small;">Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!&#8221; </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Siapakah yang dijadikan sasaran empuk oleh nabi dan mesias palsu tersebut! </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">a. Mereka yang suka akan hal-hal yang “supranatural’ dan mudah percaya akan setiap muizat. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">b. Mereka yang lebih suka cerita-cerita yang spektakuler dan menggebohkan dari pada pemberitaan yang Alkitabiah ( 2 Tes 2: 10)<br />
Untuk itu, hati-hatilah terhadap “hamba-hamba” Tuhan yang lebih banyak mengobral Mujizat dari pada pemberitaan Firman Tuhan yang Alkitabiah. Hati-hatilah terhadap “hamba-hamba” Tuhan yang lebih banyak menyampaikan kesaksian-kesaksian yang hebat-hebat tetapi sedikit (bahkan tidak pernah) memberitakan kebenaran yang dihasilkan dari penyelidikan Alkitab yang sungguh-sungguh dan mendalam. Waspadalah – waspadalah. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><br />
2<span style="text-decoration:underline;">) Dengan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dahsyat, nabi-nabi dan orang-orang yang mengaku diurapi ini akan berhasil menggaet para pemimpin dan tokoh-tokoh yang penting di banyak negara</span>. (Wahyu 16: 14)<br />
Jadi; jangan heran dan bahkan terkagum-kagum dengan “hamba-hamba” Tuhan yang berhasil medapatkan jemaat dari kalangan orang penting dan berpengaruh di negara ini, karena kemungkinan besar mereka adalah nabi-nabi palsu<br />
Nah, agar Anda terhindar dari tipu daya nabi-nabi palsu dan orang-orang yang mengaku mendapat urapan khusus dari Tuhan caranya mudah:<br />
a. Jangan percaya setiap “hamba Tuhan” yang mengandalkan muzijat dan mengaku dirinya diurapi khusus oleh Tuhan. Ujilah mereka dengan melihat apakah berita yang disampaikan Alkitabiah atau ngacau, cuma comot ayat sana-sini, nah untuk itu;<br />
b. Banyaklah belajar kebenaran Firman Tuhan. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><br />
2. <strong>Untuk mengalami mujizat harus hidup suci dan punya iman yang hebat!</strong><br />
Ada seseorang yang sedang sakit dan dan dilayani oleh seorang “hamba Tuhan”. Walaupun “hamba Tuhan” itu telah berdoa mati-matian eh, penyakit orang itu tidak juga sembuh-sembuh. Untuk amannya sang “hamba Tuhan” tadi langsung memvonis: Anda pasti masih nyimpen dosa atau kalau tidak, iman Anda belum beres! Enak sekali….. sang “hamba Tuhan” tersebut ngomong ya!<br />
Dalam beberapa kasus yang terjadi di Alkitab memang Tuhan Yesus pernah berkata: “Imanmulah yang meyembuhkan engkau”, tetapi ada beberap kasus lainnya mujizat kesembuhan terjadi justru ketika seseorang masih berdosa dan belum mengenal (apalagi beriman pada) Tuhan Yesus.<br />
Contoh :<br />
a.Kasus penyembuhan orang yang sudah 38 tahun sakit di kolam Betesda (Yoh 5: 1-18)<br />
Pada ayat 13,14 jelas bahwa ketika orang itu sudah sembuh ia belum mengenal Yesus dan dosanya baru diampuni setelah sembuh.<br />
b. Kasus orang buta yang dicelikkan oleh Tuhan Yesus ( Yoh. 9)<br />
Dari ayat 35 – 39 jelas bahwa orang yang disembuhkan tersebut baru percaya kepada Tuhan Yesus setelah sembuh / mengalami mujizat. Dan orang tersebut buta bukan karena dosanya tetapi karena rencana Allah dimana melaluinya Allah akan dimuliakan.<br />
Di sisi lain, ada orang yang beriman dan hidup baik, toh ketika mereka berdoa mohon mujizat kesembuhan, Tuhan juga tidak mau sembuhkan( contoh Paulus dan Timotius). Jadi, mujizat (misalnya kesembuhan) tidak tergantung pada manusia (baik hamba Tuhan maupun yang sakit), tetapi semata-mata tergantung pada otoritas / kedaulatan dan kehendak Tuhan! Inilah mujizat / kesembuhan yang sejati.<br />
Kalau seorang hamba Tuhan memang berada di bawah otoritas dan kedaulatan Tuhan, cukup hanya sekali ucap; “sembuhlah engkau!”, maka orang itu pasti sembuh. Jadi tidak usah berteriak-teriak dan berulang-ulang mengucap ; ‘sembuh!”….. “sembuh!” …. Dan kalau ternyata tidak sembuh-sembuh juga, langsung memvonis : pasti masih ada dosa atau iman Anda nggak beres! Kasihan deh lu yang mengikuti “hamba Tuhan” seperti ini! Waspadalah …. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><br />
3. <strong>Adanya muzijat dan tanda-tanda yang dahsyat membuat orang mudah percaya pada Tuhan Yesus</strong>.<br />
Ada banyak “hamba Tuhan” yang menjadikan mujizat sebagai “program unggulan” untuk mencari jemaat. Program-program siaran rohani di Radio dan Televisi banyak yang menjanjikan “mujizat akan terjadi bagi setiap Anda yang mendengarkan siaran ini atu melihat tayangan ini”. Benarkah dengan menawarkan mujizat lantas banyak orang yang percaya pada Tuhan Yesus? Memang, ada beberapa kasus yang demikian. Mujizat yang dialami oleh orang sakit selama 38 tahun dan orang buta di atas ( point 2a dan 2b) membuat mereka percaya pada Tuhan Yesus, tetapi pada kasus lain tidak demikian.<br />
Matius 11:20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: Yohanes 12:37<br />
Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya,<br />
Dari dua ayat di atas saja sudah cukup membuktikan bahwa banyaknya mujizat yang terjadi (padahal ini mujizat yang sejati) tidak menjamin banyak orang mau percaya kepada Tuhan Yesus. Saat ini yang terjadi justru sebaliknya, mujizat-mujizat yang ditawarkan oleh para “hamba Tuhan” membuat banyak orang:<br />
1) Kecewa kepada Tuhan Yesus!<br />
Begitu banyaknya tawaran dan nubuatan : Tuhan pasti sembuhkan, Tuhan pasti buat mujizat, membuat banyak orang punya kepercayaan ikut Tuhan itu enak lho, sakit tinggal perintah Tuhan Yesus sembuhkan saya, saya pasti sembuh. Kesulitan ekonomi? Tinggal doa dalam nama Tuhan Yesus uang datang…. Eh ada orang kasih uang dsb.<br />
Tapi apa yang terjadi? Justru penderitaan demi penderitaan lah yang dialami, sakit bertahun-tahun tidak sembuh, utang numpuk dimana-mana. Lalu mereka berteriak : Tuhan dimana Engkau? Dimana KuasMu? Mengapa Kau biarkan anak-ku diperkosa, mengapa Kau biarkan anakku terlantar di jalanan, katanya Engkau pasti buat mujizat dan kuasaMu tidak terbatas! </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Ingat! Tuhan sudah peringatkan:<br />
</span><span style="font-family:Verdana;color:#000080;font-size:x-small;">Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">. (Matius 16:24 )<br />
</span><span style="font-family:Verdana;color:#000080;font-size:x-small;">Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"> (Roma 8:17 ) </span><span style="font-family:Verdana;color:#000080;font-size:x-small;">Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"> (Filipi 1:29) </span><span style="font-family:Verdana;color:#000080;font-size:x-small;">Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"> (2 Timotius 2:3 )</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Jadi, hati-hatilah terhadap “hamba Tuhan” dan gereja yang hanya memberitakan tentang mujizat tanpa sedikitpun memperingatkan kepada jemaatnya untuk tetap setia dan tekun di dalam penderitaan, karena kemungkinan besar hamba Tuhan tersebut nabi palsu seperti pada zaman Yehezkiel: Oleh karena, ya sungguh karena mereka menyesatkan umat-Ku dengan mengatakan: Damai sejahtera!, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera—mereka itu mendirikan tembok dan lihat, mereka mengapurnya—( Yehezkiel 13:10 )<br />
Oh iya … ya… berita tentang mujizat dan penderitaan bukankah bertentangan! Kalau kita tawarkan penderitaan pada jemaat, bukankah gereja kita tidak laku?<br />
2) Lebih membutuhkan mujizat dan mengagungkan hamba Tuhan-nya dari pada membutuhkan Tuhan Yesus dan memuliakan-Nya!<br />
Waktu Jogja Festival mau dilaksanakan, panitia telah membuat baliho-baliha di perempatan jalan raya, dan memuat iklannya di koran dengan ukuran yang besar. Coba tebak apa yang dituliskan pada baliho dan iklan di koran tersebut? Iya betul…. Tidak ada nama Tuhan Yesus sama sekali. Yang ada nama “hamba Tuhan” dan serangkaian mujizat yang bisa dibuatnya. So, kalau ada orang yang datang ke acara tersebut, mereka butuh Tuhan Yesus atau butuh mujizat? (Tetapi syukurlah acara tersebut dibatalkan karena “kuasa Tuhan” tidak mampu mengatasi kekuatan beberapa orang yang keberatan terhadap acara tersebut! ) Demikian juga sewaktu seorang istri dari salah satu konglomerat Indonesia memberi kesaksian lewat layar kaca TVRI atas mujizat yang terjadi di keluarganya…. Coba tebak lagi nama siapa yang paling banyak disebut dan disanjung …. Yang jelas bukan nama Tuhan Yesus!<br />
3) Menertawakan Kekristenan!<br />
Adanya berita-berita mujizat di kalangan kekristenan akhir-akhir ini justru menjadi bahan tertawaan bagi orang-orang dari agama lain dan aliran kepercayaan lainnya. Metode yang dilakukan oleh “hamba-hamba” Tuhan ini sudah pernah dipakai oleh para Wali Songo pada jaman dulu dan juga oleh suatu aliran kepercayaan ( Tri Tunggal) sampai saat ini. Bahkan kalau mau jujur. Mujizat-mujizat yang dilakukan oleh para Wali Songo dan aliran kepercayaan ‘Tri Tunggal’ jauh lebih dahsyat dari mujizat para ‘hamba Tuhan”. Contoh: Saat ini masih ada siaran langsung “kesembuhan” lewat layar televisi di salah satu TV lokal. Kalau ada orang yang sakit tinggal telepon lalu mengikuti perintah pengisi acara, maka sakitnya akan sembuh. Bahkan iklannya di salah satu media cetak, dalam satu halaman penuh dicantumkan kesaksian dari orang-orang yang disembuhkan lengkap dengan foto dan alamat rumahnya. Bahkan ada penyakit yang ditransfer ke binatang.<br />
Akhirnya Dari semuanya ini bukan berarti saya tidak percaya mujizat. Saya percaya mujizat masih terjadi bahkan saya pernah mendoakan dua orang teman saya yang sakit dan mereka langsung sembuh seketika. Tetapi bagi saya mujizat bukan yang utama dan harus ditonjolkan. Kita harus tetap memprioritaskan kebenaran firman Tuhan di atas segala-galanya. Peringatan Tuhan Yesus tentang banyaknya nabi-nabi palsu dan orang-orang yang mengaku diurapi secara khusus oleh Tuhan dan mereka ini akan melakukan banyak mujizat-mujizat dan tanda-tanda sedemikian rupa dengan tujuan untuk menyesatkan orang-orang pilihan Tuhan, membuat kita harus berhati-hati terhadap berbagai gejala mujizat yang muncul di gereja. Kalau kita belum mampu membedakan mana mujizat dari Tuhan dan mana mujizat dari nabi-nabi palsu dan mesias-mesias palsu, bukankah akan lebih bijaksana bila kita menghindari pertemuan-pertemuan yang mengesploitasi mujizat? Ingat lho! Iblis paling mudah memalsu mujizat dan Tuhan tidak pernah menjamin bahwa Iblis tidak bisa menabur benihnya di dalam gereja-Nya. (Matius 13: 30, 39, 41) Jangan mau ditipu kalau mujizat dilakukan dalam nama Tuhan Yesus pasti berasal dari Tuhan! (Matius 7: 15 – 23).</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristenberea.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristenberea.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristenberea.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristenberea.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristenberea.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristenberea.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristenberea.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristenberea.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristenberea.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristenberea.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristenberea.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristenberea.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristenberea.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristenberea.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=120&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/13/kesalahan-dalam-menilai-mujizat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">kristenberea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasa Roh : di Alkitab dan Saat ini</title>
		<link>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/13/bahasa-roh-di-alkitab-dan-saat-ini/</link>
		<comments>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/13/bahasa-roh-di-alkitab-dan-saat-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 09:55:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristenberea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kharismatik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristenberea.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[1. Sebagai salah satu tanda dari gereja yang am Mar 16:17, 18 : Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: 1) mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, 2) mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 3) mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; 4) mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=116&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="msgcns!30BEEFE17357E7A5!155" class="bvMsg">
<p align="justify"><strong>1. Sebagai salah satu tanda dari gereja yang am</strong></p>
<p>Mar 16:17, 18 :</p>
<p align="justify"><em><span style="text-decoration:underline;">Tanda-tanda</span> ini akan menyertai <span style="text-decoration:underline;">orang-orang yang percaya</span>: </em><em>1) mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, </em><em>2) mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, </em><em>3) mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; </em><em>4) mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.&#8221;</em></p>
<p align="justify">Sekalipun banyak ahli teologia meragukan keaslian dari ayat ini (karena ayat ini tidak ada pada manuskrip Injil Markus yang paling awal) baiklah kita lihat apa maksud dari ayat ini.</p>
<p align="justify">a. Jelas bahwa keempat tanda di atas diperuntukkan untuk orang-orang percaya (gereja secara keseluruhan) bukan untuk setiap orang percaya. Kalau tanda-tanda itu ditujukan untuk setiap orang percaya maka konsekuensinya setiap orang percaya harus memiliki semua tanda-tanda di atas.</p>
<p align="justify">b. Tanda-tanda di atas ( kecuali minum racun maut) sudah digenapi oleh gereja mula-mula :</p>
<p align="justify">- Mengusir setan ( Kis 5: 16, Kis 8:7 dll)</p>
<p align="justify">- Berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru  ( Kis 2: 4 – 11)</p>
<p align="justify">- Di gigit ular tidak mati ( Kis 28: 3,4,5 )</p>
<p align="justify">- Penyembuhan orang sakit ( Kis 5: 16 dll )</p>
<p align="justify">c. “bahasa-bahasa yang baru” ( Yunani : <em>glossa</em>, Inggris : <em>tongues</em> ) adalah bahasa-bahasa dari suku / bangsa lain yang mempunyai struktur kalimat dan pengertian yang jelas dan dapat dimengerti oleh manusia.</p>
<p align="justify">Contoh di Kis 2: 4 -11. Ketika para murid ber”bahasa roh” maka orang Yahudi mendengar mereka berbicara dalam bahasa Yahudi, orang Kreta mendengar mereka berbahasa Kreta, orang Arab mendengar mereka berbahasa Arab”, dan sebagainya.</p>
<p align="justify"><span style="text-decoration:underline;">Fakta sekarang:</span></p>
<p align="justify">1). Ada beberapa “hamba Tuhan” yang menggunakan ayat ini untuk mengklaim bahwa setiap orang percaya harus ber”bahasa roh” sebagai tanda orang Kristen sejati, sehingga membuat orang Kristen yang tidak ber”bahasa roh” ragu-ragu apakah mereka orang Kristen sejati atau tidak! Ada pertanyaan yang harus dijawab oleh para “hamba Tuhan” tersebut: Mengapa hanya tanda ber”bahasa roh” yang ditekankan, bagaimana dengan ketiga tanda yang lainnya?</p>
<p align="justify">2). “Bahasa roh” saat ini berbeda dengan “bahasa roh” pada Kisah Para Rasul. Jelas bahwa di Kisah Para Rasul, “bahasa roh” adalah bahasa yang mempunyai struktur kalimat dan kata yang jelas dan dapat dimengerti oleh suku/bangsa lain. Tetapi “bahasa roh” saat ini adalah “bahasa” yang struktur kalimat dan kata-katanya tidak jelas. Biasanya hanya terdiri dari 2 sampai 5 suku kata yang tidak jelas dan diulang-ulang.</p>
<p align="justify">Contoh : tra – la – l a, tra – la – la dst , shikara-kara- kara – mande &#8230;. dst</p>
<p align="justify">Apakah ada bahasa dari suatu suku/bangsa yang mempunyai hanya 3 sampai 5 suku kata?</p>
<p align="justify"><strong>2. Sebagai manifestasi Roh Kudus ketika Injil memasuki daerah/wilayah baru.</strong></p>
<p align="justify">Bahasa Roh di Kisah Para Rasul:</p>
<p align="justify">1. Di Yerusalem (Kis 2: 5-11)</p>
<p align="justify">2. Di Kaisarea untuk orang non Yahudi (Kis 10: 46)</p>
<p align="justify">3. Di Efesus (kota internasional pada saat itu) (Kis 19: 6)</p>
<p align="justify">Bandingkan dengan amanat agung Tuhan Yesus : <em>Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku <span style="text-decoration:underline;">di Yerusalem dan di seluruh Yudea </span>dan <span style="text-decoration:underline;">Samaria</span> dan <span style="text-decoration:underline;">sampai ke ujung bumi.</span>&#8220;</em></p>
<p align="justify"><strong>Jadi, bahasa roh yang terjadi di tiga tempat di atas menunjukkan bahwa Injil telah memasuki wilayah yang telah diamanatkan oleh Tuhan Yesus kepada para rasul, dan hanya terjadi satu kali di setiap tempat dan tidak terulang lagi</strong>.</p>
<p align="justify">Perlu diingat juga, bahwa peristiwa terjadinya bahasa roh di atas bersifat dipkrispsi (menggambarkan) yang tidak bisa dijadikan sebagai suatu ajaran yang harus diikuti oleh setiap orang Kristen.</p>
<p align="justify">Contoh:</p>
<p align="justify">- Peristiwa pertobatan Saulus yang mengalami kebutaan dan tidak makan selama tiga hari tidak bisa dijadikan sebagai dasar ajaran bahwa setiap orang Kristen yang bertobat akan mengalami kebutaan dan harus puasa selama tiga hari.</p>
<p align="justify">- Peristiwa Tuhan Yesus dibabptis di sungai Yordan tidak dapat dijadikan sebagai dasar ajaran bahwa setiap orang Kristen harus dibaptis di sungai Yordan.</p>
<p align="justify">Demikian juga, peristiwa terjadi bahasa roh di tiga tempat di Kisah Para Rasul tidak bisa dijadikan sebagai dasar ajaran bahwa setiap gereja harus ada yang berbahasa roh. Tidak ada bukti di Alkitab bahwa setiap gereja dan orang percaya harus berbahasa roh.</p>
<p align="justify"><span style="text-decoration:underline;">Fakta Sekarang:</span></p>
<p align="justify">Terdapat indikasi adanya pemaksaan bahasa roh di gereja-gereja yang sudah lama berdiri.</p>
<p align="justify"><strong>3. Sebagai salah satu karunia dari banyak karunia</strong></p>
<p align="justify">Dari sekian banyak surat penggembalaan para rasul kepada jemaat, hanya satu surat yang membahas tentang bahasa roh, itupun bukan berupa pujian tetapi teguran yang keras.</p>
<p align="justify"><span style="text-decoration:underline;">Fakta Alkitab:</span></p>
<p align="justify">I Kor 12:6 – 11, 27-30</p>
<p align="justify"><em>6.</em> <em>Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. 7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. 8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. 9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. 10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. <span style="text-decoration:underline;">Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh</span>, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. 11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, <span style="text-decoration:underline;">yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya. </span></em></p>
<p align="justify">27 <em>Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. 28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. 29 Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? <span style="text-decoration:underline;">Adakah mereka semua mendapat karu</span>nia untuk mengadakan mujizat, 30 atau untuk menyembuhkan, atau <span style="text-decoration:underline;">untuk berkata-kata dalam bahasa roh</span>, atau untuk menafsirkan bahasa roh? </em></p>
<p align="justify">So:</p>
<p align="justify"><strong><span style="text-decoration:underline;">Bahasa roh merupakan salah satu karunia Roh Kudus yang diberikan kepada beberapa orang percaya secara khusus dan sesuai dengan kehendak Roh Kudus</span></strong>.</p>
<p align="justify">Jadi, kalau kita memang tidak dikehendaki oleh Roh Kudus untuk menerima karunia bahasa roh, ya jangan memaksakan diri untuk bisa berbahasa roh, sampai kursus bahasa roh segala! Ya ampun&#8230;..</p>
<p align="justify">Demikian juga dengan para “hamba Tuhan” jangalah Anda memaksakan setiap orang Kristen untuk berbahasa roh, apalagi menghakimi orang yang tidak berbahasa roh sebagai tidak ada Roh Kudusnya, padahal sangat jelas bahwa tidak semua orang percaya mendapat karunia bahasa roh!</p>
<p align="justify">1Kor 14:1,5, 18,19</p>
<p align="justify"><em><span style="text-decoration:underline;">Kejarlah kasih itu</span> dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. </em></p>
<p align="justify"><em>Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi <span style="text-decoration:underline;">lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, k</span>ecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun. Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua. Tetapi dalam pertemuan Jemaat <span style="text-decoration:underline;">aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh</span>. </em></p>
<p align="justify"><em><strong>Bagi Anda pemburu bahasa roh :</strong></em></p>
<p align="justify">1). Kejarlah kasih terlebih dahulu. Tanpa adanya kasih semua karunia tidak ada gunanya / sia-sia.</p>
<p align="justify">2). Mengapa Anda tidak memburu karunia bernubuat? Bukankah karunia nubuat lebih berharga dan lebih bermanfaat bagi jemaat?</p>
<p align="justify">3). Lima kata dengan bahasa biasa (mis bhs Indonesia) lebih baik dan bermanfaat bagi jemaat bila dibanding dengan ribuan kata dalam bahasa roh ( padahal dalam prakteknya banyak orang Kristen cuma bisa lima kata bahasa roh)</p>
<p align="justify"><strong>4. Aturan ber”bahasa roh”</strong></p>
<p align="justify">I Kor 14: 27,28,37,38</p>
<p align="justify"><em>27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. 28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah. 37 Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, <span style="text-decoration:underline;">ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan</span>. 38 <span style="text-decoration:underline;">Tetapi jika ia tidak mengindahkannya, janganlah kamu mengindahkan dia</span>. </em></p>
<p align="justify"><strong><em>Aturan berbahasa roh di dalam persekutuan</em>:</strong></p>
<p align="justify">1). Paling banyak tiga orang secara bergiliran dan harus ada yang menafsirkan/menterjemahkan bahasa roh tersebut;</p>
<p align="justify">2). Jika tidak ada yang menafsirkan/menerjemahkannya, mereka harus berdiam diri / tidak mengucapkan bahasa roh.</p>
<p align="justify">Aturan ini adalah perintah Tuhan dan kalau ada “hamba Tuhan”/ jemaat yang tidak mengindahkannya, maka kita juga tidak perlu mengindahkan “hamba Tuhan” / jemaat tersebut!</p>
<p align="justify"><span style="text-decoration:underline;">Fakta / praktek berbahasa roh jemaat saat ini:</span></p>
<p align="justify">- Hampir semua anggota persekutuan / gereja yang berbahasa roh, baik <em>song leader</em> maupun jemaat yang hadir berlomba-lomba untuk “berbahasa roh” dan tidak ada satupun yang menafsirkannya.</p>
<p align="justify">- Jadi, persekutuan / gereja seperti ini sudah tidak mengindahkan aturan di atas, sehingga kitapun tidak perlu mengindahkan persekutuan / gereja tersebut!</p>
<p align="justify">So: <strong>Jangan hadiri persekutuan / gereja yang dalam pertemuan ibadatnya banyak yang berlomba berbahasa roh tanpa satupun orang yang menafsirkannya! Ini perintah Tuhan lho! (ayat 37-38)</strong></p>
<p align="justify"><strong>5. Buah “berbahasa roh”</strong></p>
<p align="justify"><span style="text-decoration:underline;">Fakta di Alkitab</span></p>
<p align="justify">Apakah karunia bahasa roh di jemaat Korintus dapat membuat jemaat tersebut dewasa? Ternyata jawabannya TIDAK! Jemaat Korintus yang merupakan satu-satunya jemaat pada PB yang mempraktekkan bahasa roh dalam kebaktiannya, ternyata merupakan manusia duniawi, jemaat yang belum dewasa di dalam Kristus, yang dibuktikan dengan adanya perselisihan, yang seorang merasa lebih hebat dari yang lainnya.( I Korintus 3: 1 – 5)</p>
<p align="justify"><span style="text-decoration:underline;">Fakta sekarang</span><strong>:</strong></p>
<p align="justify">Saat ini, persekutuan / gereja yang mempraktekkan bahasa roh ternyata sama seperti jemaat di Korintus, suka berselisih yang berujung pada perpecahan gereja. Bukankah gereja yang paling banyak perpecahannya adalah gereja yang berbahasa roh? Belum genap 20 tahun usia gereja, sudah banyak pendetanya yang memisahkan diri membuat denominasi / gereja baru yang terpisah secara organisasi!</p>
<p align="justify">Bandingkan dengan gereja-geraja yang usianya lebih dari 75 tahun seperti GMIT, GKJ, HKBP dan sebagainya yang oleh gereja berbahasa roh dianggap sebagai gereja tanpa Roh Kudus; Walaupun di dalam gereja tersebut kadang kala ada “keributan” antar pendeta dan jemaat tetapi dapat diselesaikan dengan baik dan sampai sekarang gereja tetap utuh tidak terpecah. Dan walaupun gereja tersebut mempunyai warga jemaat lebih dari 250.000 orang dan sampai sekarang terus berkembang, tidak pernah menyombongkan diri sebagai gereja yang besar. Coba bandingkan dengan gereja berbahasa roh, walaupun anggotanya baru 20.000 orang sudah berkoar-koar sebagai gereja terbesar dan tercepat pertumbuhannya, apalagi sudah terbukti bahwa sebagian jemaatnya nyrobot dari gereja yang dikatakan tidak punya Roh Kudus tadi. ( di Solo dan Jogja ada gereja yang menawarkan antar-jemput secara gratis bagi orang yang mau beribadah di gerejanya).</p>
<p align="justify"><strong>6. Bahasa roh sudah berhenti?</strong></p>
<p align="justify">1 Kor 13:8-10</p>
<p align="justify"><em>Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; <strong>bahasa roh akan berhenti</strong>; pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. <strong>Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. </strong></em></p>
<p align="justify">Ketika Rasul Paulus menulis ayat-ayat tersebut, kanon Alkitab belum ditutup sehingga Allah masih menggunakan karunia-karunia Roh Kudus untuk membimbing dan membangun kehidupan gereja-Nya. Tetapi setelah kanon Alkitab sudah selesai dan sempurna maka wahyu khusus sudah berhenti dan ditutup (Wahyu 22: 18,19).</p>
<p align="justify"><strong>Alkitab sudah cukup dan mampu memberi petunjuk dan bimbingan bagi setiap warga gereja. (II Tim 3: 16,17).</strong></p>
<p align="justify">Bagi Anda pemburu bahasa roh, apakah Alkitab belum cukup untuk membangun iman Anda?</p>
<p align="justify"><strong>7. Bahasa roh dan perdukukan &amp; agama primitif</strong></p>
<p align="justify">Sudah bukan rahasia lagi, bahwa para dukun juga menggunakan “bahasa roh” ketika mereka membaca mantra, demikian juga suku-suku primitif juga berbahasa roh ketika mereka memanggil-manggil dewa mereka.</p>
<p align="justify">Tidak ada jaminan bahwa Iblis tidak bekerja di dalam persekutuan / ibadah. Di dalam perumpaan gandum dan lalang ( Mat 13: 24 – 30; 36 – 43) dinyatakan bahwa Iblis juga menaburkan benih di tengah-tengah gereja dan hal ini sengaja dibiarkan oleh Allah. <strong>Bahasa roh dan mujizat adalah dua hal yang paling gampang dipalsu oleh Iblis.</strong></p>
<p align="justify">Nah, bagi Anda pemburu bahasa roh, hati-hatilah terhadap setiap bahasa roh. Bedakan apakah itu benar dari Roh Kudus (harus ada penafsirannya) ataukah dari Iblis. Kalau Anda tidak dapat membedakan (memang sulit, sama sulitnya membedakan gandum dan lalang) lebih baik urungkan niat Anda, dari pada Anda menyesal di kemudian hari karena tertipu oleh Iblis.</p>
<p align="justify">Kalau Anda berbahasa roh hanya untuk membangun iman Anda, lebih baik Anda banyak membaca Alkitab sambil memohon hikmat pada Tuhan, dan Tuhan pasti akan memberikannya dengan tidak menangguhkannya.</p>
<p align="justify"><strong>8. </strong><strong>Bagi Anda yang tidak berbahasa roh:</strong></p>
<p align="justify">1). Tetap berbahagialah, jangan ragu-ragu terhadap iman Anda, karena Tuhan pasti memberi Anda karunia lain yang lebih  berguna baik bagi Anda pribadi maupun bagi gereja.</p>
<p align="justify">2). Jangan merasa minder terhadap saudara-saudara yang berbahasa roh, karena orang-orang besar yang telah Tuhan pakai untuk membangun gereja-Nya juga tidak berbahasa roh, seperti Augustinus, Martin Luther, Jhon Calvin, Billy Graham, dan lain-lainya juga tidak berbahasa roh!</p>
<p align="justify"><strong>Artikel berikut adalah tanggapan saya terhadap topik Bahasa Roh di Sabdaspace</strong></p>
<p align="justify"><strong>1. </strong><strong>Bahasa roh di Kisah Para Rasul berbeda dengan bahasa roh di I Korintus.</strong></p>
<p align="justify">Bahasa roh di Kisah Para Rasul merupakan mujizat bahasa yang terjadi satu kali di satu tempat. Sebagai mujizat bahasa roh ini berfungsi meneguhkan Injil yang diberitakan oleh para rasul.</p>
<p align="justify">Sedangkan bahasa roh di Korintus merupakan fenomena yang biasa terjadi pada hampir di semua agama, dan Tuhan berkenan menggunakan fenomena ini untuk melengkapi pelayanan di gereja-Nya. Dengan lengkapnya kanon kitab suci, peranan bahasa roh sudah semakin berkurang dan bahkan mungkin tidak perlu digunakan lagi.</p>
<p align="justify"><strong>2. </strong><strong>Setiap bahasa roh belum tentu berasal dari Roh Kudus.</strong></p>
<p align="justify">Jangan gegabah meyakini bahwa kalau kita minta bahasa roh, dan bila kita benar-benar berbahasa roh, maka bahasa roh itu berasal dari Tuhan. Sekali lagi, fenomena bahasa roh ini bukan hanya ada di kekristenan saja, tetapi juga ada di hampir semua agama. Walaupun kita sudah minta dalam nama Tuhan Yesus, nggak ada jaminan bahwa Iblis terhalangi untuk memberikan bahasa roh yang palsu. Kalau Iblis bisa berada di Firdaus dan di hadapan Allah, masak ia nggak bisa bebas di gereja?</p>
<p align="justify">Jangan juga mengira bahwa perasaan damai, tenang, seperti di surga dan sejenisnya itu pasti buah Roh Kudus akibat berbahasa roh. Para ahli psikologi sudah mengadakan penelitian bahwa orang yang berbahasa roh (entah itu orang Kristen atau bukan) akan mengalami perasaan yang sama, yaitu seperti “trance” atau sama dengan orang yang pesta shabu-shabu, melayang-melayang &#8230;&#8230;. Juga ditemukan bahwa orang yang paling mudah berbahasa roh adalah orang yang dalam keadaan stress dan mencari sesuatu untuk melepaskan beban beratnya. Ya, persis,  bahasa roh perananannya persis seperti candu, sarana pelampiasan stress dan menikmati “kebebasan” semu.</p>
<p align="justify">Itulah sebabnya, biasanya sebelum “upacara” pengucapan bahasa roh dimulai, jemaat diajak untuk menyanyi jingkrak-jingkrak sampai lelah, dan ketika sudah capai, song leader / pengkhotbah minta agar jemaat mengosongkan pikirannya dan siap untuk menerima “roh”, dan pada saat pikirannya kosong itulah bahasa roh mulai bermunculan&#8230;..tanpa dapat dikendalikan, saling berlomba&#8230;. Padahal Rasul Paulus sudah melarang pengucapan bahasa roh yang tidak disertai penafsirannya di di depan umum. Kalau bahasa roh itu memang dari Roh Kudus, masak sih Roh Kudus berani berlawanan dengan firman yang diilhamkan Sendiri?</p>
<p align="justify"><strong>3. </strong><strong>Orang yang berbahasa roh punya kecendurungan untuk bersikap anti sosial dan anti logika.</strong></p>
<p align="justify">Maaf, saya dapat menyimpulkan demikian karena semua teman saya yang berbahasa roh memang demikian, nggak beda dengan orang-orang di Korintus pada waktu itu.</p>
<p align="justify">Saya ada dua kasus:</p>
<p align="justify">a. Di suatu daerah ada persekutuan dari gereja A, sering mengadakan acara doa pada jam 12 malam. Ya kalau doa biasa sih nggak apa-apa dan bagus, tapi ini&#8230;. ya ampun.. sudah jam 12 malam mereka berteriak-teriak dan berbahasa yang aneh – aneh&#8230; ya terang saja mereka dilempari dan diusir oleh warga di sekitarnya.</p>
<p align="justify">Melihat hal ini saya jadi ragu kalau penghancuran gereja dan penganiayaan yang terjadi di gereja karena semata-mata Nama Tuhan Yesus. Mengapa? Karena banyak gereja yang ditutup dan dilempari oleh warga non-Kristen karena memang sikap jemaatnya yang anti sosial, dan tidak punya kepeduliaan terhadap lingkungan sekitar.</p>
<p align="justify">Buktinya, sudah 8 tahun ini saya mengadakan kebaktian di rumah salah satu warga dimana kepala keluarganya muslim. Kamipun telah mendapatkan jaminan keamanan dari semua RT, Kadus, LPMD yang ada di wilayah kami. Kalau mereka kami undang untuk natalan, pasti datang dan memberi bantuan, padahal di satu kecamatan kami yang beragama Kristen hanya 30 orang.</p>
<p align="justify">b. Pada saat gempa bumi Mei 2006 ada seorang yang terkenal dengan pelayanan dunia roh (dan tentu saja fasih berbahasa roh) begitu yakin akan nubuat dari sohibnya bahwa akan ada stunami yang dahsyat sampai daerahnya (padahal jarak dari pantai masih 20 Km dan dengan ketinggian permukaan tanah puluhan meter dari permukaan laut). Maka setelah gempa berhenti, bukanya menolong orangtuanya yang tertimpa tembok, dan tetangga-tetangganya yang membongkar batu-bata untuk mencari sanak saudaranya yang tertimbun, eh ia dan keluargannya malah ngungsi ditempat yang aman dengan membawa jemaatnya yang juga sama-sama meninggalkan anggota keluarganya yang tergeletak tak berdaya &#8230; edan! &#8230; inikah orang yang dipenuhi Roh Kudus?</p>
<p align="justify">Kalau orang-orang seperti ini ndak percaya nubuatan palsu dari nabi palsu &#8230;. pasti banyak jiwa akan tertolong &#8230; dan udah pasti nama Tuhan akan dimuliakan &#8230;</p>
<p align="justify">Makanya, Rasul Paulus <strong>menyindir</strong> orang-orang yang keranjingan “dunia roh” ini untuk menggunakan otak / akal budinya, karena itu juga pemberian Tuhan! (I Kor 14:15)</p>
<p align="justify"><strong>4. </strong><strong>Berdoa dalam bahasa roh bukan berarti Roh Kudus yang berdoa!</strong></p>
<p align="justify">Ini salah kaprah dan sayangnya banyak yang percaya ini.</p>
<p align="justify">1 Korintus 14:14</p>
<p align="justify"><em>Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka <span style="text-decoration:underline;">rohkulah</span> yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.</em></p>
<p align="justify">Ketika Paulus berdoa dengan bahasa roh, siapa yang berdoa? Roh Kudus? Jelas tidak! Tetapi roh Rasul Paulus-lah yang berdoa. Nah, karena Rasul Paulus tahu bahwa “dunia roh” itu nyrimpet-nyrimpet bahaya dan Iblis suka main disana (ini tafsiran saya aja lho) maka Rasul Paulus JUGA MENGGUNAKAN AKAL BUDInya.</p>
<p align="justify">1 Korintus 14:15</p>
<p align="justify"><em>Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga <span style="text-decoration:underline;">dengan akal budiku</span>; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan <span style="text-decoration:underline;">akal budiku</span>.</em></p>
<p align="justify">Kalau memang doa dengan bahasa roh itu berarti Roh Kudus yang berdoa untuk Rasul Paulus, mengapa ia juga berdoa dengan akal budinya? Apakah doa Roh Kudus nggak manjur gitu?</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristenberea.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristenberea.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristenberea.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristenberea.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristenberea.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristenberea.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristenberea.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristenberea.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristenberea.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristenberea.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristenberea.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristenberea.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristenberea.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristenberea.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=116&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/13/bahasa-roh-di-alkitab-dan-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">kristenberea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengkritisi PPA GKJ : Ajaran Keselamatan</title>
		<link>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/10/mengkritisi-ppa-gkj-ajaran-keselamatan/</link>
		<comments>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/10/mengkritisi-ppa-gkj-ajaran-keselamatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 17:17:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristenberea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengkritisi PPA-GKJ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristenberea.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[AJARAN KESELAMATAN : Menurut Calvinisme atau Armenianisme? A. Doktrin Keselamatan menurut Calvinisme dan Armenianisme Untuk mengetahui apakah PPA GKJ mengacu pada doktrin keselamatan menurut Calvinis atau menurut Armenian maka kita terlebih dahulu harus mengetahui inti dari ajaran keselamatan kedua aliran tersebut. Dasar-dasar Ajaran Calvinisme Ada lima dasar yang penting dalam ajaran Calvin pada umumnya dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=105&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 10]&gt;--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">AJARAN KESELAMATAN :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Menurut Calvinisme atau Armenianisme?</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>A.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Doktrin Keselamatan menurut Calvinisme dan Armenianisme</span></strong></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Untuk mengetahui apakah<span> </span>PPA GKJ mengacu pada<span> </span>doktrin keselamatan menurut Calvinis<span> </span>atau menurut Armenian maka kita terlebih dahulu<span> </span>harus mengetahui inti dari ajaran keselamatan <span> </span>kedua aliran tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.45pt;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Dasar-dasar Ajaran Calvinisme</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:35.45pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Ada lima dasar yang penting dalam ajaran Calvin pada umumnya dan teori predestinasi pada khususnya, yaitu:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 .0001pt 49.65pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">1. <strong>Kerusakan total</strong>. Dosa manusia mengakibatkan kerusakan total. Manusia tak</span><span style="font-size:11pt;" lang="FI"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="FI">berdaya untuk berbuat kebajikan, tak berdaya untuk menyelamatkan dirinya sendiri, bahkan tak berdaya untuk memilih jalan keselamatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:49.65pt;text-indent:-14.2pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">2. </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span><strong><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Pilihan Tuhan yang tanpa syarat</span></strong><span style="font-size:11pt;" lang="FI">. Tuhan mengaruniakan keselamatan-Nya kepada</span><span style="font-size:11pt;" lang="FI"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="FI">orang-orang yang terpilih tanpa syarat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:49.65pt;text-indent:-14.2pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">3. </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span><strong><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Penebusan yang terbatas</span></strong><span style="font-size:11pt;" lang="FI">. Khasiat penebusan Kristus memang cukup untuk</span><span style="font-size:11pt;" lang="FI"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="FI">menyelamatkan seluruh isi dunia, tetapi hanya kaum pilihan Allah yang menerimanya dan hanya merekalah yang diselamatkan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 .0001pt 49.65pt;"><span style="font-size:11pt;">4. <strong>Anugrah yang tak dapat ditolak</strong>. </span><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Orang-orang yang pada mulanya ditetapkan</span><span style="font-size:11pt;" lang="FI"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Allah, mereka pasti akan menerima keselamatan Kristus. Tidak seorang pun yang menolaknya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 .0001pt 49.65pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">5. </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span><strong><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Pemeliharaan kekal</span></strong><span style="font-size:11pt;" lang="FI">. Kaum pilihan Allah tidak mungkin kehilangan keselamatan.</span><span style="font-size:11pt;" lang="FI"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Tuhan memberi jaminan dalam keselamatan: Satu kali diselamatkan, tetap diselamatkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:6pt 0 .0001pt 35.45pt;"><strong><span style="font-size:11pt;">Perbedaan Arminisme dan Calvinisme</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 35.45pt;"><span style="font-size:11pt;">Jacob Arminius (1560-1609) telah mengutarakan pandangan teologinya <span style="text-decoration:underline;">yang sangat bertentangan dengan pandangan John Calvin.</span> Beliau berpendapat bahwa:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 .0001pt 49.65pt;"><span style="font-size:11pt;">1. </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span><span style="font-size:11pt;">Walaupun manusia jatuh dalam dosa dan sudah rusak secara total, <span style="text-decoration:underline;">namun manusia</span></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;"> </span></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">masih mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk memilih Allah, dan karena beriman mereka pun dapat diselamatkan.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 .0001pt 49.65pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">2. </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Tuhan mengetahui siapa yang akan menerima keselamatan-Nya dan siapa yang akan</span><span style="font-size:11pt;" lang="FI"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="FI">menolak. Berdasarkan pengetahuan ini Tuhan memilih orang-orang yang diselamatkan. Dengan demikian pilihan Tuhan itu bersyarat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:49.65pt;text-indent:-14.2pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">3. Penebusan Tuhan bersifat tidak terbatas. Barangsiapa yang menerimanya pasti</span><span style="font-size:11pt;" lang="FI"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="FI">diselamatkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:49.65pt;text-indent:-14.2pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">4. </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Manusia mempunyai kebebasan untuk menerima atau menolak anugerah Tuhan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:49.65pt;text-indent:-14.2pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">5. </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Orang yang sudah diselamatkan masih ada kemungkinan jatuh ke dalam dosa dan</span></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"> </span></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">binasa.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 35.45pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 35.45pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Dari hal-hal tersebut di atas, kita mengetahui bahwa <span style="text-decoration:underline;">Arminius mementingkan</span></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"> </span></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">kemauan bebas manusia</span></span><span style="font-size:11pt;" lang="FI">, sedangkan Calvin <span style="text-decoration:underline;">mengutamakan kedaulatan Allah</span> yang tidak</span><span style="font-size:11pt;" lang="FI"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="FI">dapat diganggu gugat. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>B.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Pembahasan PPA GKJ<span> </span>Mengenai Keselamatan</span></strong></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt;--> <!--[endif]--></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:0;text-indent:0;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Siapa yang Diselamatkan</span></span></strong></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:0;text-indent:0;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Allah menghendaki semua orang diselamatkan</span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">. Tetapi untuk diselamatkan <span style="text-decoration:underline;">orang harus menentukan sikapnya</span> terhadap penyelamatan Allah. Jadi, tidak dengan sendirinya semua orang diselamatkan <em>[Yes.49:6; 42:6; band. Kis.13:47; Yes.60:1-3; Luk.2:30-32; Kis.10:36,44-48; 26:23; 1Tim.2:4-7; Mat.8:28-34]</em>.</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:18pt;text-align:right;text-indent:-18pt;" align="right"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">PPA GKJ Edisi 2005 (uraian) hal 26:</span></em></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt;--> <!--[endif]--></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:7.1pt;text-indent:0;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Sikap yang dapat membuat Orang Diselamatkan</span></span></strong></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:7.1pt;text-indent:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Sikap yang dapat membuat orang diselamatkan adalah <span style="text-decoration:underline;">menerima penyelamatan Allah dan merelakan dirinya diselamatkan oleh Allah</span>. Sikap demikian inilah yang disebut <strong>percaya </strong>atau<strong> beriman</strong> <em>[Ef.2:8; Luk.8:12; Yoh. 3:16-17; 20:31]</em>.</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:7.1pt;text-align:right;text-indent:0;line-height:12.7pt;" align="right"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">PPA GKJ Edisi 2005 (Uraian) Hal: 26</span></em></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:7.1pt;text-indent:0;line-height:12.7pt;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Sikap Percaya dan Kebebasan Manusia</span></span></strong></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:7.1pt;text-indent:0;line-height:12.7pt;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Sikap percaya adalah keputusan manusia sendiri di dalam kebebasannya</span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">. Tetapi manusia dapat bersikap demikian karena pertolongan Allah <em>[Mrk.1:15; 16:15,16; Kis.10:44-48; 11:15]</em>. Ia menolong dan menerangi hati dan akal budi manusia agar dapat mengerti bahwa Yesus adalah Allah yang datang untuk menyelamatkan manusia. <span style="text-decoration:underline;">Meskipun demikian Allah tetap menempatkan manusia di dalam kebebasannya, sehingga manusia dapat menerima tetapi juga dapat menolak</span> <em>[Kis.16:14; 1Kor.12:3b; Yoh.3:34-36; Kis.8:30]</em>.</span></p>
<p class="kabeh" style="text-indent:0;line-height:12.7pt;margin:6pt 0 .0001pt 7.1pt;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Hal itu bermakna di dalam kebebasan manusia terletak tanggung jawab mengenai keselamatan yang ditawarkan kepadanya sebagai anugerah</span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"> <em>[Luk.13:22-30; Mat.22:1-14 dan paralelnya; Mrk.16:12, 16]</em>. <span style="text-decoration:underline;">Dengan demikian keselamatan seseorang bukan nasib atau takdir.</span></span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:7.1pt;text-align:right;text-indent:0;line-height:12.7pt;" align="right"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">PPA GKJ Edisi 2005 (Uraian) Hal: 27</span></em></p>
<p class="kabeh" style="text-indent:0;line-height:12.7pt;margin:6pt 0 .0001pt 7.1pt;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Perjalanan Menuju Kesempurnaan Keselamatan</span></span></strong></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:7.1pt;text-indent:0;line-height:12.7pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Keselamatan sebagai buah pekerjaan penyelamatan Allah sudah diterima dan dialami oleh orang yang percaya pada waktu hidupnya di dunia. Tetapi keselamatan itu masih akan mencapai kesempurnaannya kelak dalam persekutuan dengan Allah di sorga. Oleh karena itu, kehidupan orang percaya di dunia merupakan perjalanan keselamatan, yaitu perjalanan menuju kesempurnaan keselamatan <em>[1Yoh.3:1,2; Tit.2:11-13; 1Ptr.1:3-5; 1:17; 2:11; 2Kor.5:1]</em>.</span></p>
<p class="kabeh" style="text-indent:0;line-height:12.7pt;margin:6pt 0 .0001pt 7.1pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Dalam rangka perjalanan keselamatan tersebut, <span style="text-decoration:underline;">ada kemungkinan karena suatu penggodaan, orang percaya melepaskan percayanya, sehingga gagal di jalan dan tidak dapat mencapai kesempurnaan keselamatan</span> <em>[1Kor.10:1-13; 1Ptr.5:4; 5:8-10]</em>. Namun hal itu bukan berarti tidak ada kepastian mengenai keselamatan yang dikerjakan oleh Allah. Kepastian keselamatan bagi orang percaya tetap ada, karena ada pengampunan dosa manusia melalui karya penyelamatan Allah di dalam Yesus Kristus <em>[2Kor.5:21; 1Ptr.1:3-5]</em>. Bahkan ada jaminan yang diberikan oleh Allah, yaitu barangsiapa percaya akan dimeteraikan dengan Roh Kudus <em>[Kis.15:8; Yoh.16:13; Ibr.2:1-4; Ef.1:13,14; 2Kor.5:5; Kis.10:44-48]</em>.</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:7.1pt;text-align:right;text-indent:0;line-height:12.7pt;" align="right"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">PPA GKJ Edisi 2005 (Uraian) Hal: 28</span></em></p>
<p class="kabeh" style="text-indent:0;line-height:12.7pt;margin:0 0 6pt 7.1pt;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Peran Roh Kudus dalam menolong Orang Percaya di sepanjang Perjalanan Keselamatannya</span></span></strong></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:7.1pt;text-indent:0;line-height:12.7pt;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Kemungkinan gagalnya orang percaya mencapai kesempurnaan keselamatan berasal dari kelemahan manusia sendiri, antara lain karena kecenderungan sikapnya yang bertentangan dengan kehendak Roh Kudus</span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"> <em>[Mat.13:20,21; (baca ayat 18-23); 1Tim.4:1,2; Ibr.6:4-6; 2Ptr.2:1-19; Gal.4:8,9; </em></span><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">2Tim.2:11-13</span></em><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">]</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">. Roh Kudus memang senantiasa menolong orang percaya, tetapi pertolongan Roh Kudus tidak dengan sendirinya membuat iman orang percaya terpelihara. <span style="text-decoration:underline;">Roh Kudus tetap memperlakukan orang percaya sebagai manusia yang memiliki kebebasan untuk mengikuti atau tidak mengikuti pimpinan Roh Kudus.</span> Dengan demikian, Roh Kudus tetap menempatkan orang percaya dalam keadaan harus bergumul, berusaha dan bertanggung jawab terhadap keselamatan yang telah diterimanya <em>[Ef.4:30; Mat.12:31,32 (dan paralelnya)]</em>.</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:7.1pt;text-align:right;text-indent:0;line-height:12.7pt;" align="right"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">PPA GKJ Edisi 2005 (Uraian) Hal: 29</span></em></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt;--> <!--[endif]--></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Intisari dari ajaran keselamatan menurut PPA GKJ adalah sebagai berikut: Karena Allah mengasihi semua manusia maka Allah menghendaki semua orang diselamatkan dari hukuman dosa. Untuk itu Allah aktif “menawarkan” anugerah keselamatan itu kepada semua orang dan hanya orang yang mau menerima “tawaran”anugerah <span> </span>keselamatan itulah yang nantinya akan diselamatkan. Setelah seseorang masuk dalam proses keselamatan, maka keselamatan finalnya tergantung pada orang tersebut, tetap percaya sampai mati atau melepaskan kepercayaan itu tengah jalan. Sekalipun Roh Kudus menolong orang itu, namun kuasa-Nya tidak mampu<span> </span>menghalangi kehendak bebas orang tersebut.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Suatu ajaran yang nampaknya masuk akal dan sangat manusiawi, tetapi kalau dilihat dari sudut Allah dan Firman-Nya merupakan racun yang mematikan<span style="text-decoration:underline;">. Ajaran keselamatan GKJ <span> </span>ini bukan berbau Arminianisme lagi, tetapi <strong>100% menganut Arminianis</strong>me sehinga <strong>100% juga bertentangan dengan Calvinisme.</strong></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Selanjutnya kita akan membandingkan dan membahas ajaran keselamatan menurut Calvinis dan menurut PPA GKJ / Armenian. Untuk membungkam ajaran Arminianisme tersebut saya hanya akan menggunakan<span> </span>ajaran Calvinisme yang pokok-pokok saja.<span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>1.</span>Orang diselamatan: Pilihan Tuhan atau Pilihan Orang Tersebut?</span></strong><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Gereja yang mengaku beraliran Calvinis tentunya akan mencantumkan doktrin predestinasi di dalam PPA-nya. Akan tetapi di dalam PPA GKJ doktrin ini tidak ada sama sekali, yang ada justru doktrin kehendak bebasnya Arminianisme. Suatu yang aneh bin ajaib!</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Di dalam Alkitab terdapat banyak bagian yang menyatakan bahwa manusia diselamatkan karena Tuhan memang sudah memilih dan menentukan/menetapkan orang itu akn selamat sejak sebelum dunia ini dijadikan.<span> </span>Jadi, keselamatan seseorang bukan tergantung pada kehendak dan pilihan orang itu tetapi pada kedaulatan, kehendak dan pilihan Tuhan. Inilah doktrin predestinasi. Inilah yang diajarkan oleh Agustinus, Martin Luter, Jhon Calvin, dan tentu saja gereja Calvinis.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-13.65pt;margin:0 0 .0001pt 49.65pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span><strong>Apa kata Alkitab?</strong></span><br />
<span style="font-size:11pt;">Efesus 1:11<span> </span>..</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">&#8230;</span><span style="font-size:11pt;">—<em>kami yang <span style="text-decoration:underline;">dari semula ditentukan</span> untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja <span style="text-decoration:underline;">menurut keputusan kehendak-Nya—</span></em></span><br />
<span style="font-size:11pt;">Efesus 1:4 ,5 </span><span style="font-size:11pt;"><span> </span></span><em><span style="font-size:11pt;">Sebab di dalam Dia <span style="text-decoration:underline;">Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan</span>, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.<span> </span>Dalam kasih <strong><span style="text-decoration:underline;">Ia telah menentukan</span></strong><span style="text-decoration:underline;"> kita dari semula</span> oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, <span style="text-decoration:underline;">sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,</span></span></em><br />
<em><span style="font-size:11pt;">Kisah 13:48<span> </span></span></em><span style="font-size:11pt;">&#8230;&#8230;..; <em>dan semua orang yang <span style="text-decoration:underline;">ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.</span></em></span><br />
<span style="font-size:11pt;">Roma 8:29,30<span> </span><em>Sebab semua orang yang <span style="text-decoration:underline;">dipilih-Nya dari semula</span>, mereka juga <span style="text-decoration:underline;">ditentukan-Nya</span> dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.<span> </span>Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya</em>.</span><br />
<span style="font-size:11pt;">Yohanes 15:<em>16<span> </span><span style="text-decoration:underline;">Bukan kamu yang memilih A</span>ku, tetapi Akulah <span style="text-decoration:underline;">yang memilih kamu</span>. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.</em></span><br />
<span style="font-size:11pt;">Yohanes 15:<em>19 </em></span><em><span style="font-size:11pt;"><span> </span></span></em><em><span style="font-size:11pt;"><span> </span>Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan <span style="text-decoration:underline;">Aku telah memilih kamu dari dunia</span>, sebab itulah dunia membenci kamu.</span></em><br />
<span style="font-size:11pt;">2 Tesalonika 2:13<span> </span>&#8230;., <em>sebab <span style="text-decoration:underline;">Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselam</span>atkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai</em>.</span><br />
<span style="font-size:11pt;">Markus 13:20<span> </span><em>Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang <span style="text-decoration:underline;">telah dipilih-Nya</span>, Tuhan mempersingkat waktunya.</em></span><br />
<span style="font-size:11pt;">1 Tesalonika 5:9<span> </span><em>Karena Allah tidak <span style="text-decoration:underline;">menetapka</span>n kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,</em></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Dari beberapa ayat di atas, walaupun tidak perlu ditafsirkan, sudah sangat jelas tersurat bahwa orang bisa percaya / diselamatkan semata-mata karena orang itu sejak semula memang sudah dipilih, ditentukan, dan ditetapkan oleh Allah yang berdaulat mutlak.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Dalam soal pemilihan ini <span style="text-decoration:underline;">ajaran Arminian </span>mengatakan bahwa pilihan Allah terjadi karena Allah sudah tahu sebelumnya bahwa orang itu akan percaya dan menerima Kristus. Benarkah demikian?</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Jika Allah memilih kita karena Dia tahu bahwa kita akan memilih Kristus maka berarti:</span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>1)</span>Allah tidak berdaulat mutlak, karena keputusan-Nya tergantung pada pilihan manusia. Ini tidak bisa diterima, karena Allah itu berdaulat mutlak termasuk di dalam keputusan-keputusan yang akan diambil manusia. Manusia tidak punya otoritas untuk menentukan apa yang akan dipilihnya.</span><br />
<span style="font-size:11pt;">Yeremia 10:23<span> </span><em>Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.</em></span><br />
<span style="font-size:11pt;">Amsal 16:9<span> </span><em>Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi <span style="text-decoration:underline;">Tuhanlah yang menentukan</span> arah langkahnya.</em></span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>2)</span>Keselamatan bukan lagi semata-mata anugerah karena ada syarat yaitu tindakan / usaha manusia untuk mendapatkannya.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Untuk hal ini akan dibahas lebih lanjut pada bagian berikutnya.</span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>2.</span>Hanya Anugerah (Sola Gratia) atau Usaha Manusia?</span></strong><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">PPA GKJ menyatakan bahwa keselamatan adalah anugerah yang ditawarkan oleh Allah kepada manusia dan keselamatan itu terwujud jika manusia mau menerimanya. Jadi, agar manusia diselamatkan, maka harus ada syaratnya yaitu menerima keselamatan itu dan menjaganya. Memang secara sekilas nampaknya di dalam ajaran ini tidak ada unsur perbuatan baik / usaha manusia dalam keselamatannya, tetapi kalau diselidiki lebih lanjut, maka jelaslah bahwa ajaran ini tidak sesuai dengan salah satu moto reformasi: <em>Sola Gratia</em>.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Mari kita selidiki:</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kita asumsikan bahwa anugerah keselamatan yang Allah tawarkan berlaku untuk semua orang dengan sama rata (Allah tidak membeda-bedakan jumlah anugerahnya kepada semua orang ), maka pertanyaannya adalah mengapa sebagian orang dapat menerima dan sebagian yang lainnya menolak?</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Saya akan memberikan ilustrasi tanya jawab antara PPA GKJ dan Calvinis tentang mengapa A<span> </span>dapat menerima tawaran keselamatan sedangkan <span> </span>B menolaknya.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Calvinis<span> </span>: Mengapa Si<span> </span>A mau menerima tawaran keselamatan sedangkan SI B tidak?</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">PPA GKJ <span> </span>: Karena Si A sadar akan dosanya dan tahu Yesus sebagai Juru Selamat sedangkan Si B Tidak!</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Calvinis<span> </span>: Mengapa Si A bisa sadar akan dosanya sedangkan si B tidak?</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">PPA GKJ<span> </span>: Karena si A ditolong Allah sedangkan Si B tidak?</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Calvinis<span> </span>: Mengapa si A ditolong sedang Si B tidak? kalau Allah tidak menolong Si B berarti Allah tidak adil dong?</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">PPA GKJ<span> </span>: Mungkin karena si A suka hal-hal yang rohani sedangkan si B tidak!</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Calvinis<span> </span>: Mengapa Si A bisa suka hal-hal yang rohani sedangkan si B tidak?</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-63.75pt;margin:0 0 .0001pt 4cm;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jikalau tanya jawab ini dikembanggkan terus, maka mau tidak mau pada akhirnya akan menyatakan bahwa si A bisa menerima anugerah itu dan si B tidak karena si A <span style="text-decoration:underline;">lebih baik</span> atau <span style="text-decoration:underline;">lebih pandai</span> atau <span style="text-decoration:underline;">lebih benar</span> atau <span style="text-decoration:underline;">lebih suci</span> dari si B. Jadi keselamatan menurut PPA GKJ bukanlah anugerah semata tetapi anugerah + perbuatan baik manusia. RC Sproul menyebut hal ini dengan kecongkakan terselubung. Hal ini juga bertentangan dengan Alkitab:</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Efesus 2: 8,9<span> </span><em>Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu <span style="text-decoration:underline;">bukan hasil usahamu,</span> <strong><span style="text-decoration:underline;">tetapi pemberian Allah</span></strong>, <span style="text-decoration:underline;">itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.</span></em></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Sekarang mari kita lihat ajaran Calvinis tentang anugerah keselamatan ini. Jhon Calvin menyebut anugerah keselamatan ini sebagai <em>Irresistable Grace </em>atau anugerah yang tidak dapat ditolak. RC Sproul menyebutnya sebagai <em>Effetual Grace</em> atau anugerah yang efektif.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Alkitab</span></strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> mengajarkan bahwa setelah kejatuhan Adam, manusia dalam keadaan mati rohani, seluruh bagian manusia sudah tercemari dosa. Dosa bukan hanya menguasai bagian luar manusia saja, tetapi juga menguasai bagian dalam (<em>nature</em>) manusia. Dalam keadaan yang demikian manusia tidak mampu (dan tidak punya keinginan) untuk mencari Allah yang benar, berbuat baik (menurut standar Allah), memikirkan segala sesuatu tentang kebenaran Allah, dan seterusnya.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Roma 3: 10- 18:</span><br />
<em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">seperti ada tertulis: &#8220;<span style="text-decoration:underline;">Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.</span> Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa.<span> </span>Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, dan jalan damai tidak mereka kenal;<span> </span><span style="text-decoration:underline;">rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu.</span>&#8220;</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 49.65pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">So, orang berdosa seperti ini tidak akan mampu merespon tawaran Allah, dia tidak bisa memilih yang benar dan yang salah. Walaupun Allah sudah mengulurkan tangannya sampai sangat dekat sekali, orang tersebut tidak akan dapat meraih tangan Allah tersebut? Mengapa? Karena ia adalah mayat rohani. Orang seperti ini tidak butuh pertolongan dari luar, tetapi <span style="text-decoration:underline;">butuh kehidupan dari dalam dirinya</span>.<span> </span></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dan itulah yang Allah lakukan untuk orang yang memang sudah Ia pilih sebelumnya, yaitu melahirbarukan orang itu. Pada saat kelahiran kembali, orang itu tidak punya peran apa-apa, itu 100% pekerjaan Allah. Nah, sama seperti bayi yang baru lahir punya insting untuk mengenal orang tuanya dan mencari puting payudara ibunya untuk mendapatkan makanan baginya, demikian juga bayi rohani ini juga diberi oleh Allah “insting” untuk mengenal Allah dan haus akan hal-hal rohani, sehingga ia dapat percaya kepada Allah yang benar. Untuk kehidupan rohani selanjutnya diperlukan kerjasama antara Allah dan orang itu dan Allah berjanji bahwa anugerahNya cukup untuk menjaga kehidupan itu berlangsung sampai kekal.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jadi, jelas bahwa manusia diselamatkan itu semata-mata anugerah, dimulai oleh Allah dan disempurnakan juga oleh Allah.</span><br />
<span style="font-size:11pt;">Roma 8:29,30<span> </span><em>Sebab semua orang yang <span style="text-decoration:underline;">dipilih-Nya dari semula</span>, mereka juga <span style="text-decoration:underline;">ditentukan-Nya</span> dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.<span> </span>Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, <span style="text-decoration:underline;">mereka itu juga dipanggil-Nya.</span> Dan mereka yang dipanggil-Nya, <span style="text-decoration:underline;">mereka itu juga dibenarkan-Nya</span>. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, <span style="text-decoration:underline;">mereka itu juga dimuliakan-Nya</span></em><span style="text-decoration:underline;">.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 49.65pt;">
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Perbedaan utama antara Calvinisme dan Armeianisme dalam masalah ini adalah dalam menghubungkan iman dengan kelahiran kembali. Armenian percaya bahwa orang beriman dulu baru dilahirkan kembali. Jadi syarat untuk dilahirkan kembali adalah iman orang itu. Sedangkan Calvinis mempercayai bahwa kelahiran kembali mendahului iman, artinya orang harus dilahirkan kembali terlebih dahulu baru dia dapat beriman kepada Tuhan. Iman itupun sebernarnya juga berasal dari Allah (satu paket dengan kelahiran kembali). Jadi, menurut Armenianis iman adalah pemberian manusia kepada Allah, sedangkan menurut Calvinis iman adalah pemberian Allah kepada manusia.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 49.65pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Efesus 2: 8,9<span> </span><em>Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh <strong><span style="text-decoration:underline;">iman;</span></strong> itu bukan hasil usahamu, tetapi <strong><span style="text-decoration:underline;">pemberian Allah</span></strong>, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.</em></span><br />
<!--[if !supportLists]--><strong></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kedaulatan Allah Vs Kehendak Bebas Manusia.</span></strong></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Sumber kesalahan dari Armenian (dan juga PPA GKJ) terletak pada pemahaman tentang kehendak bebas manusia yang keliru dan tidak Alkitabiah. Mereka mengira bahwa kehendak manusia itu benar-benar bebas secara mutlak dan Allah tidak punya otoritas atas kehendak tersebut. Manusia bebas berkehendak memilih yang baik atau jahat, memilih Kristus<span> </span>atau menolak Kristus. Benarkah Alkitab mengajarkan demikian?</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Mari kita lihat pandangan Bapa Gereja, Reformator dan teolog besar berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:49.65pt;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Augustinus:</span></strong><br />
<span style="font-size:11pt;">Mengenai kehendak bebas ini, <strong>Augustinus</strong> tidak segan untuk menyebutnya sebagai &#8220;kehendak budak&#8221;</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">,</span><span style="font-size:11pt;"> walaupun ia juga mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap orang yang menyangkal kehendak bebas untuk membebaskan diri mereka dari tanggung jawab perbuatan dosa mereka.</span><span style="font-size:11pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Augustinus menegaskan bahwa kehendak manusia itu tidak bebas karena ia tunduk kepada nafsunya. Kehendak yang telah ditawan oleh dosa ini tidak dapat berbuat apa-apa bagi kebenaran. Kehendak ini tidak bebas kecuali oleh anugerah Allah. <strong>Dan jika kita adalah budak dosa, mengapa kita menyombongkan diri dengan berkata memiliki kehendak bebas</strong>? Orang bisa saja mengatakan bahwa kehendaknya bebas, tetapi bukan yang dimerdekakan: ia bebas dari kebenaran dan diperbudak oleh dosa.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Augustinus mengatakan bahwa kita tetap memiliki kehendak bebas, tetapi kita telah kehilangan kemerdekaan kita. Kemerdekaan agung yang dijelaskan di Alkitab merupakan kebebasan atau kuasa untuk<span> </span>memilih Kristus sebagai milik kita. Perihal kita dapat memilih Kristus itu terjadi kalau Allah sudah melahirkan kita kembali dan memberikan keinginan itu di dalam hati.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 49.65pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">John Calvin:</span></strong><br />
<span style="font-size:11pt;">Apakah kehendak kita dalam setiap bagiannya </span><span style="font-size:11pt;">telah <span>demikian dirusak sehingga tidak lagi menghasilkan </span>sesuatu <span>yang baik kecuali kejahatan, atau ia masih </span>mempertahankan sedikit <span>bagian yang tidak tercemar yang dapat menjadi sumber keinginan baik. Mendasarkan pada Rm. 7:18-19, sebagian orang mengatakan bahwa kita dapat memiliki kemampuan untuk menginginkan yang baik, hanya terlalu lemah sehingga tidak dilakukannya. Tetapi ini merupakan penafsiran yang keliru, karena apa yang dimaksudkan Paulus dalam ayat itu ialah penjelasan mengenai konflik keinginan daging dan keinginan </span>roh yang terus <span>terjadi dalam batin orang Kristen. Ini sesuai </span>dengan penegasan Kej. 8:21. bahwa apa yang <span>dihasilkan hati manusia hanyalah kejahatan </span>semata. <span>Augustinus </span>mengatakan: <span>Akuilah bahwa segala sesuatu yang kita miliki itu kita dapatkan dari Allah: bahwa segala kebaikan yang kita </span>miliki adalah <span>dari Dia</span></span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">,</span><span style="font-size:11pt;"> namun apa pun yang jahat berasal dari kita.&#8221; Dalam kata lain, ia mengatakan: &#8220;Tidak ada sesuatu yang </span><span style="font-size:11pt;">berasal dari kita, kecuali <span>dosa.&#8221;</span></span><br />
<strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jonathan Edwards:</span></strong><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Bahwa sebagai manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, kita tetap memiliki kebebasan natural, yaitu kuasa untuk bertindak sesuai dengan keinginan-keinginan kita, tetapi kehilangan kebebasan moral. Kebebasan moral mencakup disposisi, kecenderungan, dan keinginan jiwa ke arah kebenaran. Kecenderungan inilah yang hilang pada waktu kejatuhan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 49.65pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span><strong>R.C Sproul</strong></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Kebebasan manusia tidak pernah dapat membatasi kedaulatan Allah. Allah bebas. Saya bebas. Namun Allah lebih bebas dari saya. Jika kebebasan saya berbenturan dengan kebebasan Allah, maka saya yang kalah. Kebebasan-Nya membatasi kebebasan saya, dan kebebasan saya tidak membatasi kebebasan Allah.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-13.65pt;margin:0 0 .0001pt 49.6pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Kesimpulan:</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Kehendak manusia tidak bebas mutlak. Kehendak manusia sudah dipengaruhi dan dikuasi (diperbudak) oleh dosa sehingga kehendaknya adalah kehendak untuk bebas berbuat dosa. Dengan demikian iapun hanya dapat memilih yang jahat. </span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span><span style="text-decoration:underline;">Agar manusia dapat mengingini yang benar dan memilih yang benar maka Allah harus melahirkan kembali orang itu dan menaruh keinginan itu di dalam hatinya</span>. Dan ini hanya berlaku untuk orang-orang yang telah dipilih dan ditetapkan oleh Allah sejak semula. Jadi keselamatan terjadi karena Allah telah memilih kita terlebih dahulu bukan karena kita memilih Allah terlebih dahulu. </span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Sekali lagi, tanpa kelahiran baru, kita tidak dapat memilih Allah. Dan dalam proses kelahiran kembali, manusia tidak punya andil apa-apa. Semuanya itu terjadi hanya berdasarkan kedaulatan Allah yang penuh kasih.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-13.65pt;margin:0 0 .0001pt 49.6pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Untuk <strong><span style="text-decoration:underline;">memastikan</span></strong> apakah manusia dapat percaya kepada Yesus karena pilihannya sendiri berdasarkan pada kehendak bebasnya ataukah karena “paksaan” Allah berdasarkan kedaulatan-Nya, marilah kita lihat apa kata Alkitab:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-13.65pt;margin:0 0 .0001pt 49.6pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Yoh 6: 44<span> </span><em><span style="text-decoration:underline;">Tidak ada seorang</span>pun yang <span style="text-decoration:underline;">dapa</span>t datang kepada-Ku, <span style="text-decoration:underline;">jikalau</span> ia <span style="text-decoration:underline;">tidak</span> <strong>ditarik</strong> oleh Bapa yang mengutus Aku</em></span><br />
<em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span></em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Yoh 6: 65 <em>Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau <span style="text-decoration:underline;">Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.&#8221;</span></em></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-13.65pt;margin:0 0 .0001pt 49.6pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Kata “tidak ada seorangpun” adalah suatu <em>universal negative</em>, berarti mencakup semua orang tanpa terkecuali. Tidak ada pengecualian, kecuali pengecualian yang ditambahkan oleh Tuhan Yesus.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Kata “dapat” menunjukkan suatu <strong>kemampuan </strong>bukan pernyataan ijin (boleh atau tidak boleh). </span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Kata “Jikalau .. tidak” menunjukkan keharusan / syarat mutlak.<span> </span>Suatu keharusan menunjukkan bahwa itu harus terjadi sebelum hal berikutnya dapat terjadi.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Jadi, secara natural manusia tidak mempunyai kemampuan untuk dapat datang kepada (percaya) kepada Tuhan Yesus. Kemampuan itu adalah karunia dari Tuhan (ayat 65). Hal ini sesuai dengan pandangan Augustinus dan Jonathan Edwards.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Jadi jelas, bahwa <span style="text-decoration:underline;">manusia dengan kemampuannya sendiri tidak dapat datang kepada Tuhan Yesus.</span> <strong>Manusia perlu pertolongan dari Allah.</strong> <em>Sejauh ini PPA GKJ sudah benar</em>. Tetapi, pertolongan semacam apakah yang dibutuhkan oleh manusia? Sejauh manakah Allah harus bertindak untuk mengatasi natur ketidakmampuan kita untuk datang kepada Kristus?<span> </span>Jawaban dari pertanyaan ini akan menentukan apakah PPA GKJ<span> </span>Alkitabiah atau tidak! </span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>PPA GKJ mengajarkan bahwa pertolongan Allah hanya sekedar menerangi hati dan akal budi manusia agar manusia mengerti karya keselamatan Allah tanpa menghalangi kebebasan manusia itu untuk memilih keselamatan itu atau menolaknya. (PPA GKJ No. 66)</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Benarkah Allah hanya bertindak sebatas itu? </span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Kata kunci untuk menjawab apakah PPA GKJ No. 66 Alkitabiah atau tidak adalah kata “<strong>ditarik</strong>” pada ayat Yoh 6: 44 di atas. Kata Yunani yang dipakai disini adalah <strong><span style="text-decoration:underline;">elko</span></strong> yang berarti : <strong>membuat/memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu dengan atoritas yang tidak dapat ditolak</strong>. Inti dari kata elko adalah memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu. Jadi seseorang itu sebenarnya tidak berkehendak melakukan sesuatu, tetapi melakukannya karena dipaksa oleh orang lain yang lebih kuat / berotoritas dari dirinya sendiri. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Dalam Terjemahan Baru kata <strong>elko</strong> diterjemahkan dengan menghela, menghunus, dan menyeret:</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span><span> </span>Yohanes 18:10<span> </span><em>Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, <span style="text-decoration:underline;">menghunus</span> pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.</em></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Yohanes 21:11<span> </span><em>Simon Petrus naik ke perahu lalu <span style="text-decoration:underline;">menghela</span> jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.</em></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Kisah 16:19<span> </span><em>Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu <span style="text-decoration:underline;">menyeret</span> mereka ke pasar untuk menghadap penguasa.</em></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Yakobus 2:6<span> </span><em>Tetapi kamu telah menghinakan orang-orang miskin. Bukankah justru orang-orang kaya yang menindas kamu dan yang <span style="text-decoration:underline;">menyeret</span> kamu ke pengadilan?</em></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kata yang digarisbawahi berasal dari bahasa Yunani yang sama yaitu <strong>elko</strong>.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Coba gantilah kata elko dengan “menerangi hati”, “membujuk”, atau “menyadarkan” dan seterusnya. Semuanya tidak akan sesuai. Pedang tidak akan keluar dari tempatnya jika hanya “disinari” dan dipegang, demikian juga Paulus dan Silas tidak akan menghadap ke penguasa jika hanya diterangi pikirannya bahwa niat tuan-tuan perempuan itu benar, dst.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 49.6pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Jadi, untuk<span> </span>dapat datang kepada Yesus seseorang harus <span> </span>“dipaksa” Allah dengan kedaulatan-Nya. Kehendak manusia tidak punya andil apa-apa untuk keselamatannya. Sebenarnyalah manusia tidak punya kehendak untuk diselamatkan (ini adalah <span> </span>perkataan Calvin), untuk itulah Allah harus “menarik” atau “menyeret” kita untuk datang kepada Kristus. Dan Allah “memaksa” kita melalui kelahiran kembali.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-13.65pt;margin:0 0 .0001pt 49.6pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Yoh 3: 3<span> </span><em>Yesus menjawab, kata-Nya: &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.&#8221;</em></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Sama seperti bayi yang tidak dapat menolak untuk dilahirkan (kalau menolak ia akan mati) demikian juga seseorang tidak bisa menolak untuk dilahirkan kembali oleh Allah. </span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Jelaslah bahwa dalam hal ini kedaulatan Allah berada di atas kehendak bebas manusia. <strong>Keselamatan manusia tidak terletak<span> </span>pada kehendak bebas manusia tetapi pada kedaulatan Allah.</strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-13.65pt;margin:0 0 .0001pt 49.6pt;">
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dengan demikian, <span style="text-decoration:underline;">PPA GKJ perlu dikoreksi karena mengajarkan bahwa keselamatan seseorang tergantung pada kehendak bebas manusia</span>.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-13.65pt;margin:0 0 .0001pt 49.6pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Ada orang Armenian yang membantah dengan mengatakan : “Kalau begitu Allah adalah penjajah atas kehendak manusia!”</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Ingat! Orang yang masuk dalam proses keselamatan adalah orang yang telah dipilih dan dilahirkan kembali. Sebelum dilahirkan kembali ia berada di bawah kuasa dosa. Keinginan dan kehendaknya dipengaruhi dan dikuasi oleh dosa. <strong>Kondisi seperti ini TIDAK SESUAI dengan keinginan dan kehendak manusia yang sebenarnya</strong>. Orang yang memang dipilih oleh Allah pasti tidak suka keinginan dan kehendaknya dipengaruhi dan dikuasi oleh dosa. Ia akan bergumul sama seperti Rasul Paulus:</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Roma 7: 18-24</span><br />
<em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik<strong>. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.</strong> <strong>Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.</strong> Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.<span> </span>Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.<span> </span>Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,<span> </span>tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.<span> </span>Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?</span></em><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Pertanyaannya adalah , apakah orang yang dilepaskan dari kondisi ini dan masuk ke dalam kondisi yang baru dimana keadaannya sesuai dengan kehendak dan keinginannya akan merasa sedih atau senang? Akan merasa dibelenggu atau dibebaskan? Inilah reaksi orang yang telah dilahirkan kembali: <em>Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita</em>.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jadi orang yang sudah dilahirkan kembali SAMA SEKALI TIDAK MERASA<span> </span>BAHWA KEHENDAKNYA DIJAJAH OLEH ALLAH, SEBALIKNYA, JUSTRU PENUH UCAPAN SYUKUR KARENA TELAH DIBEBASKAN DARI PENJAJAHAN DOSA, karena hatinya beserta dengan kehendak dan keinginanya yang tidak suka dan tidak taat pada perintah Tuhan<span> </span>DIUBAH dengan hati yang baru, hati yang suka dan taat pada perintah Tuhan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>4.</span>Keselamatan dapat hilang?</span></strong><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Orang Armenian dan PPA GKJ menjawab pertanyaan di atas dengan <strong><span style="text-decoration:underline;">dapat.</span></strong> Keselamatan seseorang dapat hilang. Tetapi orang Calvinis menjawab <strong>TIDAK</strong>! <strong>Sekali selamat orang itu tetap selamat!</strong></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Alasan<span> </span>PPA GKJ bahwa keselamat bisa hilang / gagal adalah karena orang<span> </span>percaya adalah manusia dengan segala kelemahannya masih dapat jatuh ke dalam berbagai-bagai godaan dan pencobaan . Roh Kudus hanya sekedar menolong dan keputusan untuk tetap percaya atau tidak tergantung pada kehendak bebas orang percaya itu (PPA GKJ no. 74,75). Benarkah demikian? </span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Sebelum kita menguji tafsiran para penyusun PPA GKJ, <span> </span>perlu ditekankan terlebih dahulu bahwa adanya kemungkinan<span> </span>orang percaya untuk gagal dalam perjalanan imannya atau orang percaya kehilangan keselamatannya adalah merupakan <strong>penghinaan</strong><span> </span>(dan bahkan penghujatan) akan <strong>janji Allah</strong> dan apa yang Allah telah kerjakan untuk orang percaya / pilihannya, karena:</span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>1)</span>Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah orang yang telah Tuhan pilih dan tetapkan sebelumnya jauh<span> </span>sebelum orang itu lahir dan dapat memilih. Ketetapan Allah ini bersifat kekal dan mutlak, tidak dapat dibatalkan dan diubah oleh apapun termasuk oleh perbuatan orang percaya tersebut.</span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>2)</span>Ketika Allah melahirbarukan seseorang, Allah juga memberi hati dan roh yang baru untuk memungkinkan orang tersebut dapat taat kepada Allah, dan Allah memateraikan orang itu dengan Roh Kudus untuk menjamin keselamatannya mencapai kesempurnaan. Roh Kudus tidak sekedar diam di dalam orang itu, tetapi juga aktif menjaga keselamatan orang itu.</span><br />
<em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Yehezkiel 11:19,20<span> </span>Aku akan memberikan mereka <span style="text-decoration:underline;">hati yang lain dan roh yang baru</span> di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka <span style="text-decoration:underline;">hati yang taat</span>,</span></em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> <em>supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka. </em></span><br />
<em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Efesus 1:13,14<span> </span>Di dalam Dia kamu juga—karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu—di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, <span style="text-decoration:underline;">dimeteraikan dengan Roh Kudus</span>, yang dijanjikan-Nya itu.</span></em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya,</span></span></em><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.</span></em></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:67.65pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></em></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>3)</span>Allah berjanji untuk memproteksi kita sehingga<span> </span>tidak ada pencobaan, penganiayaan, masalah, maupun<span> </span>penyesatan<span> </span>dapat menjatuhkan dan menyesatkan kita!</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Perhatikan baik-baik janji Allah di bawah ini!</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin:6pt 0 .0001pt 67.75pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">1 Korintus 10:13<span> </span><em>Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang <strong>tidak melebihi kekuatan manusia</strong>. <span style="text-decoration:underline;">Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu</span>. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, <strong>sehingga kamu dapat menanggungnya.</strong></em></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jelas, bahwa Allah tidak membiarkan/mengijinkan kita dicobai melebihi kemampuan kita sehingga kita pasti dapat menanggung semuanya.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:67.65pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Roma 8: 38, 39 <em>Sebab aku yakin, bahwa baik <span style="text-decoration:underline;">maut</span>, maupun <span style="text-decoration:underline;">hidup</span>, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, <span style="text-decoration:underline;">baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,</span><span> </span>atau <span style="text-decoration:underline;">kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain</span>, <span style="text-decoration:underline;">tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita</span></em></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Matius 24:24<span> </span><em>Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga <span style="text-decoration:underline;">sekiranya mungkin</span>, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.</em></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Usaha apapun untuk memisahkan kita dari kasih Allah tidak akan berhasil. Hal ini dimungkinkan karena<span> </span>“Proteksi Allah” atas hidup kita.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 70.9pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>4)</span>Hidup yang diberikan kepada orang percaya adalah hidup kekal bukan hidup sementara / temporal, dan hidup kekal itu sudah dimilki oleh seseorang sejak ia mulai percaya. Kalau keselamatan dapat hilang maka hidup yang dimiliki bukan hidup kekal, tetapi itu hidup sementara, dan Tuhan tidak pernah memberikan hidup semacam itu pada orang percaya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 67.65pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Yohanes 6:40<span> </span><em>Sebab <span style="text-decoration:underline;">inilah kehendak Bapa-</span>Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak <span style="text-decoration:underline;">dan yang percaya</span> kepada-<span style="text-decoration:underline;">Nya beroleh hidup yang <strong>kekal</strong></span>, dan supaya <span style="text-decoration:underline;">Aku membangkitkannya pada akhir zaman</span>.&#8221;</em></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kepada setiap orang yang percaya dan selamat maka Tuhan memberikan hidup yang kekal. Inilah perjanjian Allah yang bersifat kekal kepada orang yang sudah selamat. Perjanjian bisa disebut kekal kalau:</span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>1.</span>Yang berjanji adalah Allah yang bersifat kekal.</span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>2.</span>Perjanjian itu<span> </span>tidak bersyarat dalam arti perjanjian itu tidak tergantung kepada kesetian manusia sebagai penerima janji. Kalau perjanjian itu tergantung pada manusia<span> </span>maka perjanjian itu tidak akan bersifat kekal karena besar kemungkinan manusia untuk mengingkari janji itu.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dengan demikian, kalau kita sudah selamat maka kita pasti akan tetap selamat karena itulah janji Allah yang bersifat kekal dan pemenuhannya tidak tergantung kesetiaan kita.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 67.65pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></em></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>5)</span>Tuhan berjanji bahwa Ia akan turut bekerja dalam diri setiap orang percaya sehingga mereka tetap selamat dan <span> </span>TIDAK AKAN BINASA.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Roma 8: 28- 30:<span> </span><em>Kita tahu sekarang, <span style="text-decoration:underline;">bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk</span> <span style="text-decoration:underline;">mendatangkan <strong>kebaikan</strong> bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Alla</span>h.</em></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 67.65pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></em></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kata <span style="text-decoration:underline;">kebaikan</span> berasal dari bahasa Yunani <strong>agathos. </strong>LAI<strong> </strong>menerjemahkan<strong> </strong>kata ini di dalam Ibrani 10: 1 dengan <strong>keselamatan.</strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 67.65pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kalau melihat ayat berikutnya (29, 30) maka lebih tepat kalau pada ayat 28 kata ini juga diterjemahkan dengan keselamatan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 70.9pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Yohanes 10:28<span> </span><em>dan Aku <span style="text-decoration:underline;">memberikan hidup yang k</span>ekal kepada mereka dan <span style="text-decoration:underline;">mereka pasti <strong>tidak akan binasa sampai selama-lamanya</strong></span> dan <span style="text-decoration:underline;">seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.</span></em></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-13.65pt;margin:0 0 .0001pt 49.6pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Nah, untuk Armianis dan penyusun PPA GKJ, apakah<span> </span>janji-janji Tuhan di atas hanya omong kosong, tidak ada artinya dan tidak dapat dipercaya, sehingga Anda justru percaya bahwa keselamatan orang percaya dapat hilang?</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Sekali lagi, percaya bahwa keselamatan seseorang dapat hilang adalah penghianaan dan penghujatan pada Allah dan Firman-Nya!</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-49.65pt;margin:0 0 .0001pt 49.65pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span><strong><span style="text-decoration:underline;">Menguji Tafsiran PPA GKJ tentang orang yang bisa kehilangan keselamatannya.</span></strong></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Sekarang, mari kita <strong>UJI</strong> penafsiran mereka yang menyatakan bahwa keselamatan seseorang dapat hilang!</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Sebelum menguji, perlu ada pemahaman bahwa di dalam Alkitab ada dua macam orang Kristen, yaitu <strong><span style="text-decoration:underline;">orang Kristen seja</span>ti</strong> atau yang oleh Rasul Yohanes disebut sebagai <strong>orang yang “sungguh-sungguh termasuk pada kita</strong>” dan <strong><span style="text-decoration:underline;">orang Kristen palsu</span></strong> atau <strong>orang yang </strong>“<strong>tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita</strong>”. </span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">I Yoh. 2:19</span><br />
<em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; <strong><span style="text-decoration:underline;">sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita</span>. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.</strong></span></em></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:49.65pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Orang Kristen sejati tidak mungkin murtad<span> </span>dan kehilangan keselamatannya, tetapi orang Kristen Palsu (KTP) inilah yang mungkin sekali<span> </span>“murtad”.<span> </span>Saya beri tanda kutip karena sebenarnya orang Kristen palsu ini belum selamat. Orang Kristen sejati pasti telah lahir baru, orang Kristen palsu belum lahir baru, sehingga juga belum selamat”</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:49.65pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Untuk membedakan Kristen sejati dengan Kristen palsu memang sangat sulit, sama seperti membedakan antara gandum dan lalang. Mereka sama-sama ke gereja, berdoa, membaca Alkitab, berkhotbah, sekolah teologia (bahkan jadi doktor) mengusir setan, dan lain-lainnya.<span> </span></span><br />
<strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jadi kalau ada orang Kristen yang murtad, itu hanya membuktikan bahwa dia bukan orang Kristen sejati, dan pada dasarnya belum diselamatkan</span></strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-49.65pt;margin:0 0 .0001pt 49.65pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Marilah kita mulai melihat ayat yang dijadikan dasar bahwa orang selamat bisa terhilang!</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-49.65pt;margin:0 0 .0001pt 49.65pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>1). <span> </span>Matius 13: 20,21</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span><em><span> </span>Benih yang ditaburkan di <span style="text-decoration:underline;">tanah yang berbatu-batu</span> ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira Tetapi ia <span style="text-decoration:underline;">tidak berakar dan tahan sebentar saj</span>a. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera <span style="text-decoration:underline;">murtad</span>.</em></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jelas, bahwa tanah yang berbatu-batu TIDAK menggambarkan orang Kristen sejati. Orang Kristen sejati adalah orang yang sudah lahir baru yang telah diberi <strong>hati yang taat</strong> (Yeh 11:19,20). Perumpaan tersebut mengajarkan bahwa orang Kristen sejati ( diumpamakan tanah yang baik) pasti menghasilkan buah (lihat juga Yak. 1: 22, 2: 17). </span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dan orang yang mengaku-ngaku Kristen, walaupun ia rajin ke gereja, jadi pendeta, dsb tetapi kalau tidak berbuah, mereka itu pada dasarnya adalah orang Kristen palsu (Kristen KTP/ Kristen lalang) yang percaya kepada Kristus hanya di pikiran dan bibir saja. Jadi tanah berbatu, tanah di pinggir jalan, dan tanah di semak duri adalah orang-orang Kristen palsu yang rajin datang ke gereja, membaca Alkitab dan mendengar khotbah, tetapi semuanya itu tidak dapat mengubah hidupnya.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jadi orang yang “murtad” tadi<span> </span>pada dasarnya <span> </span>bukan <span> </span>orang Kristen dan belum lahir baru, sehingga juga belum diselamatkan. Dengan demikian ia juga tidak pernah kehilangan keselamatannya karena memang belum pernah memilikinya.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">So, bagian ini tidak bertentangan dengan janji-janji Tuhan di atas!</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 70.9pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">2).I Tim 4: 1,2</span><br />
<em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan <strong>murtad</strong> lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan<span> </span>oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.</span></em></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Ada beberapa kata di dalam bahasa Yunani yang diterjemahkan sebagai <em>murtad </em>di dalam Alkitab Bahasa Indonesia, diantaranya:</span><br />
<em><span style="font-size:11pt;color:black;" lang="IN">Scandali</span></em><span style="font-size:11pt;color:black;" lang="IN">ze ( Mat 13: 21), <em>Apostasia</em> ( 2 Tes 2: 3 ), <em>Arneomai</em> ( I Tim 5:8), dan </span><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Aphistemi</span></span></em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> ( I Tim 4: 1). Nah, <strong>aphistemi</strong> ini oleh LAI juga diterjemahkan sebagai <strong>mundur</strong> seperti di:</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Lukas 4:13<span> </span><em>Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia <span style="text-decoration:underline;">mundur</span> dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.</em></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kisah 22:29<span> </span><em>Maka mereka yang harus menyesah dia, segera <span style="text-decoration:underline;">mundur</span>; dan kepala pasukan itu juga takut, setelah ia tahu, bahwa Paulus, yang ia suruh ikat itu, adalah orang Rum.</em></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">2 Korintus 12:8<span> </span><em>Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu <span style="text-decoration:underline;">mundur</span> dari padaku</em>.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 .0001pt 70.9pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kata-kata <em>mundur</em> pada ketiga ayat di atas berasal dari kata yang sama dengan di I Tim 4: 1 <span> </span>yaitu <em>aphistemi</em>. Jelaslah berdasar ketiga ayat di atas, kata <em><span style="text-decoration:underline;">mundur t</span></em><span style="text-decoration:underline;">idak dapat dikatakan sebagai meninggalkan selamanya</span>. Kata mundur di atas berarti meninggalkan sementara, dan akan kembali lagi.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dengan demikian kata “murtad” di I Tim 4: 1 juga harus diartikan bahwa pada akhir zaman ini ada orang Kristen sejati akan “mundur” dari imannya kepada Kristus, bahkan mungkin bisa ragu-ragu<strong> </strong>akan keselamatannya. Tetapi semuanya itu hanya sementara. Mereka pasti akan kembali ke imannya karena Tuhan tidak membiarkan orang benar jatuh dan tergeletak:</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Amsal 24:16<span> </span><em>Sebab tujuh kali orang benar jatuh, <span style="text-decoration:underline;">namun ia bangun kembali</span>, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana</em>.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Mazmur 37:24<span> </span><em>apabila ia jatuh, <span style="text-decoration:underline;">tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.</span></em></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Dan lagi, bukankah Tuhan Yesus sudah membatasi upaya Iblis untuk menyesatkan orang pilihan-Nya sedemikian rupa sehingga orang pilihan tidak akan tersesat?</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Matius 24:24<span> </span><em>Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga <span style="text-decoration:underline;">sekiranya mungkin</span>, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.</em></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jelaslah<span> </span>bahwa pengajar-pengajar sesat tidak mungkin menyesatkan orang pilihannya. Kalau toh nampaknya ada orang Kristen sejati mengikuti ajaran sesat, ia PASTI kembali ke ajaran yang sehat. Tuhan sudah menjaminnya. <strong>Dan Ia mau memakai Anda juga untuk memperingatkan orang Kristen akan adanya ajaran sesat seperti Sabelianisme dan Armenianisme ini supaya mereka kembali ke ajaran yang sehat.</strong></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Oleh karena itulah, Timotius (dan kita) diberi tugas untuk menentang ajaran-ajaran sesat dan mengingatkan orang Kristen sejati akan adanya banyak ajaran-ajaran sesat yang membahayakan iman Kristen. Saya sendiri sudah 20 tahun jadi orang Kristen, tetapi baru akhir-akhir ini menemukan ajaran yang sehat!.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jadi, adanya kata murtad pada I Tim 4: 1 tidak menunjukkan adanya orang percaya yang dapat kehilangan keselamatan. Ayat itu hanya<span> </span>menunjukkan bahwa orang percayapun masih bisa mundur dan mengikuti ajaran sesat, tetapi <span> </span>hanya untuk sementara dan mereka pasti kembali ke Tuhan dengan cara dan kuasa Tuhan. (contoh <span> </span>Petrus).</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>3). <span> </span>Ibrani 6: 4-6</span></p>
<p><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Sebab <strong>mereka</strong> yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, <span> </span>dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, <span> </span>namun yang <span style="text-decoration:underline;">murtad </span>lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum</span></em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Untuk dapat memahami ayat-ayat ini kita harus memperhatikan konteks Surat Ibrani secara keseluruhan.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Kunci untuk menjelaskan ayat di atas adalah <span> </span>dua ayat berikut :</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span><span style="text-decoration:underline;">Ibrani 6:9, </span><em>Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa <strong><span style="text-decoration:underline;">kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan.</span></strong></em></span><br />
<span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Ibrani 10:3</span></span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">9 :<strong><em>Tetapi kita <span style="text-decoration:underline;">bukanlah</span> orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup</em></strong></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dari kedua ayat di atas, yang dimaksud dengan <strong>mereka yang murtad jelas bukan orang yang menerima surat (orang Kristen)</strong> <span style="text-decoration:underline;">karena penulis surat justru menyatakan bahwa penerima suratnya adalah orang yang mempunyai keselamatan dan beroleh hidup, bukannya orang yang mengundurkan diri dan murtad!</span></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Lalu siapa yang dimaksud dengan mereka yang murtad?</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Mereka sebenarnya TIDAK ADA!</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Penulis Ibrani hanya memperingatkan kepada penerima suratnya untuk hati-hati terhadap bidat Yudaisme yang terus mencoba mempengaruhi umat Kristen dengan mengatakan bahwa keselamatan yang sempurna akan tercapai jika orang Kristen menaati hukum Musa (ayat 1,2). Penulis Ibrani mengingatkan bahaya dari orang yang telah diselamatkan oleh anugerah di dalam Kristus dan kembali lagi ke hukum Musa (murtad).</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Lalu apa gunanya peringatan “jangan murtad” kepada orang yang jelas-jelas tidak akan murtad?</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Adanya peringatan “jangan murtad” belum tentu karena yang diperingatkan tersebut mempunyai kemungkinan untuk murtad. Harus dilihat terlebih dahulu siapa yang diperingatkan dan apa tujuannya peringatan itu!</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Ilustrasi:</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kalau peringatan “jangan merokok karena merokok akan bla – bla- bla &#8230;” ditujukan pada seorang perokok, memang benar<span> </span>ada kemungkinan orang tadi akan merokok!. Tetapi kalau peringatan tersebut ditujukan pada saya, jelas saya tidak akan mungkin merokok karena saya bukan perokok<span> </span>dan tidak pernah merokok, serta tidak ada niat sedikitpun untuk merokok. Lalu apa gunanya peringatan jangan merokok untuk saya? Jelas ada gunanya, dan bahkan sangat berguna! Karena dengan tahu bahaya dari merokok maka hal itu akan meyakinkan saya bahwa tindakan saya yang tidak merokok adalah sudah <span> </span>benar dan tepat, serta akan menguatkan komitmen saya untuk tidak pernah merokok, bahkan akan mendorong saya untuk mengkampanyekan anti merokok kepada para perokok!</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Demikian juga peringatan “Jangan murtad” kalau ditujukan pada orang Kristen palsu, maka ada kemungkinan orang kristen palsu tersebut akan “murtad”! Tetapi kalau ditujukan pada orang Kristen sejati, maka <strong>peringatan tersebut justru akan menyakinkan dia bahwa dia telah berada pada jalan yang benar dan akan menguatkan komitmenya untuk tetap berjalan pada jalan tersebut.<span> </span>Bahkan hal iti akan mendorongnya untuk menunjukkan jalan itu pada orang lain yang belum melewati jalan itu karena ia sudah tahu bahayanya kalau ada orang yang berjalan pada jalan yang tidak ia sedang jalani!</strong></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jadi, sekali lagi di dalam Surat Ibrani ini tidak ada petunjuk yang menyatakan bahwa ada orang Kristen yang dapat murtad / kehilangan keselamatan, tetapi sebaliknya pada Ibrani 6: 9, dan Ibrani 10:39 jelas secara tersurat / eksplisit dinyatakan bahwa penerima surat ini adalah orang yang memiliki keselamatan dan tidak akan binasa, dan beroleh hidup. Kalau ada penafisran yang mengatakan bahwa ada orang kristen (sejati) dapat murtad maka hal itu akan bertentangan dengan apa yang tersurat dalam kedua ayat di atas, sehingga penafsiran itu harus DITOLAK!</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>4). <span> </span>2 Petrus 2: 1-19</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Konteks dalam bagian ini adalah tentang nabi-nabi palsu. Nabi-nabi palsu ini sama seperti yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus pada<span> </span>Matius 7: 15-23. Mereka ini adalah serigala yang berbulu domba. Mereka biasa berkhotbah, mengusir setan dan mengadakan mujizat-mujizat.<span> </span>Apakah mereka orang Kristen? JELAS BUKAN!</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Ketika mereka menghadap Tuhan Yesus, Tuhan berkata :” <em>Aku tidak pernah mengenal engkau</em>”.<span> </span>Kalau mereka pernah menjadi orang Kristen pasti Tuhan juga pernah mengenal mereka. Bukankah Tuhan mengenal setiap umatNya (Yohanes 10:14). Karena mereka tidak pernah dikenal Tuhan, maka mereka juga tidak pernah menjadi umat-Nya.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kembali ke surat Rasul Petrus. Walaupun banyak nabi palsu dengan pengajaran-nya yang sesat ternyata tidak akan mampu menyesatkan orang Kristen, Petrus berkata: “</span><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> bahwa <strong>Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan</strong> dan menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,<span> </span>terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya&#8230;.” (ayat 9,10).</span></em><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jadi, kalau sampai ada orang kristen yang tersesat dan ikut-ikutan nabi palsu, jelas bahwa ia bukan orang Kristen sejati (saleh) tetapi orang kristen palsu (orang-orang jahat)</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Sekali lagi, tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa orang pilihan dapat kehilangan keselamatannya.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>5). <span> </span>Galatia 4: 8,9</span><br />
<em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah. Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, <span style="text-decoration:underline;">bagaimanakah</span> kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya</span></em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">?</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Konteks surat Galatia ini hampir sama dengan Surat Ibrani di atas yaitu adanya bidat Yudaisme yang mempengaruhi orang Kristen untuk kembali menaati Hukum Taurat. Kunci untuk memahami ayat di atas ada<span> </span>pada ayat 21<span> </span>“<em>Katakanlah kepadaku, hai kamu yang mau hidup di bawah hukum Taurat, tidakkah kamu mendengarkan hukum Taura</em>t?”</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Ayat di atas jelas tidak menyatakan bahwa ada orang percaya yang murtad melainkan berisi teguran dan peringatan Rasul Paulus terhadap orang-orang Galatia yang mau kembali kepada kuk hukum Taurat, padahal mereka telah dimerdekakan oleh Kristus dari perhambaan hukum Taurat <span> </span>(Gal 5: 1).</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jadi, jelaslah bahwa di bagian inipun tidak ada yang tersurat maupun tersirat bahwa orang Kristen dapat kehilangan keselamatannya. Yang ada adalah keprihatinan Rasul Paulus karena ada orang Kristen yang mau menambahkan Hukum Taurat pada imannya untuk mendapatkan keselamatan, padahal mereka sebenarnya sudah merdeka dan diselamatkan.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dengan sedih dan menyesal saya harus mengatakan bahwa PPA GKJ dan Armenian juga sama dengan bidat Yudaisme yang menambahkan “kuk” pada orang percaya. “Kuk” PPA GKJ dan Armenianisme adalah “kemungkinan lepasnya keselamatan” orang percaya oleh karena penggunaan kehendak bebasnya.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>6). <span> </span>I Korintus 9: 27</span><br />
<em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri <span style="text-decoration:underline;">ditola</span>k</span></em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Ayat ini tidak ada di PPA GKJ. Tetapi karena ada seorang pendeta GKJ yang terkenal menggunakan ayat ini untuk membuktikan bahwa keselamatan orang kristen bisa hilang, maka saya akan membahasnya.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Konteks ayat ini tidak sedang membicarakan tentang keselamatan orang percaya, tetapi tentang bagaimana Paulus memberitakan Injil. Ayat ini paling cocok ditujukan kepada para pemberita Injil dan pendeta. <span> </span>Maksud Paulus adalah bahwa dalam memberitakan Injil Paulus menjaga sikap dan tindakannya sedemikian rupa supaya orang yang diinjili bukan hanya menerima Injilnya, tetapi juga menerima dia. Rasul Paulus tidak mau sikap dan tindakannya menjadi batu sandungan bagi orang yang mendengar berita baik yang ia sampaikan.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Yang menarik adalah bahwa di PB hanya ada 5 kata “ditolak” yang berasal dari dua kata bahasa Yunani yang berbeda. Keempat kata <em>ditolak</em> masing-masing di Markus 8:31, Lukas 9:22, Lukas 17:25, dan Ibrani 12:17 menggunakan bahasa Yunani “<strong>apodokimazo</strong>” sedangkan satunya lagi di I Kor 9: 27 ini menggunakan kata Yunani <strong>adokimos</strong>. Kata adokimos ini di dalam PB lebih banyak diterjemahkan sebagai “<strong>tidak tahan uji” </strong>dan itu adalah arti utamanya<strong>.</strong></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jadi jelaslah bahwa seorang pekabar Injil / pendeta harus menyelaraskan berita yang dibawanya dengan sikap dan tindakkannya. Orang yang tidak percaya dan jemaat akan “menguji” seorang pekabar Injil dan pendeta dengan membandingkan antara berita/khotbah yang disampaikan denan sikap dan tindakannya.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Walaupun kata “ditolak” di atas<span> </span>diartikan sebagai “murtad” maka ayat di atas juga tidak menunjukkan bahwa Paulus akan murtad. Paulus berusaha untuk tidak murtad dan saya yakin usahanya akan berhasil karena Tuhan sudah berjanji untuk memelihara kita sedemikian rupa sehingga kita tidak akan binasa (Yoh 10:28). </span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Sekali lagi, bagian ini juga tidak menunjukkan adanya orang Kristen yang murtad.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>7.<span> </span>Alasan lainnya:</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Pada suatu sidang peremtoir (ujian calon pendeta) ada seorang peserta bertanya kepada calon pendeta apakah keselamatan yang diterima oleh orang percaya adalah keselamatan yang sudah pasti dan sempurna. Dan sesuai dengan PPA GKJ yang sudah dipelajarinya, si calon pendeta menjawab bahwa keselamatan itu belum pasti dan sempurna karena kalau sudah pasti dan sempurna maka orang Kristen bisa hidup seenaknya. Jawaban si calon pendeta ini dibenarkan oleh tim penguji maupun semua yang hadir dalam sidang klasis tersebut!</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Benarkah jawaban dari si calon pendeta tadi?</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Sama seperti si calon pendeta, PPA GKJ juga mempercayai bahwa natur orang yang sudah jadi Kristen (yang sudah dilahirkan kembali) masih sama dengan natur orang yang belum Kristen (belum lahir baru) yang hatinya masih dikuasi oleh dosa. <strong>Pendapat ini jelas tidak Alkitabiah!!</strong></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Orang yang sudah jadi Kristen sejati ia pasti sudah dilahirkan kembali, sudah diciptakan baru. Allah sudah mengganti hati yang keras menjadi hati yang taat (Yeh 11: 19,20). Sekarang ia mempunyai kesukaan yang baru yaitu merenungkan firman Tuhan dan menaatinya. Kecenderungannya berubah 180<sup>0</sup> dengan sebelum ia lahir baru. Kalau dia hidup dengan semau gue maka Allah PASTI akan menegor dan menghajarnya sedemikian rupa sehingg ia dapat taat kepada Tuhan (Ibrani 12: 6, Wahyu 3: 19)</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Mendengar jawaban dari si calon pendeta tadi dan juga yang dibenarkan oleh para pendeta dan jemaat yang hadir pada saat itu, timbul pertanyaan di hati saya, apakah mereka sudah dilahirkan kembali atau belum? Sebab kalau mereka sudah dilahirkan kembali pasti akan merasakan perubahan hidup, dan tahu bahwa orang yang sudah lahir baru pasti tidak punya keinginan untuk hidup seenaknya dan hidup menurut kehendaknya sendiri. Ia pasti rindu untuk menyenangkan hati Tuhan dengan menaati-Nya.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Satu hal lagi, Augustinus, John Calvin, Spurgeon, R.A Torrey dan tokoh-tokoh Kristen besar lainya adalah orang-orang mempercayai doktrin ini dan mengajarkannya. Apakah mereka hidup dengan seenaknya?</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>A.</span>Menguji Tafsiran PPA GKJ</span></strong><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Sebagian dari ayat-ayat yang dijadikan pendukung bagi PPA GKJ telah dibahas di bagian sebelumnya, yaitu tentang keselamatan yang dapat hilang. Selanjutnya akan dibahas bagian-bagian lainnya:</span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></p>
<p><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Apakah Allah “menghendaki” semua orang diselamatkan?</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">I Timotius 2: 3,4,5</span><br />
<em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,<span> </span><span style="text-decoration:underline;">yang <strong>menghendaki</strong> supaya semua orang diselamatkan</span> dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,<span> </span>yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia:</span></em><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kata menghendaki pada ayat di atas diterjemahkan dari bahasa Yunani <strong><em>thelo</em></strong>. Oleh LAI kata ini juga diterjemahkan sebagai<span> </span><span style="text-decoration:underline;">kerinduan, kemauan, kehendak, keputusan, harapan, berkenan, berniat, suka </span>dan sebagainya.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dalam Alkitab kata <strong>kehendak </strong>dapat dijelaskan sebagai berikut:</span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>a)</span>“kedaulatan kehedak Allah” atau keputusan Allah yang pasti terjadi.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dalam arti ini apapun yang dikehendaki Allah pasti terjadi. Ketika Allah menghendaki bumi tercipta, maka bumi pasti tercipta, kalau Allah menghendaki Sara punya anak, Sara pasti punya anak, dst.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Nah, kalau arti ini kita terapkan pada ayat di atas, maka semua orang pasti selamat, dan neraka akan kosong. Tafsiran seperti ini jelas <strong>DITOLAK</strong> karena akan mengajarkan <strong>universalisme</strong>.</span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>b)</span>Kehendak Allah sama dengan perintah Allah yang ada sangsi jika tidak menaatinya. Siapa yang tidak melakukan <span> </span>kehendak Tuhan ia akan mendapat hukuman.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Kalau pengertian ini kita gunakan pada ayat di atas, maka orang yang tidak melakukan kehendak Tuhan yaitu mereka yang tidak selamat akan dihukum Tuhan. Hukuman Tuhan akan semakin membinasakan orang yang memang sudah binasa. Pengertian seperti ini juga <strong>ditolak.</strong></span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>c)</span>Kehendak Allah dalam arti Allah <span> </span>lebih suka atau berkenan. </span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kalau pengertian ini diterapkan pada ayat di atas, maka ayat di atas dapat ditafsirkan bahwa Allah lebih suka atau berkenan jika semua orang selamat. Sebaliknya Ia tidak berkenan / tidak suka jika ada yang binasa. <strong>Dan inilah tafsiran yang tepat</strong>.</span><br />
<span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Namun demikian, walaupun Allah lebih suka semua orang menerima keselamatan, bukan berarti bahwa semua orang punya “hak” untuk diselamatkan. Hanya orang yang sudah Allah <strong>pilih</strong> dan <strong>tentukan </strong>sejak semula yang akan percaya kepada Tuhan Yesus dan diselamatkan</span></span><br />
<em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span><strong>Kis.13:47</strong>, 48</span></em><br />
<em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>47 Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.&#8221;</span></em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">48<span> </span>Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan <span style="text-decoration:underline;">semua orang yang <strong>ditentukan Allah</strong> untuk hidup yang kekal</span>, <strong>menjadi percaya</strong>.</span></em><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span><span> </span>(ayat 48 saya tambahkan)</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kesimpulan :</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Bahwa Allah mengendaki semua orang diselamatkan TIDAK berarti bahwa semua orang punya hak yang sama untuk diselamatkan. Tetapi harus diartikan bahwa Tuhan berkenan atau lebih suka jika semua orang diselamatkan. Karena pada kenyataannya hanya sebagian orang yang telah Tuhan pilih dan tentukan sejak semula yang dapat percaya dan diselamatkan.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Mungkin ada yang membantah: “Kalau begitu Allah tidak adil!”</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jawaban saya :</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Ketika orang pertama kali mendengar Doktrin Predestinasi <em>dimana Allah menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya,<span> </span></em>pada umumnya langsung menentangnya dengan ungkapan: </span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--></p>
<ul>
<li><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kalau begitu mengapa manusia harus bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya padahal itu telah ditetapkan oleh Allah? Toh<span> </span>tidak ada manusia yang bisa melawan ketetapan Allah?</span></li>
</ul>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--></p>
<ul>
<li><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;" lang="IN"><span>-</span></span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kalau begitu Allah tidak adil dong!</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Tahukah Anda, bahwa reaksi seperti ini sama persis dengan reaksi orang-orang yang mendengar ajaran predentinasi dari Rasul Paulus? Untuk menanggapi kedua pernyataan di atas, maka sayapun akan menggunakan tanggapan dari Rasul Paulus:</span><br />
<em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Apakah Allah tidak adil? Mustahil! </span></em><br />
<em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: &#8220;Mengapakah engkau membentuk aku demikian?&#8221;<span> </span>Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?<span> </span>Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan&#8211;<span> </span>justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan. (Roma 9: 14, 20-23)</span></em><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jadi, jangan menilai keadilan Allah dengan standar keadilan manusia. Kalau Keadilan Allah kita nilai berdasarkan keadilan manusia maka<span> </span>seolah-olah “Allah memang tidak adil” karena memang banyak “ketidakadilan” yang kita lihat dimuka bumi ini. Mengapa sebagian anak dilahirkan dari keluarga miskin, sedangkan yang lainnya dari keluarga kaya? Mengapa sebagian dilahirkan di daerah gersang, tandus dan sangat kesulitan air, sedangkan sebagian yang lainnya dilahirkan di daerah subur dengan air melimpah?<span> </span></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Ingatlah sekali lagi bahwa manusia itu tetap sebagai ciptaan. Sekalipun kita dicipta menurut gambar dan rupa Allah, tetap saja status kita adalah <strong>ciptaan</strong>. Nilailah Allah sesuai dengan stadar Pecipta bukan dengan standar ciptaan.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jadi, adanya tuduhan bahwa doktrin predestinasi membuat Allah tidak adil <strong>justru membuktikan bahwa doktrin ini adalah Alkitabiah</strong> karena Rasul Paulus juga mendapatkan reaksi yang sama!</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--></p>
<p>2. <span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Percaya dengan kemampuannya sendiri?</span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">PPA GKJ mengajarkan bahwa orang bisa <span> </span>percaya atau beriman bersumber dari sikap orang itu terhadap tawaran keselamatan. Sikap yang membuat orang percaya adalah menyadari &#8230;.. dst. Yang intinya adalah tindakan manusia dengan pertolongan Allah sekedarnya.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Benarkah demikian?</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Ayat – ayat yang dijadikan dasar seperti Luk 8: 12, Yoh 3: 16, 20: 31 <strong>TIDAK</strong> menunjukkan secara eksplisit bahwa orang bisa percaya / beriman karena sikap orang tersebut terhadap Injil. Di sana hanya dinyatakan bahwa orang yang percaya akan mendapat hidup kekal. Bagaimana orang dapat percaya tidak dijelaskan.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Efesus 2: 8,9 (ayat 9 saya tambahkan)</span><br />
<em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; <span style="text-decoration:underline;">itu bukan hasil usaha</span>mu, tetapi <span style="text-decoration:underline;">pemberian All</span>ah, itu <span style="text-decoration:underline;">bukan hasil pekerjaanmu</span>: jangan ada orang yang memegahkan diri</span></em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Dari ayat di atas <span> </span>sudah sangat jelas bahwa manusia tidak perlu berusaha dan bekerja apapun untuk mendapatkan keselamatan. Keselamatan itu 100% anugerah Allah. Karena syarat keselamatan adalah percaya / beriman kepada Kristus, maka Allah memberikan benih iman itu kepada kita. Jadi,<span> </span>kalau Allah tidak memberi benih itu, kita pasti tidak dapat percaya. Kalau Allah memberikan benih itu, maka kita pasti bisa percaya. Jadi orang selamat atau tidak, 100%<span> </span>tergantung pada penentuan Allah, bukan manusia.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></p>
<p><!--[endif]--><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Apakah seseorang bisa percaya kepada Yesus dan menolak-Nya karena kehendak bebas orang itu sendiri?</span></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">PPA GKJ mengajarkan bahwa orang bisa menerima atau menolak tawaran keselamatan Allah sesuai / berdasarkan kehendak bebas yang ia miliki.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Benarkah demikian?</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Ayat-ayat yang dijadikan dasar: <em>.</em>1:15; 16:15,16; Kis.10:44-48; 11:1, Kis.16:14; 1Kor.12:3b; Yoh.3:34-36; Kis.8:30 Luk.13:22-30; Mat.22:1-14 dan paralelnya; Mrk.16:12, 16.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dari semua ayat di atas <span style="text-decoration:underline;">tidak ada satupun</span> yang menyatakan bahwa seserang bisa percaya atau menolak Kritus karena kehendaknya sendiri.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Semua ayat di atas hanya menyatakan sebagai berikut:</span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>a.</span>Barang siapa yang percaya akan selamat, dan yang tidak percaya tidak akan selamat.</span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>b.</span>Ada beberapa orang (termasuk non Israel)<span> </span>percaya kepada Kristus.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Namun, tidak ada penjelasan sama sekali tentang bagaimana/ mengapa mereka bisa mengambil sikap / keputusan untuk percaya kepada Yesus dan diselamatkan. Jadi sebenarnyalah ayat-ayat di atas TIDAK DAPAT dijadikan dasar untuk mengajarkan bahwa keselamatan seseorang berdasarkan kehendak bebas orang itu sendiri.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Nah, untuk mengetahui bagaimana orang bisa percaya kepada Yesus dan diselamatkan, kita harus memakai ayat berikut:</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kis 13: 48<span> </span>Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan <strong><span style="text-decoration:underline;">semua orang yang</span></strong><span style="text-decoration:underline;"> <strong>ditentukan Allah</strong> untuk </span>hidup yang kekal, <strong><span style="text-decoration:underline;">menjadi percaya</span>.</strong></span></em><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Mengapa orang bisa percaya? Karena Allah telah menentukannya (bukan berdasarkan kehendak orang itu!.)</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Yoh 6: 44<span> </span><em><span style="text-decoration:underline;">Tidak ada seorang</span>pun yang <span style="text-decoration:underline;">dapa</span>t datang kepada-Ku, <span style="text-decoration:underline;">jikalau</span> ia <span style="text-decoration:underline;">tidak</span> <strong>ditarik</strong> oleh Bapa yang mengutus Aku</em></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Ingat! Kata ditarik berasal dari bahasa Yunani <strong>elko</strong> yang artinya : <strong>membuat/memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu dengan atoritas yang tidak dapat ditolak.</strong></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jadi, yang sebenarnya adalah tidak ada seorangpun manusia yang berdosa yang dengan kehendak bebasnya mau datang kepada Yesus.<span> </span>Tetapi Allah dengan kedaulatanNya memilih sebagian orang untuk “dipaksa” dengan otoritas-Nya yang<span> </span>lebih besar dari kehendak bebas orang itu, sehingga orang itu dapat datang kepada Yesus dan diselamatkan.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Kesimpulan:</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Keselamatan seseorang TIDAK berdasarkan kehendak bebas orang itu, TETAPI<span> </span>PADA KEHENDAK ALLAH YANG BERDAULAT.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Efesus 1:5<span> </span><em>Dalam <span style="text-decoration:underline;">kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan <strong>kehendak-N</strong></span><strong>ya,</strong></em></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>B.</span>John Calvin dan PPA GKJ</span></strong><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jika kita membaca tulisan-tulisan John Calvin dapat diketahui bahwa pandangan-pandangan PPA GKJ dan juga Armenianisme tentang keselamatan yang dipercayainya sebenarnya sudah pernah muncul dalam benak/pemikiran John Calvin. Namun itu semua ditolaknya karena tidak sesuai dengan ajaran Alkitab. Untuk itulah dari tulisan-tulisan Calvin<span> </span>kita dapat menemukan argumentasi-argumentasi untuk “melawan” dan “menggugurkan” ajaran Armenianisme (dan juga PPA GKJ tentang keselamatan ) ini.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN">Sekali lagi, jika GKJ ingin tetap menganut “aliran” Calvinisme / Reformasi maka mau tidak mau harus mengoreksi ajarannya tentang keselamatan.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristenberea.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristenberea.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristenberea.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristenberea.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristenberea.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristenberea.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristenberea.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristenberea.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristenberea.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristenberea.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristenberea.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristenberea.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristenberea.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristenberea.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=105&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/10/mengkritisi-ppa-gkj-ajaran-keselamatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">kristenberea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengkritisi PPA-GKJ &#8211; Ajaran Allah Tritunggal</title>
		<link>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/10/mengkritisi-ppa-gkj-ajaran-allah-tritunggal/</link>
		<comments>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/10/mengkritisi-ppa-gkj-ajaran-allah-tritunggal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 16:51:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristenberea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengkritisi PPA-GKJ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristenberea.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Ajaran Tritunggal : Mengikuti Bapa-Bapa Gereja atau Sabelianisme A. Pentingnya Doktrin Tritunggal Doktrin Tritunggal adalah doktrin yang sangat penting dalam teologia Kristen. Jatuh bangunnya iman Kristen sungguh-sungguh bergantung pada benar-tidaknya doktrin ini. Semua doktrin kekristenan secara otomatis akan runtuh, jika doktrin Tritunggal runtuh. Sebab, hampir semua pokok penting dalam agama Kristen, bergantung pada ajaran bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=93&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-align:center;text-indent:0;" align="center"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;text-transform:uppercase;" lang="IN">Ajaran Tritunggal</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"> : </span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-align:center;text-indent:0;" align="center"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Mengikuti Bapa-Bapa Gereja atau Sabelianisme</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"> </span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:36pt;text-indent:-36pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span>A.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Pentingnya Doktrin Tritunggal</span></strong></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Doktrin Tritunggal adalah doktrin yang sangat penting dalam teologia Kristen. Jatuh bangunnya iman Kristen sungguh-sungguh bergantung pada benar-tidaknya doktrin ini. Semua doktrin kekristenan secara otomatis akan runtuh, jika doktrin Tritunggal runtuh. Sebab, hampir semua pokok penting dalam agama Kristen, <span style="text-decoration:underline;">bergantung pada ajaran bahwa Allah adalah tiga dalam satu.</span> (Bruce Milne : <strong><em>Mengenal Kebenaran</em></strong><em> ; </em>1993, hal.90). Henry B. Smith berkata , <em>“Ketika doktrin tentang Trinitas ditinggalkan, bagian-bagian lain dari iman, seperti pendamaian dan regenerasi selalu juga ditinggalkan.”</em> (Henry B. Smith dalam buku A.H. Strong: <em>Systematic <strong>Theology</strong></em><strong>, Vol. I: <em>The Doctrine of God)</em></strong>; 1907: 351). </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">D</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">engan kata lain dapat dikatakan bahwa doktrin Tritunggal adalah fondasi teologia Kristen.</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"> </span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Jadi, jangan sepelekan doktrin Tritunggal ini. Jika doktrin Tritunggal yang dianut GKJ ternyata salah dan tidak Alkitabiah maka ajaran-ajaran lainnya dimungkinkan ( bahkan dipastikan) salah juga. Kalau pemahaman tentang Allah salah, maka pemahaman tentang karya-karya Allah juga salah, misalnya tentang<span> </span>penulisan Alkitab, keselamatan, dan sebagainya. </span></p>
<p class="kabeh"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"> </span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span>B.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Doktrin Tritunggal dalam Sejarah.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.45pt;text-indent:-14.15pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">a. <span> </span><em>Sejak jaman Perjanjian Lama bangsa Yahudi selalu menekankan tentang Ke Esa-an Allah dan konsep ini dibawa sampai abad-abad pertama masehi.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.45pt;text-indent:-14.15pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">b. Pada abad 2, <strong>Tertulianus </strong>memformulasikan doktrin ini; tapi masih banyak kekurangannya. (belum sempurna).Tertulianus (165M-220M) adalah orang pertama yang menemukan istilah &#8220;<strong><span>Trinity</span></strong>&#8221; (Tritunggal). Tertulianus berusaha untuk memberikan penjelasan yang alkitabiah tentang ajaran Tritunggal, karena pada saat itu di gereja banyak tersebar pengajaran Monarkianisme<strong>. Ajaran sesat Monarkianisme</strong> digolongkan menjadi 2:</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:49.65pt;text-indent:-14.2pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">1. <span> </span><span>Monarkianisme Dinamis (adoptionisme) </span>Ajarannya: Yesus adalah manusia biasa yang diadopsi oleh Allah dan diberikan kekuatan khusus pada saat Ia dibaptis.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:49.65pt;text-indent:-14.2pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">2. <span> </span><strong><span style="text-decoration:underline;"><span>Monarkianisme Modalistis</span></span></strong><span> </span>Ajarannya: <span style="text-decoration:underline;">Allah adalah satu, tetapi muncul (tampil) kepada manusia dalam 3 mode (bentuk), yaitu Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.45pt;text-indent:-14.15pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">c. <span> </span><strong>Arius </strong>(250M-336M) dari Aleksandria menentang ajaran Tritunggal. Ia tidak setuju akan keAllahan Anak dan Roh Kudus, berdasarkan Kol 1:15; Yoh 1:14; Yoh 3:16. Di Konsili Nicea (325M) ajaran Arian ini ditentang habis-habisan oleh <strong>Athanasius</strong>, demikian juga di Konsili Konstantinopel (381M). Perdebatan yang paling utama adalah mengenai dua istilah yang dipakai untuk menjelaskan tentang keAllahan Yesus dan Roh Kudus.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.45pt;text-indent:-14.15pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Pendapat Athanasius Vs Pendapat Arius:<span> </span><span> </span><span>homoousios </span>(sifat yang sama) vs <span>homoiousios </span>(sifat yang mirip)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.45pt;text-indent:-14.15pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>d. <strong>Subordinationisme</strong> adalah ajaran yang juga menyimpang dari Alkitab. Mereka mengakui keAllahan Anak dan Roh Kudus, tetapi tetap lebih rendah keAllahan Bapa.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.45pt;text-indent:-14.15pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Athanasius berjuang hampir 17 tahun untuk mengembalikan doktrin ini kepada kebenaran Alkitab. Akhirnya dalam Konsili Konstantinopel (381M) Kaisar Konstantin memihak kepada Athanasius. Athanasius memberikan pandangan yang sehat. Kristus dilahirkan dari Bapa dan mempunyai kesetaraan dengan Bapa, tidak bersubordinasi. Namun demikian, Athanasius belum cukup puas karena kemenangannya hanyalah karena kekuatan kekuasaan Konstantin. Setelah kaisar Konstantin digantikan oleh penggantinya, ternyata penggantinya lebih memihak kepada kaum Arian.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.45pt;text-indent:-14.15pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">e. <span> </span>Pada pertengahan abad 4, seorang teolog dari Kapadokia (Asia Kecil Timur) memberikan doktrin Tritunggal yang definitif dan mengalahkan ajaran aliran Arianisme dan mempertahankan istilah <strong><span>homoousios</span></strong>.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.45pt;text-indent:-14.15pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">f. <span> </span>Doktrin Tritunggal yang paling tuntas diformulasikan pada masa <strong>Agustinus </strong>(354M-430M). Ia menulis dalam bukunya &#8220;<strong><span>De Trinitate</span></strong>&#8220;. Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus tidak memiliki subordinasi, tetapi kesetaraan. Satu esensi Allah dengan 3 pribadi seperti apa yang diajarkan dalam Akitab.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.45pt;text-indent:-14.15pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">g. <span> </span>Konsili Toledo (589M) menyelesaikan perdebatan tentang &#8220;<span>filioque</span>&#8221; (Latin), yang artinya &#8220;dan Anak&#8221; berdasarkan Yoh 14:26; Yoh 16:7; Yoh 15:26. Istilah &#8220;filioque&#8221; ini tidak dicantumkan baik dalam Konsili 325M ataupun Konsili 381M. Baru ditambahkan dalam Sinode Toledo (589M).</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.45pt;text-indent:-14.15pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">h. <span> </span>Sesudah masa Reformasi, Tokoh-tokoh Reformator, seperti <strong>Martin Luther </strong>dan <strong>John Calvin </strong>tidak menolak doktrin Tritunggal versi Athanasius. Martin Luther berkata bahwa doktrin Tritunggal harus diterima dengan iman, walaupun tidak bisa dijelaskan dengan tuntas, karena ada dalam Alkitab. Sedangkan Calvin menulis penjelasan tentang Tritunggal dalam bukunya <strong><span>Institutio</span></strong>.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.45pt;text-indent:-14.15pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">i. <span> </span>Pandangan modern tentang Tritunggal bervariasi. Tetapi tidak ada hal yang baru lagi. Semua kesalahan yang dilakukan oleh teolog-teolog modern sudah pernah terjadi sebelumnya.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.45pt;text-indent:-14.15pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:36pt;text-indent:-36pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span>C.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Pembahasan Sabelianisme di dalam PPA GKJ</span></strong></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span> </span>Sebelum membahas Sabelianisme yang ada di PPA GKJ, perlu dijelaskan terlebih dahulu bagaimana ajaran <strong>Sabelianisme </strong>atau yang juga dikenal sebagai </span><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;">Modalistic Monarchianism</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"> itu.</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span> </span></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;">Albert H. Freundt Jr.</span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;">: <em><span>“Modalistic Monarchianism endangered the true humanity of Christ and obliterated the distinctions within the Godhead. The aim was to make sure that in Christ we meet with no secondary or derived being, but with God himself. It was believed that in Christ the Father himself became incarnate as the Son and suffered. Hence the name ‘Patripassianism’ was given to this view. There are no eternal distinctions within the Godhead. God revealed himself in creation as the Faith, in redemption and the Son, and in sanctification as the Spirit. There is a trinity of manifestation rather than of persons. &#8230; The best known exponent of this view was Sabellius, and Sabellianism is another name for Modalistic Monarchianism. It is essentially the view that God is one person who successively reveals himself as Father, Son, and Spirit. When he became Son, he ceased being Father; and so forth. Each was a temporary mode or manifestation of the one true God”</span></em><span> [= Modalistic Monarchianisme membahayakan kemanusiaan yang sejati dari Kristus dan menghapuskan perbedaan-perbedaan dalam diri Allah. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa dalam Kristus kita bertemu bukan dengan makhluk yang sekunder atau yang diturunkan / mempunyai asal usul, tetapi dengan Allah sendiri. Dipercaya bahwa Kristus adalah Bapa sendiri yang berinkarnasi sebagai Anak dan menderita. Karena itu nama ‘Patripassianisme’ </span>(= Bapa yang menderita)<span> diberikan kepada pandangan ini. <span style="text-decoration:underline;">Tidak ada perbedaan-perbedaan kekal dalam diri Allah. Allah menyatakan diriNya sendiri dalam penciptaan sebagai Bapa, dalam penebusan sebagai Anak, dan dalam pengudusan sebagai Roh. Ada ketritunggalan manifestasi / perwujudan dan bukannya pribadi.</span> ... Tokoh yang paling terkenal dari pandangan ini adalah Sabellius, dan Sabellianisme adalah nama lain untuk Modalistic Monarchianisme. <span style="text-decoration:underline;">Pada hakekatnya ini adalah pandangan bahwa Allah adalah satu pribadi yang secara berturut-turut menyatakan diriNya sendiri <strong>sebagai</strong> Bapa, Anak, dan Roh. Pada waktu Ia menjadi Anak, Ia berhenti menjadi Bapa, dan seterusnya. Masing-masing adalah perwujudan sementara dari satu Allah yang benar]</span></span><span style="text-decoration:underline;"> </span>- <em>‘Early Christianity’</em>, hal 47-48</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span> </span>Sekarang, bandingkan ajaran Sabelianisme di atas dengan Pemahaman Ketritunggalan Allah pada PPA GKJ berikut:</span></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Pemahaman Ketritunggalan Allah</span></span></strong></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">PPA GKJ Edisi 2005 (Uraian) Hal. 24 – 26 sbb:</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;">
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Rumusan Bapa, Anak dan Roh Kudus itu dapat dijelaskan demikian:</span></em></p>
<p><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">1.<span> </span>Dalam hubungan dengan peristiwa bangsa Israel sebagaimana tertulis dalam kitab Perjanjian Lama, <span style="text-decoration:underline;">Allah dikenal <strong>sebagai</strong> Bapa</span>.</span></em><br />
<em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">2.<span> </span>Dalam hubungan dengan peristiwa manusiawi Yesus sebagaimana tertulis dalam kitab Perjanjian Baru, <span style="text-decoration:underline;">Allah dikenal juga <strong>sebagai</strong> Anak Allah.</span></span></em><br />
<em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">3.<span> </span>Dalam hubungan dengan peristiwa Roh Kudus, sebagaimana tertulis dalam kitab Perjanjian Baru dan di dalam sejarah gereja hingga kini, <span style="text-decoration:underline;">Allah dikenal juga <strong>sebagai</strong> Roh Kudus. </span></span></em></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;">
<p><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Sebutan Bapa dan Anak tidak menyatakan hubungan biologis, melainkan menyatakan hubungan langkah-langkah Allah di dalam karya penyelamatan-Nya [Mat.3:17 ( baca ayat 13-17); Yoh.1:1-3]. </span></em><br />
<em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Bapa, Anak dan Roh Kudus itu <strong>Allah yang satu</strong> dan sama. Jadi, <strong>pribadinya hanya satu, yaitu Allah</strong></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"> [Yoh.10:30; 14:9; 1Yoh.5:7]. </span></em></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:18pt;text-indent:0;">
<p><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Penjelasan tentang Yesus yang berdoa kepada Bapa dan tentang Bapa memberikan Roh Kudus kepada murid-murid Yesus adalah sebagai berikut:</span></em></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;">
<ul>
<li><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Tentang Yesus yang berdoa kepada Bapa dapat kita pahami atas dasar penalaran bahwa <span style="text-decoration:underline;">Yesus adalah Allah yang masuk melibatkan diri di dalam kehidupan manusia dengan cara yang begitu manusiawi dan menjalani kehidupan-Nya dengan cara yang manusiawi pula. Dalam hal Yesus yang berdoa kepada Bapa, Ia menempatkan diri dalam posisi menggantikan manusia. </span></span></em></li>
<li><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Tentang Bapa yang memberikan Roh Kudus kepada murid-murid Yesus dan orang-orang percaya, hal itu dapat dimengerti dari penalaran bahwa Allah sendiri yang datang dan bekerja <span style="text-decoration:underline;">sebagai Kuasa</span> di dalam hati mereka, untuk menolong mereka sehingga mampu mempertahankan keselamatannya</span></em><em></em><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"> [Flp.2:7,8; Ibr.2:14-18; 4:14,15;Yoh.20:22]</span></em></li>
</ul>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;">
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;">
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;">
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;">
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Sekarang bandingkan antara kalimat yang digarisbawai pada ajaran Sabelianisme dan pada kotak (PPA GKJ)! Sama bukan? Dengan demikian, <strong><span style="text-decoration:underline;">disengaja atau tidak, GKJ telah menganut ajaran Sabelianisme yang telah dinyatakan sesat / sebagai bidat oleh Bapa-Bapa Gereja dan para tokoh Reformasi seperti Augustinus, Martin Luther, dan Johanes Calvin. Calvinis juga menentang ajaran Sabelianisme ini.</span></strong></span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span><strong><span style="text-decoration:underline;">Ajaran Tritunggal menurut<span> </span>Bapa-Bapa Gereja dan Reformator serta Calvinis.</span></strong></span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;">
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Bapa-Bapa Gereja dan para tokoh Reformator dan Calvinisme tetap memegang ajaran Tritunggal yang sudah ada sejak gereja mula-mula dan diteguhkan pada Pengakuan Nicea-Kontantinopel <span> </span>yang menyatakan bahwa <strong><span style="text-decoration:underline;">Allah itu satu esensi dan tiga pribadi.</span></strong></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><strong>John Calvin:</strong></span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>“</span><span style="font-size:11pt;">Tiga yang dibicarakan, masing-masing adalah Allah sepenuhnya, tetapi tidak ada lebih dari satu Allah</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">”</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>“S</span><span style="font-size:11pt;">aya tidak dapat memikirkan yang satu tanpa dengan cepat dilingkupi oleh kemegahan dari yang tiga; juga saya tidak bisa melihat yang tiga tanpa segera dibawa kembali kepada yang satu</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">”</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><strong><span style="font-size:11pt;">Louis Berkhof</span></strong><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">:</span></strong><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span><span style="font-size:11pt;">Keberadaan yang bersifat tiga pribadi ini adalah suatu keharusan dalam diri Allah, dan sama sekali bukanlah hasil dari pilihan Allah. Ia tidak bisa berada dalam sesuatu yang lain dari pada bentuk tiga pribadi</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span><strong>RC Sproul</strong>:</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Formulasi bahwa Allah itu satu esensi dan tiga Pribadi memang merupakan suatu misteri dan paradoks tetapi tidak kontradiksi. Keesaan dari Allah dinyatakan sebagai esensi-Nya atau keberadaan-Nya, sedangkan keberagaman-Nya diekspresikan dalam tiga Pribadi.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Istilah pribadi sama sekali tidak berarti adanya perbedaan di dalam esensi, tetapi perbedaan di dalam substansi dari Allah. Substansi-subtansi pada diri Allah memiliki perbedaan yang nyata satu dengan yang lain tetapi tidak berbeda secara esensi, dalam arti suatu keberadaan yang berbeda satu dengan yang lain. Setiap pribadi berada “di bawah” esensi Allah yang murni. Perbedaan substansi ini berada dalam wilayah keberadaan, bukan merupakakan suatu keberadaan atau esensi yang terpisah. Semua pribadi pada diri Allah memiliki atribut ilahi.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Setiap pribadi di dalam Trinitas memiliki peran yang berbeda. Karya keselamatan dalam pengertian tertentu merupakan pekerjaan dari ketiga Pribadi Allah Tritunggal. Namun di dalam pelaksanaannya ada peran yang berbeda yang dikerjakan oleh Bapa, Anak dan Roh Kudus. Bapa memprakasai penciptaan dan penebusan; Anak menebus ciptaan; dan Roh Kudus melahirbarukan dan menguduskan, dalam rangka mengaplikasikan penebusan kepada orang-orang percaya.</span><br />
<span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Doktrin Tritunggal tidak menunjukkan bagian-bagian atau peran-peran dari Allah. Analogi manusia yang menjelaskan seseorang yang adalah seorang bapa, seorang anak dan seorang suami tidak dapat mewakili misteri dari natur Allah.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span><span style="text-decoration:underline;">Doktrin Tritunggal tidak secara lengkap menjelaskan tentang karakter Allah yang bersifat misteri. Sebaliknya doktrin ini memberikan perbatasan yang tidak boleh kita langkahi. Doktrin ini menjelaskan batas pemikiran kita yang terbatas. Doktrin Tritunggal menuntut kita untuk setia pada wahyu ilahi yang menyatakan bahwa dalam suatu pengertian Allah adalah esa dan dalam pengertian lain Dia adalah tiga. </span></span></p>
<ul></ul>
<p><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>( R.C Sproul – Kebenaran-Kebenaran Dasar Iman Kristen – Hal 43,44)</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;">
<p><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Bagaimana kata Alkitab?</span></strong></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;">
<ul>
<li><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Alkitab menyatakan ketunggalan Allah</span></span></li>
</ul>
<ul></ul>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;">
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:39pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Contoh:</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:39pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Ulangan 6:4<span> </span><em>Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!</em></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:39pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Maleakhi 2:<em>15<span> </span>Bukankah Allah yang <span style="text-decoration:underline;">Esa</span> menjadikan mereka daging dan roh?</em></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:39pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Markus 12:29<span> </span><em>Jawab Yesus: &#8220;Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu <span style="text-decoration:underline;">esa.</span></em></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:39pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Yohanes 5:44<span> </span><em>Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang <span style="text-decoration:underline;">Esa?</span></em></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:39pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">1 Timotius 1:17<span> </span><em>Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang <span style="text-decoration:underline;">esa</span>! Amin.</em></span></p>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Alkitab menyatakan “kejamakan dalam diri Allah”. </span></span></li>
</ul>
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;">
<p class="kabeh" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;">
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin:6pt 0 .0001pt 38.85pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kejamakan dalam diri Allah tidak sama dengan Allah itu lebih dari satu.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:75pt;text-indent:-32.45pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dalam Perjanjian Lama</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:70.9pt;text-indent:-14.2pt;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Digunakannya bentuk jamak untuk kata Allah.<em></em></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:70.9pt;text-indent:-14.2pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Kej 1:1 <span> </span><em>Pada mulanya <span style="text-decoration:underline;">Allah </span>menciptakan langit dan bumi.</em></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:70.9pt;text-indent:-14.2pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Dalam bahasa Ibrani kata yang dipakai untuk Allah adalah Elohim. Kata Elohim adalah bentuk jamak dari Eloah.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:70.9pt;text-indent:-14.2pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Dalam bahasa Ibrani ada tiga macam bentuk kata: tunggal, dual, dan jamak. Dual hanya digunakan untuk dua (biasanya untuk hal-hal yang berpasangan seperti mata, telinga, kaki, dsb) sedangkan jamak untuk sesuatu yang lebih dari dua. Jelas bahwa kata “Elohim” menunjukkan ada lebih dari dua pribadi Allah.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:70.9pt;text-indent:-7.1pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Dalam seluruh Alkitab kata “Elohim” (2.346X) jauh lebih banyak daripada “Eloah” (277 X). Kalau Allah itu hanya satu pribadi mengapa tidak selalu menggunakan Eloah?</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:70.9pt;text-indent:-14.2pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Adanya kata ganti jamak untuk Allah.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:70.9pt;text-indent:-7.1pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Kejadian 1: 26a<span> </span><em>Berfirmanlah Allah: &#8220;Baiklah <span style="text-decoration:underline;">Kita </span>menjadikan manusia menurut gambar dan rupa <span style="text-decoration:underline;">Kita</span>,</em></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left:70.9pt;text-indent:-7.1pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Kejadian 3: 22a<span> </span><em>Berfirmanlah TUHAN Allah: &#8220;Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti <span style="text-decoration:underline;">salah satu dari Kita</span>,</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:70.9pt;text-indent:-7.1pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Kejadian<span> </span>11:7<span> </span><em>Baiklah <span style="text-decoration:underline;">Kita</span> turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing</em>.&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:70.9pt;text-indent:-7.1pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Yesaya 6: 8b (ASV) <em>Whom am I to send, and who will go for <span style="text-decoration:underline;">U</span></em><span style="text-decoration:underline;">s</span>? </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:70.9pt;text-indent:-7.1pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Adanya kata “Kita” menunjukkan adanya komunikasi antar Pribadi Allah. Kata: “Kita” tidak bisa diartikan sebagai “Allah dan Malaikat” karena Malaikat tidak punya kemampuan untuk mencipta dan kita juga tidak diciptakan menurut gambar Allah dan malaikat.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-33.3pt;margin:0 0 6pt 90pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Adanya pembedaan pribadi<span> </span>Allah satu dengan <span> </span>pribadi Allah lainnya. </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 6pt 70.9pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Psalm 110: 1 <em><span style="text-decoration:underline;">The LORD</span> said unto <span style="text-decoration:underline;">my Lord</span>, Sit thou at my right hand, until I make thine enemies thy footstool.</em></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:70.9pt;text-indent:-7.1pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Bandingkan dengan penjelasan Tuhan Yesus tentang ayat ini di Matius 22: 42-45</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:39pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-indent:-21.25pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dalam Perjanjian Baru</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Di dalam Perjanjian Baru Tiga Pribadi Allah sangat jelas dibedakan satu dengan yang lainnya dalam satu ayat / bagian Alkitab. </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin:6pt 0 .0001pt 2cm;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Yoh 1: 1-3 <em><span style="text-decoration:underline;">Pada mulanya</span> adalah Firman; <span style="text-decoration:underline;">Firman itu bersama-sama dengan Allah</span> dan Firman itu adalah <span style="text-decoration:underline;">Allah.</span> <span> </span>Ia pada mulanya <span style="text-decoration:underline;">bersama-sama </span>dengan Allah. <span> </span>Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kata “<strong>bersama-sama</strong>” pada ayat 2<span> </span>berasal dari bahasa Yunani “<strong><em>pros</em></strong>” yang menyatakan <span style="text-decoration:underline;">suatu hubungan muka dengan muka, suatu hubungan yang akrab dan pribadi.</span> Jadi jelas bahwa Firman (Logos) adalah Pribadi yang berbeda dengan Bapa, tetapi esensinya sama yaitu Allah.</span><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:6pt 0 .0001pt 57pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Mat 3:16,17 <span> </span>Sesudah dibaptis, <span style="text-decoration:underline;">Yesus</span> segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan <span style="text-decoration:underline;">Ia</span> melihat <span style="text-decoration:underline;">Roh Allah</span> seperti burung merpati turun ke atas-Nya, <span> </span>lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: &#8220;Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.&#8221; </span></em></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Disini Ketiga Pribadi Allah ada dalam waktu yang sama dan pada “posisi” yang berbeda.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin:6pt 0 .0001pt 57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Yohanes 5: 30<span> </span><em>Aku (Yesus) <span> </span>tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti <span style="text-decoration:underline;">kehendak-Ku</span> sendiri, melainkan <span style="text-decoration:underline;">kehendak Dia</span> yang mengutus Aku.</em></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Disini Yesus punya kehendak sendiri, Bapa juga punya kehendak sendiri. Jelas masing-masing adalah pribadi yang berbeda. Ini diperjelas dengan adanya pengutusan, Pribadi Bapa mengutus Pribadi Yesus. Kalau Allah itu satu Pribadi dan punya tiga manefestasi bagaimana sesama manefestasi Allah bisa mengutus. Sebagai analogi, bagaimana saya sebagai suami<span> </span>mengutus saya sebagai ayah?</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left:57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Yohanes 5: 31,32,37 <span> </span><em>Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; <span> </span><span style="text-decoration:underline;">ada<strong> yang lain</strong> yang bersaksi tentang Aku</span> dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang <span style="text-decoration:underline;">diberikan-Nya</span> tentang <span style="text-decoration:underline;">Aku</span> adalah benar.</em></span></p>
<p><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span><span> </span><span> </span><span style="text-decoration:underline;">Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang  Aku</span></span></em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kata <strong>yang lain</strong> pada ayat di atas dalam bahasa Yunani dipakai adalah “<strong>allos</strong>”. Kata “allos” disini menunjukkan bahwa “yang lain” tersebut <span style="text-decoration:underline;">sejenis</span>, satu nature. Sedangkan bila “yang lain” itu tidak sejenis maka digunakan kata “heteros”.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jadi jelaslah, dari ayat-ayat di atas bahwa <span style="text-decoration:underline;">Pribadi Yesus se<em>esensi</em> dengan Pribadi Bapa</span>.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Yohanes 14:16,17<span> </span><em>Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang <span style="text-decoration:underline;">Penolong yang lain</span>, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya</em>, <em>yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.</em></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kata Penolong berasal dari bahasa Yunani “<strong>parakletos</strong>” yang juga dapat diterjemahkan dengan “Penghibur”, “Penasehat” dan kata “yang lain” berasal dari kata “allos”.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left:57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kalau dikatakan “Penolong yang lain”, lalu siapa “Penolong sebelumnya” yang sejenis ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2cm;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2cm;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">1Joh <span> </span>2:1<span> </span><em>Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang <span style="text-decoration:underline;">pengantara </span>pada Bapa, yaitu <span style="text-decoration:underline;">Yesus Kristus</span>, yang adil. </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2cm;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">1Jo 2:1<span> </span><em>(ASV)My little children, these things write I unto you that ye may not sin. And if any man sin, we have an <span style="text-decoration:underline;">Advocate</span> with the Father, Jesus Christ the righteous</em>: </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:2cm;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kata “pengantara” atau dalam terjemahan lainnya “pembela” dalam bahasa Yunaninya juga “<strong>parakletos</strong>”. </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jadi, menurut konteks kedua perikop di atas, ada dua”Parakletos” yaitu Tuhan Yesus dan Roh Kudus. Keduanya satu <em>esensi </em>(sejenis).</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin:6pt 0 .0001pt 2cm;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dengan demikian dari pembahasan<span> </span>Yohanes 5, 31,32,37,<span> </span>Yohanes 14,16,17, dan I Yoh 2: 1, dapat disimpulkan bahwa <span style="text-decoration:underline;">Allah Bapa, Tuhan Yesus, dan Roh Kudus adalah tiga Pribadi yang satu esensi. Satu esensi tiga pribadi.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kis 7: 55,56<span> </span><em>Tetapi Stefanus, yang penuh dengan <span style="text-decoration:underline;">Roh Kudus</span>, menatap ke langit, lalu melihat <span style="text-decoration:underline;">kemuliaan Allah</span> dan <span style="text-decoration:underline;">Yesus</span> berdiri di sebelah kanan <span style="text-decoration:underline;">Allah.</span></em></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left:2cm;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Di sini juga jelas bahwa Allah dibedakan dalam tiga Pribadi bukan tiga manifestasi. Kalau Allah Bapa, Tuhan Yesus, dan Roh Kudus merupakan manifestasi Allah yang hanya satu Pribadi, maka tidaklah mungkin menyatakan diri dalam waktu yang sama. Sebagai analogi tidaklah mungkin saya sebagai suami berbicara kepada saya sebagai ayah secara berhadapan muka, di sisi lain saya sebagai pegawai menyaksikan percakapan saya sebagai suami dengan saya sebagai ayah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2cm;"><span style="font-size:11pt;color:teal;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2cm;"><span style="font-size:11pt;">2</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> Kor</span><span style="font-size:11pt;"> 13:14<span> </span>(13-13) <em>Kasih karunia <span style="text-decoration:underline;">Tuhan Yesus Krist</span>us, dan kasih <span style="text-decoration:underline;">Allah</span>, dan persekutuan <span style="text-decoration:underline;">Roh Kudus</span> menyertai kamu sekalian.</em></span><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2cm;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kalau Allah satu Pribadi saja, maka ucapan berkat seharusnya cukup menggunakan satu nama Allah saja. Penggunaan kata hubung “dan&#8221; menunjukkan bahwa Tuhan Yesus, Allah (Bapa), dan Roh Kudus merupakan Pribadi yang terpisah / berbeda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2cm;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>A.</span>Menguji Tafsiran PPA GKJ tentang Ketritunggalan Allah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Alkitab tidak berisikan hal-hal yang kontradiksi. Hal-hal yang nampaknya saling bertentangan sebenarnya dapat diharmoniskan melalui penyelidikan Alkitab yang lebih seksama dan tentu saja dengan iluminasi<span> </span>Roh Kudus. Nah, kalau ada penafsiran yang berbeda tentang Tritunggal, maka tugas kita untuk mencari mana yang salah, dan mengapa penafsirann tersebut salah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Di depan saya sudah menyampaikan sedikit penafsiran tentang Tritunggal berdasarkan ajaran Calvinis yang juga mengikuti ajaran dari Bapa-Bapa Gereja, yang tentu saja saya yakini itulah penafsiran yang benar. Maka saat ini saya ingin menunjukkan kesalahan penafsiran para penyusun PPA – GKJ yang menghasilkan ajaran Tritunggal yang sudah dinyatakan <span style="text-decoration:underline;">salah / sesat</span> oleh Bapa-Bapa Gereja, para reformator dan Calvinisme.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:39pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Bapa – Anak Allah :<span> </span>menyatakan hubungan langkah-langkah Allah di dalam karya penyelamatan-Nya?</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:39pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dasar Alkitab yang dipakai: Yoh 1: 1-3</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin:6pt 0 .0001pt 39.1pt;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Pada mulanya</span></span></em><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> adalah Firman; <span style="text-decoration:underline;">Firman itu bersama-sama dengan Allah</span> dan Firman itu adalah Allah. <span> </span>Ia pada mulanya <span style="text-decoration:underline;">bersama-sama </span>dengan Allah. <span> </span>Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.</span></em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin:6pt 0 .0001pt 39.1pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Di ayat ini tidak tersurat maupun tersirat bahwa Allah Bapa bermanifestasi menjadi Anak Allah. Yang tersurat justru Tuhan Yesus / Sang Firman ( yang juga<span> </span>Allah)<span> </span>adalah Pribadi yang ada sejak kekal bersama-sama Pribadi Allah Bapa. Kata “bersama-sama” pada ayat 2<span> </span>berasal dari bahasa Yunani “<em>pros</em>” yang menyatakan suatu hubungan muka dengan muka, suatu hubungan yang akrab dan pribadi. Jadi, ayat ini justru mendukung doktrin Tritunggal bahwa Allah itu satu esensi tiga pribadi.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin:6pt 0 .0001pt 39.1pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:39pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Bapa – Anak – Roh Kudus satu pribadi?</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:39pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dasar ayat:</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:57pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Yoh 10: 30 : <em>Aku dan Bapa adalah satu</em>.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Benarkah kata “satu” menunjukan satu pribadi?</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jika kita membaca terus sampai ayat 33-36, maka jelas bahwa yang dimaksud dengan satu adalah satu “esensi” yaitu Allah. Jadi maksud perkataan Tuhan Yesus adalah bahwa sama seperti Bapa adalah Allah, maka Ia juga Allah.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left:57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Ayat ini justru mendukung doktrin Tritunggal Calvinis. Allah itu satu esensi tiga pribadi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:57pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Yoh 14: 9 <em>Kata Yesus kepadanya: &#8220;Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.</em></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Perkataan Tuhan Yesus ini sama dengan perkataan Tuhan Yesus pada<span> </span>Yoh 10: 30 – 38, yang menunjukkan bahwa kesatuan diantara Bapa dan Tuhan Yesus adalah pada esensi-Nya bukan pada pribadi-Nya.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:57pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">I Yoh 5: 17 <em>Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: <span style="text-decoration:underline;">Bapa, Firman</span> dan <span style="text-decoration:underline;">Roh Kudus</span>; dan ketiganya adalah <span style="text-decoration:underline;">satu</span></em><span style="text-decoration:underline;">.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left:57pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Saya lanjutkan sampai ayat 18: <em>Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): <span style="text-decoration:underline;">Roh</span> dan <span style="text-decoration:underline;">air</span> dan <span style="text-decoration:underline;">darah</span> dan ketiganya adalah satu</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2cm;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Sama seperti Roh, air, dan darah adalah “benda” yang berbeda, demikian juga Bapa, Firman, dan Roh Kudus adalah Pribadi yang berbeda. Jadi kata “satu” yang dimaksud adalah satu esensinya (Allah), bukan satu pribadi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2cm;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:39pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dua manifestasi bisa saling berkomunikasi?</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:39pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Doktrin Tritunggal Sabelianisme sebenarnya akan kesulitan (bahkan tidak mungkin dapat ) menjelaskan tentang adanya komunikasi antara dua peran Allah yang berpribadi satu. Saya sebagai suami tidak mungkin berkomunikasi dengan saya sebagai seorang ayah, kecuali saya gila.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:39pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Di dalam<span> </span>hal Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa, para penyusun PPA GKJ menjelaskan bahwa pada saat itu Yesus menempatkan posisi sebagai manusia dan bukan sebagai Allah. Dengan demikian sewaktu-waktu Yesus <span> </span>berperan sebagai Allah 100% dan sewaktu-waktu berperan sebagai manusia100 %. Jadi Yesus bukan Allah dan manusia pada saat yang sama. Jelas ini bertentangan dengan Doktrin Kristlogi yang dianut oleh Bapa-Bapa Gereja dan para Reformator.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:39pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Ayat-ayat yang dijadikan dukungan terhadap ajaran PPA GKJ tentang Sabelianisme ini (Flp 2: 7,8, Ibr. 2: 14-18) justru menunjukkan bahwa Yesus adalah <span style="text-decoration:underline;">Allah yang menjadi manusia</span>. <span style="text-decoration:underline;">Ketika menjadi manusia Ia tetap Allah. Jadi Yesus</span></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;"> mempunyai dua hakikat (ilahi dan manusiawi) yang menyatu dalam satu pribadi</span></span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:39pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left:39pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Demikian juga ketika penyusun PPA GKJ menjelaskan bagaimana Bapa memberikan Roh Kudus kepada para murid, maka mau tidak mau harus menyatakan Roh Kudus hanyalah Kuasa. Sebab kalau Roh Kudus dinyatakan sebagai Pribadi jelas tidak mungkin ada satu pribadi yang terpisah. Tidak mungkin saya sebagai suami duduk diam di depan komputer sedangkan saya sebagai ayah berjalan mengambil minuman. Agar saya tetap di depan komputer dan dapat minum, maka saya harus menggunakan otoritas saya sebagai ayah untuk memerintahkan anak saya mengambil minuman. Nah, para penyusun PPA GKJ menyamakan “Roh Kudus” dengan semacam “otoritas memerintah” sehingga kehendak pribadi Bapa dapat terlaksana. Pertanyaannya, betulkan Roh Kudus hanya sekedar Kuasa yang diberikan kepada para murid agar kehendak Bapa dalam karya penyelamatan terpenuhi?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:42.55pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Roh Kudus bukan sekedar “Kuasa” tetapi <strong>Pribadi.</strong> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:42.55pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Yohanes 14:<em>16<span> </span>Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya <strong><span style="text-decoration:underline;">Ia </span></strong>menyertai kamu selama-lamanya</em>,</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:42.55pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Tuhan Yesus menggunakan kata ganti orang ketiga tunggal untuk Roh Kudus, jadi Roh Kudus adalah <strong>Pribadi </strong>(person), bukan sesuatu (something)</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:42.55pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Bukti Roh Kudus merupakan Pribadi:</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left:42.55pt;"><em><span style="font-size:11pt;">Bukti melalui keberadaan-Nya</span></em><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">: </span></em><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span></em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Ia memiliki pikiran (Roma 8:27), Ia memiliki perasaan (Efesus 4:30), Ia memiliki kehendak (1 Korintus 12:11)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Bukti melalui karya-karya-Nya </span></em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">: Ia mengajar (Yohanes 14:26), Ia memimpin (Roma 8:14), Ia memerintah (Kisah Para Rasul 8:29), Ia berkata-kata (Yohanes 15:26; 2 Petrus 1:21).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Bukti melalui pengakuan yang dikenakan kepada-Nya </span></em><span style="font-size:11pt;" lang="IN">: Ia bisa ditipu (Kisah Para Rasul 5:3), Ia bisa ditentang (Kisah Para Rasul 7 :51), Ia bisa dihujat (Matius 12 :31), Ia bisa didukakan (Efesus 4:30), Ia bisa dihina (Ibrani 10:29).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Ada bagian Firman Tuhan yang jelas secara tersurat menggambarkan bahwa Roh Kudus dan Bapa adalah pribadi yang berbeda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Roma 8:26<span> </span><em>Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi <span style="text-decoration:underline;">Roh sendiri berdoa</span> untuk kita <span style="text-decoration:underline;">kepada Allah</span> dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jelas sudah, bahwa Allah itu esa/satu dalam esensinya tetapi tiga Pribadi. Bagaimana mungkin Tiga Pribadi tetapi sama-sama merupakan Allah yang esa adalah<span> </span>merupakan misteri bagi kita manusia. Dan hal<span> </span>ini wajar dan masuk akal karena bagaimana mungkin pikiran manusia yang TERBATAS dapat memahami Allah yang TIDAK TERBATAS?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Yangg TIDAK MASUK akal justru ajaran Sabelianus yang mampu menjelaskan keberadaan Allah yang begitu mudah dipahami. Tidak masuk akal karena Allah yang tidak terbatas dapat dipahami oleh pikiran manusia yang terbatas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Apakah semua air laut dapat dimasukkan ke dalam sebuah botol? Tidak mungkin bukan? Tetapi itulah yang terjadi pada PPA GKJ di dalam menjelaskan Allah Tritunggal!</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:39pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><strong></strong><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">B. Kesimpulan dan Saran</span></strong></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dengan<span> </span>sedikit dukungan dari Firman Tuhan (dari sekian banyak bagian Firman Tuhan yang mengisyaratkan bahwa<span> </span>Allah itu satu esensi tiga peribadi) <span> </span>sudah dapat ditunjukkan bahwa doktrin Tritunggal Sabelianisme adalah tidak Alkitabiah / sesat. Sesatnya Sabelisanisme juga dinyatakan oleh Bapa-Bapa Gereja sehingga tidak dianut oleh para reformator dan juga Calvinis. Oleh karena itu, jika ajaran GKJ ingin tetap mengacu pada Alkitab, ajaran para Bapa Gereja dan para Reformator, serta Calvininisme, maka doktrin Sabelianisme ini harus diganti dengan doktrin Tritunggal yang Alkitabiah.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristenberea.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristenberea.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristenberea.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristenberea.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristenberea.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristenberea.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristenberea.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristenberea.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristenberea.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristenberea.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristenberea.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristenberea.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristenberea.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristenberea.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=93&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/10/mengkritisi-ppa-gkj-ajaran-allah-tritunggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">kristenberea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengkritisi PPA-GKJ &#8211; Pendahuluan</title>
		<link>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/10/mengkritisi-ppa-gkj-pendahuluan/</link>
		<comments>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/10/mengkritisi-ppa-gkj-pendahuluan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 16:15:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristenberea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengkritisi PPA-GKJ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristenberea.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Untuk melihat PPA-GKJ dapat didownload disini Ajaran gereja dapat dikoreksi atau bahkan diubah atas dasar pertimbangan: 1. Ajaran gereja dibuat oleh manusia melalui sebuah proses penafsiran Alkitab. Dalam proses tersebut ada kemungkinan manusia keliru menafsir. Apabila hal itu terjadi, maka ajaran gereja perlu dikoreksi. 2. Gereja hidup dalam zaman yang terus berubah. Oleh karena itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=83&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk melihat PPA-GKJ dapat didownload <a href="http://www.gkj.or.id/?pilih=hal&amp;id=3" target="_blank">disini</a></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:0;text-indent:0;line-height:12.6pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">A<em>jaran gereja dapat dikoreksi atau bahkan diubah atas dasar pertimbangan:</em></span></p>
<p class="tab1" style="margin-left:21.25pt;text-indent:-21.25pt;line-height:12.6pt;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">1.<span> </span>Ajaran gereja dibuat oleh manusia melalui sebuah proses penafsiran Alkitab. Dalam proses tersebut ada kemungkinan manusia keliru menafsir. Apabila hal itu terjadi, maka ajaran gereja perlu dikoreksi.</span></em></p>
<p class="tab1" style="margin-left:21.25pt;text-indent:-21.25pt;line-height:12.6pt;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">2.<span> </span>Gereja hidup dalam zaman yang terus berubah. Oleh karena itu, apabila ajaran gereja dipandang sudah tidak memadai lagi untuk dapat dipergunakan sebagai pedoman bagi gereja dan warganya dalam menjawab tantangan zaman, maka ajaran gereja tersebut perlu ditinjau kembali dan dilakukan perubahan.</span></em></p>
<p class="tab1" style="margin-left:21.25pt;text-indent:-21.25pt;line-height:12.6pt;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">3.<span> </span>Apabila hendak dilakukan koreksi atau perubahan terhadap ajaran gereja, maka hal itu haruslah dilakukan sesuai ketentuan dan prosedur yang benar.</span></em></p>
<p style="text-align:right;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN">PPA GKJ No. 9</span></strong></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:0;text-indent:0;line-height:normal;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Merunut sejarah perkembangannya maka dapat dikatakan bahwa GKJ “bersumber” dari gereja beraliran <strong>Calvinis (Reformed).</strong> GKJ sebagai gereja beraliran Calvinis semakin diperkuat dengan fakta-fakta sebagai berikut:</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Pernah menggunakan nama “Gereformeed” (1931 – 1949)</span><strong></strong></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Menggunakan </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Katekhismus Heidelberg sebagai buku pedoman kepercayaan dan pedoman hidup di lingkungan GKJ sampai tahun 1996.</span><strong></strong></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Sampai saat ini masih mengikuti persidangan raya WARC dan<span> </span>REC.</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:0;text-indent:0;line-height:normal;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Akan tetapi kalau melihat lebih lanjut di dalam Pokok-Pokok Ajaran GKJ (PPA GKJ) <span> </span>terbitan tahun 2005,<span> </span>maka <span> </span>terdapat ketidaksesuaian antara pokok-pokok ajaran GKJ dengan “aliran” yang dianutnya. Di dalam PPA GKJ justru ditemui ajaran-ajaran yang ditentang dan dianggap sesat oleh<span> </span>orang-orang Calvinis yaitu <strong>Sabelianisme</strong> dan <strong>Armenianisme</strong>. Oleh karena itulah maka penulis menggugat kedua ajaran tersebut;<span> </span>mengapa keduanya dimasukkan di dalam PPA GKJ? Apakah ini disengaja oleh penyusun PPA GKJ ataukah karena ketidaktahuan para penyusun PPA GKJ tentang Calvinisme?</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:0;text-indent:0;line-height:normal;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"> </span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:0;text-indent:0;line-height:normal;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Adanya ajaran Sabelianisme dan Armenianisme di dalam PPA GKJ<span> </span>menimbulkan pertanyaan sebagai berikut:</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:14.2pt;text-indent:-14.2pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Bagaimanakah para penyusun PPA menafsirkan bagian-bagian Alkitab sehingga <span style="text-decoration:underline;">bertentangan </span>dengan tafsiran Bapa-Bapa gereja dan para Reformator <span> </span>seperti Augustinus, Martin Luther, dan John Calvin?</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:14.2pt;text-indent:-14.2pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Apakah tafsiran ketiga orang yang sudah dipakai Tuhan secara luar biasa itu <strong>salah</strong> sehingga para penyusun PPA GKJ mengabaikannya?</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:14.2pt;text-indent:-14.2pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Apakah tafsiran<span> </span>penyusun PPA GKJ<span> </span>telah diuji kebenarannya melalui kajian yang mendalam dan perdebatan yang sengit dari para teolog yang berkompeten di dalamnya? Bandingkan dengan ujian yang dihadapi oleh ajaran Augustinus, Martin Luther dan John Calvin. Walaupun ajaran mereka telah ditentang, didebat, dan dihambat, toh banyak sekali umat Tuhan dan para teolog besar yang tetap memegang dan mengakuinya sebagai kebenaran dari Tuhan. Bahkan sampai saat ini buku-buku mereka masih dibaca dan dijadikan referensi. </span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:14.2pt;text-indent:-14.2pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Nah, apakah kredibilitas ketiga tokoh tersebut kurang sehingga para penyusun PPA GKJ harus memakai ajaran Sabelianisme dan Armenianisme yang justru telah terbukti tidak tahan uji dalam berbagai kajian dan perbebatan?</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:14.2pt;text-indent:0;line-height:normal;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"> </span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:0;text-indent:0;line-height:normal;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Memang setiap umat Tuhan / gereja boleh menafsirankan Alkitab sendiri-sendiri, tetapi <span style="text-decoration:underline;">penafsiran tersebut harus bertanggungjawab</span>, harus memenuhi kaidah-kaidah yang benar sehingga tafsiran tersebut sama seperti apa yang Tuhan kehendaki. Di dalam menafsir bagian-bagian Alkitab, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:14.2pt;text-indent:-14.2pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Semua Alkitab harus ditafsirkan dalam terang teologi dari seluruh Alkitab. </span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:14.2pt;text-indent:-14.2pt;line-height:normal;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span> </span>Firman Allah tidak pernah berkontradiksi dengan dirinya. Tidak ada bagian dari Alkitab yang berkontradiksi atau konflik dengan bagian yang lain. <span style="text-decoration:underline;">Dengan demikian jika ada dua tafsiran yang berbeda untuk bagian Alkitab yang sama, maka salah satu diantaranya pasti salah</span>. Kebenaran Alkitab bukan relatif dan subyektif, tetapi kebenaran yang mutlak.</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:14.2pt;text-indent:-14.2pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Bagian-bagian Alkitab yang sulit ditafsirkan dengan bagian-bagian yang lebih jelas. Yang implisit (tersirat) harus ditafsiran oleh yang eksplisit (tersurat).</span></p>
<p class="kabeh" style="line-height:normal;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"> </span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:0;text-indent:0;line-height:normal;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Adanya Sabelianisme dan Armenianisme di dalam PPA GKJ membuat kita <span style="text-decoration:underline;">harus menguji kembali tafsiran-tafsiran bagian Alkitab <span> </span>yang dilakukan oleh para penyusun PPA</span>, apakah tafsiran tersebut bertanggung jawab atau tidak. Kami telah melakukannya dan buku ini merupakah laporan dari hasil pengujian tersebut.</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:0;text-indent:0;line-height:normal;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"> </span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:0;text-indent:0;line-height:normal;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Nah, dengan “ditemukannya” dua ajaran yang bertolak belakang dengan Calvinisme, maka <span> </span>ada beberapa kemungkinan bagi GKJ:</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:14.2pt;text-indent:-14.2pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Jika ingin tetap dikatakan sebagai gereja Calvinis / Reformasi, maka GKJ harus menghilangkan ajaran Sabelianisme dan Armenianisme. Dengan demikian GKJ harus mengoreksi Pokok-Pokok Ajaran-nya,</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:14.2pt;text-indent:-14.2pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Jika tidak mau mengoreksi PPA-nya,<span> </span>maka pengakuan GKJ sebagai gereja Calvinis-Reformasi harus dicabut dan perlu dipertimbangkan keanggotaannya dalam<span> </span>WARC dan REC.</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:14.2pt;text-indent:-14.2pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN">Kalau kedua hal tersebut tidak dilakukan atau tetap seperti saat ini, maka GKJ akan menipu warganya,<span> </span>dan siap untuk ditertawakan oleh orang yang tahu Calvinisme dan Armenianisme.</span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:0;text-indent:0;line-height:normal;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"> </span></p>
<p class="kabeh" style="margin-left:0;text-indent:0;line-height:normal;">
<p class="kabeh" style="margin-left:0;text-indent:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:windowtext;" lang="IN"> </span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN"><br />
</span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristenberea.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristenberea.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristenberea.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristenberea.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristenberea.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristenberea.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristenberea.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristenberea.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristenberea.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristenberea.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristenberea.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristenberea.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristenberea.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristenberea.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=83&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/10/mengkritisi-ppa-gkj-pendahuluan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">kristenberea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Aliran Kharismatik  (masih) Menarik?</title>
		<link>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/10/mengapa-aliran-kharismatik-masih-menarik/</link>
		<comments>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/10/mengapa-aliran-kharismatik-masih-menarik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 15:22:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristenberea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kharismatik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristenberea.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Sekalipun pertumbuhan aliran Kharismatik sudah mencapai puncaknya pada tahun 1990-an, namun pertanyaan di atas masih sangat relevan pada saat ini. Sekitar dua tahun yang lalu warga kristiani di kota Y dihebohkan dengan akan adanya “Y Festival” yang akhirnya batal dilaksanakan karena ada ancaman dari ormas tertentu dan juga tidak mendapat ijin dari aparat keamanan setempat. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=76&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekalipun pertumbuhan aliran Kharismatik sudah mencapai puncaknya pada tahun 1990-an, namun pertanyaan di atas masih sangat relevan pada saat ini. Sekitar dua tahun yang lalu warga kristiani di kota Y dihebohkan dengan akan adanya “Y Festival” yang akhirnya batal dilaksanakan karena ada ancaman dari ormas tertentu dan juga tidak mendapat ijin dari aparat keamanan setempat. Bahkan sempat keluar fatwa dari ulama setempat bahwa haram hukumnya bagi umat tertentu untuk datang ke kegiatan tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saat ini pun umat Kristen di Y dibombardir dengan khotbah-khotbah tentang mujizat, kesembuhan, kemakmuran dan lain-lain melalui pesawat radio. Tidak sedikit orang kristen yang tidak mau ke gereja karena sudah meresa “dikenyangkan” dengan mendengar khotbah melalui radio.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sementara itu gereja-gereja di tetangga kota Y banyak yang gerah dengan adanya kegiatan dari sebuah gereja kharismatik (yang mengklaim sebagai gereja dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, bahkan di dunia) yang suka antar jemput bagi siapa saja yang mau ikut kebaktian di gerejanya, tidak peduli apakah orang itu adalah anggota dari gereja lain atau bukan. Ya, siapa sih yang tidak mau dimanja? Mau ke gereja aja dijemput pakai bus, dan suasana di gereja begitu mewah, dan diberi sajian musik dan khotbah yang meninabobokan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Nah, mengapa gerakan kharismatik (masih) menarik ?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dari pengalaman<span> </span>kurang lebih 20 tahun menjadi pengikut aliran kharismatik, saya menemukan beberapa alasan mengapa orang tertarik dengan aliran ini!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1) <strong><span> </span>Keadaan yang suam-suam di gerejanya.</strong></p>
<p><span> </span>Inilah hal yang saya rasakan ketika<span> </span>memutuskan untuk mengikuti kegiatan di aliran kharismatik, dan yang mungkin juga dirasakan oleh banyak orang yang lainnya. Banyak gereja arus utama yang kurang peduli terhadap pertumbuhan rohani jemaatnya. Banyak gereja yang mirip dengan organisasi sosial semata. Kristus dan kebenaran Alkitab jarang dan hampir tidak pernah diberitakan di atas mimbar, sebaliknya mimbar lebih banyak dipakai untuk kuliah etika dan bagaimana hidup bermasyarakat yang baik.<br />
<span> </span>Jujur saja, itulah yang saya rasakan di gereja saya dan mungkin<span> </span>juga dirasakan oleh banyak orang di gerejanya masing-masing. Nah, kalau ada warga jemaat yang sungguh-sungguh telah bertobat dan mau mengenal Kristus dan kebenara Alkitab lebih dalam lagi, maka jangan disalahkan ketika mereka lari ke aliran kharismatik yang memang dalam khotbah-khotbahnya selalu menyebut nama Kristus dan menggunakan banyak ayat-ayat Alkitab dalam khotbahnya. Hal seperti inilah yang menyebabkan banyak orang-orang yang aktif di gereja arus utama justru yang lebih duluan “lari’ ke aliran kharismatik!<br />
<span> </span><strong>Saya percaya bahwa sebenarnya gerakan kharismatik dipakai Tuhan untuk menyadarkan pemimpin-pemimpin gereja arus utama untuk sadar dari keadaannya yang suam-suam kuku dan kembali menjadi gereja yang mengutamakan Kristus dan memegang ajaran murni dari Alkitab</strong>! Namun apa yang terjadi? Justru banyak pemimpin gereja arus utama yang menyalahkan para pemimpin gerakan kharismatik dan jemaatnya yang &#8220;lari” tanpa mau mengakui keadaannya yang suam-suam dan memperbaikinya sehingga tidak heran kalau saat ini banyak gereja arus utama yang mulai “dicuekin” jemaatnya.<br />
<strong><span> </span></strong>Gereja di mana saya berjemaat adalah salah satu gereja yang demikian ini. Waktu yang paling ditunggu-tunggu adalah ketika pengkhotbah berkata “akhirnya ….”, ya, karena khotbah pendeta maupun majelis tidak menarik dan tidak membuat jemaat bisa bertumbuh karena isinya hanya hal-hal etika dan pratik hidup di tengah-tengah masyarakat, sehingga waktu khotbah adalah waktu yang paling menyesakkan ketika mengikuti kebaktian …… ya ampun…..</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;">2) <span> </span>Ajaran-ajaran kharismatik sesuai dengan sifat dasar manusia yang berdosa yaitu suka yang supranatural, maunya dapat banyak dengan cara instan, tanpa kerja keras, dan tetap menjadi manusia yang paling terhormat.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span> </span>a. <span> </span><strong>Mujizat</strong></p>
<p><span> </span>Siapa sih yang tidak suka mendapatkan mujizat? Siapa sih tidak suka<span> </span>sembuh dengan mujizat dan gratis dari pada keluar uang sangat banyak di RS? Lihat saja puluhan ribu orang yang antri untuk mendapat kesempatan disembuhan oleh dukun cilik Ponari di Jombang! Sekalipun empat orang telah meninggal karena diinjak-injak pada saat antri beroba.t mereka tidak peduli.<br />
<span> </span>Pada saat resesi ekonomi global seperti saat ini dimana hidup semakin sulit maka tawaran adanya mujizat untuk melepaskan dari kesulitan hidup merupakan berita yang paling ditunggu-tunggu banyak orang. Orang-orang kristen seperti ini sama dengan ribuan orang yang antri di ruman dukun cilik Ponari, sudah tidak mau menggunakan akal sehatnya dan <span> </span>lebih mempercayai sesuatu yang mistik!<br />
<span> </span>Faktanya mujizat memang jadi andalan utama dari gerakan kharsmatik untuk mencari “mangsanya”. Salah satu radio kristen di kota Y  menyiarkan acara “Mujizat setiap hari”. Mereka punya moto “ Alamilah mujizat setiap hari”<span> </span>. Lho, kalau sesuatu hal itu terjadi setiap hari maka hal itu bukan lagi mujizat namanya, tetapi sesuatu yang sudah biasa.</p>
<p><span> </span>Ketika ada salah satu anggota gereja ini mengalami mujizat karena pelayanan gereja, so pasti dia akan dibawa kemana-mana untuk bersaksi (dengan sedikit / banyak di besar-besarkan) dengan maksud supaya banyak orang datang ke gerejanya dan mengalami mujizat yang sama!</p>
<p><!--[if !supportLists]--><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></p>
<p><!--[endif]--><strong>Janji hidup sukses, selalu menang, dan menjadi anak Raja yang terhormat.</strong><br />
Siapa sih yang tidak pingin semua di atas? Kalau ada orang kristen yang pikirannya masih dikuasi hal-hal yang duniawi seperti di atas, maka ajaran kharismatik sangat menarik baginya dan dia pasti mengikutinya, termasuk saya dulu.<br />
Saya berasal dari keluarga miskin, beli Alkitabpun nggak mampu. Nah ketika ada pengkhotbah yang mengajarkan bahwa orang kristen asal percaya dan banyak berdoa maka Tuhan pasti memberkati dengan harta melimpah, selalu berhasil dan sukses, dan menjadi orang terhormat (kepala) maka saya langsung punya mimpi yang indah sebagai orang kaya raya tanpa bekerja<span> </span>keras, cukup dengan banyak berdoa dan puasa. Banyak doa banyak berkat (jasmani), begitu moto saya menirukan salah seorang pengkhotbah terkenal.<br />
Apalagi setelah saya membaca buku-buku dan mendengar khotbah-khotbah dari para pemimpin kharismatik yang sangat terkenal yang semuanya menggambarkan betapa Tuhan memberkati mereka dengan berkat jasmani yang melimpah maka<span> </span>saya semakin semangat mengikuti ajaran kharismatik. Jika bertahun-tahun saya belum mendapatkan mimpi tersebut saya selalu menyalahkan diri bahwa saya belum sungguh-sungguh di dalam berdoa.<br />
Dan orang-orang seperti saya dulu, yang miskin, punya utang banyak, punya masalah keluarga yang berat dan sebagainya adalah sasaran empuk bagi gerakan kharismatik ini dan janji-janji serta mimpi-mimpi seperti di atas adalah umpan yang sangat menggiurkan untuk langsung dimakan tanpa perlu pikir panjang!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristenberea.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristenberea.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristenberea.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristenberea.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristenberea.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristenberea.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristenberea.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristenberea.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristenberea.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristenberea.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristenberea.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristenberea.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristenberea.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristenberea.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=76&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristenberea.wordpress.com/2009/02/10/mengapa-aliran-kharismatik-masih-menarik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">kristenberea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>4 Serangan Dr. Suhento Liauw terhadap Jhon Calvin bag 3</title>
		<link>http://kristenberea.wordpress.com/2008/12/13/4-serangan-dr-suhento-liauw-terhadap-jhon-calvin-bag-3/</link>
		<comments>http://kristenberea.wordpress.com/2008/12/13/4-serangan-dr-suhento-liauw-terhadap-jhon-calvin-bag-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 14:03:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kristenberea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin Pedang Roh / Dr. Suhento]]></category>
		<category><![CDATA[Klarifikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kristenberea.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Serangan III : &#8230; pada tahun 1536 John Calvin menerbitkan buku The Institusion of Cristian Religion untuk menghambat kemajuan pemberitaan Injil! (Buletin Pedang Roh No. 57 hal 03 kolom 1) Ha..ha&#8230; saya heran ada seorang doktor teologia berikiran sekerdil ini. Sekali lagi terbukti bahwa pikiran Dr. Suhento telah diisi penuh dengan dendam kesumat terhadap John [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=66&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;     &lt;![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt;--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:black;">Serangan III :</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:black;">&#8230; pada tahun 1536 John Calvin menerbitkan buku <em>The Institusion of Cristian Religion</em> <span style="text-decoration:underline;">untuk menghambat kemajuan pemberitaan Injil</span>! </span></strong><span style="color:black;">(Buletin Pedang Roh No. 57 hal 03 kolom 1)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:black;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Ha..ha&#8230; saya heran ada seorang doktor teologia berikiran sekerdil ini. Sekali lagi terbukti bahwa pikiran Dr. Suhento telah diisi penuh dengan dendam kesumat terhadap John Calvin dan ajarannya &#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Melihat fakta bahwa saat ini ada 70 jutaan orang Kristen yang mengakui sebagai “pengikut” Calvinis dan ratusan juta orang kristen yang mengakui dipengaruhi oleh ajaran Calvin SUDAH CUKUP UNTUK MEMBANTAH serangan <span> </span>di atas. Kalau memang Calvin menghambat kemajuan Injil mengapa “pengikut”nya sampai ratusan juta? Lalu berapa sih “pengikut” ajaran yang dianut Dr. Suhento? ( Menurut Wikipedia di seluruh dunia saja tidak sampai 100 ribu orang ).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Tetapi baiklah kita jawab serangan diatas juga dengan akal budi, bukan bukti <span> </span>data semata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:black;">Pernyataan Dr. Suhento Liauw di atas sebenarnya pernah diungkapkan oleh Jhon Wesley yang menyatakan bahwa kalau doktrin pemilihan benar maka pemberitaan Injil adalah sia-sia karena orang yang dipilih toh pasti diselamatkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Jelas logika Dr. Suhento (dan juga Jhon Wesley) di atas berbeda dengan logika Calvin dan Reformed. <span> </span>Memang benar bahwa keselamatan seseorang itu karena Allah yang memilih, tetapi kita tidak tahu berapa jumlah dan siapa saja orang pilihan Allah itu ( <em>dan adalah bukan hak dan urusan kita untuk tahu hal itu)</em>. Yang jelas bahwa orang pilihan Allah itu tersebar di seluruh dunia. Salah satu bukti bahwa mereka adalah pilihan Allah yaitu kalau mereka menerima Kristus. Dan untuk bisa menerima Kristus maka mereka harus mendengar berita Injil, <span> </span>dan puji Tuhan, <span> </span>kalau Allah mau memakai kita (orang-orang yang telah menerima Kristus) untuk memberitakan Injil itu ke seluruh dunia<span> </span>( Roma 10 : 14, 15 ) Dan kalau ada orang yang menerima Kristus karena pemberitaan kita, itu bukan karena kepandaian kita tetapi karena memang orang itu telah ditentukan Allah untuk percaya (</span><strong><span>Kisah Para Rasul 13: 47-49 )</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Dan inilah doa Jhon Calvin yang dituduh oleh Dr. Suhento Liauw sebagai penghambat kemajuan pemberitaan Injil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">“ <span> </span>Aku berdoa meminta supaya dari hari ke hari Tuhan membuat jumlah yang <span> </span>percaya kepada-Nya bertambah besar; supaya dari hari ke hari membuat <span> </span>anugerah-Nya atas mereka semakin berlimpah hingga Dia memenuhi mereka seluruhnya; supaya Dia juga membuat kebenaran-Nya semakin bercahaya; supaya Dia menyatakan keadilan-Nya yang menyebabkan iblis dan kerajaannya yang gelap dijungkirbalikkan; dan supaya, seluruh kefasikan dihancurkan dan ditiadakan.” (Katekismus Jenewa No. 269 )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:black;">Serangan IV</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:black;">“Sikap-nya (Calvin) yang tidak secara terang-terangan menentang Anabaptis itu mungkin dikerenakan ia mengawini janda seorang Anabaptis yang telah terbunuh di Holand, Idelete de Bure.”</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">(Buletin Pedang Roh No. 57 hal 11 kolom 1 )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Sekali lagi, saya heran ada seorang doktor bisa menulis sekacau ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Jelas, bahwa jauh sebelum Calvin menikahi Idelete ia sudah menentang <span> </span>ajaran Anabaptis dengan menulis buku apologetika khusus tentang anabaptis. Bahkan tidak hanya itu saja, Calvin juga banyak melakukan diskusi dengan para pemimpin Anabaptis termasuk </span><span lang="EN-US">Jean Stordeur, suami Idelette</span><span>. Dan hasil diskusinya adalah Jean Storder menyerah dan kemudian<span> </span>menjadi “pengikut” gereja Calvin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dan Jean Stordeur meninggal bukan karena terbunuh (oleh kaum Reformator seperti dakwaan Dr. Suhento Liauw ) tetapi karena terserang penyakit pes, bukan di Holand, tetapi di </span><span lang="EN-US">Strasbourg</span><span>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dengan demikian, ketika dinikahi oleh Jhon Calvin, Idelete bukan lagi janda seorang Anabaptis, tetapi janda seorang mantan anabaptis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Nah lho, satu kalimat saja, kesalahannya sudah berlipat-lipat. Makanya kalau nulis tentang seseorang<span> </span>jangan pakai kacamata “dendam” tetapi pakai hati nurani yang jernih, baru hasilnya bener .. he..he..he (Hush&#8230; anak SD kok ngajari Doktor &#8230;&#8230;&#8230; <em>Emangnya ndak boleh, lha wong dia bilang anak SD saja lebih pintar dari Jhon Calvin<span style="color:black;">&#8230;. nah sekarang siapa yang lebih pintar hayo</span></em><span style="color:black;"> &#8230;..)</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kristenberea.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kristenberea.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kristenberea.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kristenberea.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kristenberea.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kristenberea.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kristenberea.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kristenberea.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kristenberea.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kristenberea.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kristenberea.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kristenberea.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kristenberea.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kristenberea.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kristenberea.wordpress.com&amp;blog=4667003&amp;post=66&amp;subd=kristenberea&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kristenberea.wordpress.com/2008/12/13/4-serangan-dr-suhento-liauw-terhadap-jhon-calvin-bag-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">kristenberea</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
